Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
57 | Kejamnya Takdir


__ADS_3

Kanna tak kuasa menatap sang istri ketika baru saja siuman. Entah jawaban apa yang akan dia berikan kepada Zahra saat dia mengetahui calon malaikat kecilnya sudah tidak ada.


"Mas, aku kenapa ada disini?" tanya Zahra setelah membuka matanya. Perlahan dia berusaha untuk bangkit, tetapi dia masih merasakan sedikit rasa sakit di perutnya. Sambil memegang perut Zahra bertanya, "Apakah dia baik-baik saja?"


Zahra masih mengingat dengan jelas saat dirinya merasakan sakit yang luar bisa di perutnya sebelum dia tak sadarkan diri.


Kanna dan ibunya membisu. Mereka tidak tahu akan memberikan jawaban apa. Zahra pasti akan merasa sangat sedih kenyataan begitu kejam pada dirinya. Baru saja ingin bangkit dari rasa terpukulnya, kini harus merasakan lagi hal sama lagi.


"Mas ... Bu. Apa yang sudah terjadi dengan anakku. Dia baik-baik saja 'kan?"


Kanna mencoba untuk membuang rasa sesak di dadanya. Memang terasa berat, tetapi Kanna harus bisa menjadi penyangga untuk Zahra.


"Ra, yang sabar ya. Dia udah pergi," lirih Kanna.


Mata Zahra membulat lebar. Dia masih tidak percaya dengan ucapan Kanna. "Bu, katakan jika yang diucapkan oleh mas Kanna itu tidak benar. Anakku baik-baik saja 'kan, Bu?" Zahra memastikan kepada Ibu mertuanya.


Ibu Kanna tak sanggup lagi untuk membantu air matanya. Dengan air mata yang sudah membasahi pipinya Dia berkata, "Kamu yang ikhlas ya, Ra. Semua sudah garis dari yang Maha Kuasa."


"Tidak! Tidak mungkin! Mas, katakan ini tidak mungkin kan? Aku sedang mimpi kan?" Zahra berusaha untuk memukul pipinya berulang kali.


Dengan sigap Kanna langsung merangkul tubuh Zahra. Membiarkan sang istri untuk menangis seadi-jadinya dalam pelukannya.


"Maafkan aku yang tak bisa menjagamu dan calon anak kita. Maafkan aku yang terlambat untuk menyelamatkanmu."


Seketika Zahra teringat pada beberapa jam yang lalu saat dia dimasukkan ke dalam gudang dan tubuhnya didorong oleh seorang perempuan yang tidak dikenalinya.


"Mas, dia harus bertanggung jawab atas hilangnya anakku! Dia harus bertanggung jawab, Mas!" teriak Zahra dengan histeris.


Kanna berusaha untuk menenangkan Zahra dan mencari tahu apa yang baru saja terjadi kepada dirinya. Akhirnya Zahra menceritakan mengapa dia bisa berada di gudang. Semua ini gara-gara salah satu fans Kanna yang ingin memberikannya pelajaran.


Kanna yang mendengar penjelasan dari Zahra segera menghubungi pihak kampus untuk segera melakukan penyelidikan yang baru saja menimpa istrinya. Bahkan Kanna menginginkan jika kasus ini diusut sampai Kanna tidak akan memaafkan siapa yang sudah berani untuk menyakiti istrinya. Karena kecerobohan yang dilakukannya telah menghilangkan nyawa calon buah hatinya.

__ADS_1


Kanna sangat prihatin kepada kondisi Zahra saat ini. Dia terus berteriak meminta anaknya untuk kembalikan lagi.


"Kanna, kamu yang sabar ya, Nak. Kamu harus kuat! Jika kamu tidak kuat, siapa lagi yang akan menjadi sandaran untuk Zahra saat ini. Ibu tidak bisa berbuat apa-apa," nasehat ibunya saat Kanna ikut menangis melihat kondisi Zahra.


"Ibu yakin jika akan ada hikmah dibalik semua ini," lanjut ibunya lagi.


"Iya Bu."


🍂🍂🍂


Saat ini Kanna sedang berada di ruangan dokter yang menangani operasi Zahra. Tubuh Kanna panas dingin saat sang dokter mengatakan jika ada sesuatu yang harus jelaskan kepada Kanna. Kanna berharap sang dokter tidak memberikan kabar buruk lagi kepadanya. Cukup kehilangan anak saja. Dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Zahra.


"Untuk sebelumnya kami meminta maaf karena kami terpaksa harus melakukan tindakan ini karena demi keselamatan istri anda," jeda sang dokter untuk mengambil pasokan oksigennya.


Kanna sudah tidak sabar untuk mendengarkan lebih lanjut penjelasan sang dokter. Dadanya berdetak lebih cepat seiring dengan sang dokter yang mengulur waktunya.


"Kemungkinan besar istri anda tidak akan pernah bisa hamil kembali," lanjut sang dokter.


Tubuh Kanna membeku dengan keringat yang sudah membanjiri kulitnya.


"Mungkin itu adalah sebuah mukjizat dari Tuhan, Pak. Semoga saja ada keajaiban lagi untuk istri anda."


Kanna tidak bisa berkata apa-apa lagi saat dia keluar dari ruangan dokter. Hatinya terasa hancur lebur saat Zahra dinyatakan tidak bisa mengandung lagi.


Bagaimana dia akan memberitahu kepada sang istri akan kenyataan pahit yang menimpa dirinya. sungguh karena tidak akan sanggup. Terlebih kehilangan Deena dan juga calon anaknya sudah membuat Zahra depresi. Lalu bagaimana jika Zahra mengetahui bahwa dirinya tidak bisa hamil lagi.


"Mas Kanna aku tidak mau di sini! Aku mau pulang! Aku mau anak kita kembali!"


Baru saja Kanna masuk kedalam ruangan Zahra, dia sudah disambut dengan teriakan Zahra.


"Kanna, ibu tidak bisa menenangkan istrimu," adu ibunya saat melihat Kanna masuk.

__ADS_1


Dengan mata yang berkaca-kaca karena langsung menghampiri Zahra. Hanya sebuah pelukan yang bisa Kanna berikan untuk menenangkan sang istri.


"Oke kita pulang sekarang!"


Berkat obat yang diberikan oleh dokter, akhirnya Zahra tertidur. Untuk saat ini Zahra belum diizinkan pulang, meskipun keadaannya sudah membaik. Sang dokter harus memantau lebih jauh perkembangan psikologi dari Zahra.


"Bu, Kanna harus bagaimana? Harapan Kanna sudah hancur. Kanna tidak mau terjadi sesuatu lagi dengan Zahra. Kenapa takdir begitu kejam, Bu?"


"Kanna kamu gak boleh berbicara seperti itu. Mungkin saat ini Allah sedang menguji rumah tangga kalian. Allah ingin tahu sampai dimana kesabaran dan keikhlasan kalian untuk menjalani cobaan ini. Apakah kamu semakin mendekat atau malah semakin menjauh. Pesan ibu hanya satu, kamu harus kuat!"


Meskipun selama ini Kanna selalu menjadi sandaran untuk anak dan istrinya, tetapi bahunya tak sekedar milik sang ayah. Meskipun karena sering memberikan pelukan hangat, namun nyatanya pelukannya tak sehangat pelukan sang ibu. Kanna hanya mencoba untuk kuat dari kejamnya takdir.


Didalam pelukan sang ibu Kanna menumpahkan air mata kesedihannya.


"Aku tidak akan memaafkan mereka!" Tiba-tiba Kanna melepaskan pelukan dari ibunya. "Ibu tolong jaga Zahra sebentar. Kanna ada urusan penting!"


Saat ini Kanna sudah mendapatkan informasi mengenai siapa yang sudah membawa Zahra ke gudang. Melalui kamera CCTV pihak kampus langsung mengamankan 3 orang mahasiswa yang telah menyebabkan Zahra keguguran.


Kanna tidak peduli dengan siapa dia akan berhadapan. Karena apa yang telah mereka lakukan sudah sangat keterlaluan terlebih menghilangkan nyawa yang seharusnya masih berkembang di dalam rahim istrinya.


Tak butuh waktu lama, Kanna sampai di kampus. Dia langsung segera masuk ke salah satu ruangan yang sudah ada tiga pelaku penyebab keguguran.


"Kalian lagi?" tanya Kanna saat melihat tiga orang yang sudah duduk di sofa panjang. "Bukankah sudah pernah saya ingatkan untuk tidak berbuat macam-macam dengan orang lain? Sekarang alasan apa lagi yang ingin kalian buat?"


Tak ada yang berani untuk menatap Kanna. Bahkan salah seorang dosen yang menjaga ketiga mahasiswa itu ikut tertunduk saat melihat wajah Kanna sudah memerah.


.


.


.

__ADS_1


Ramaikan kolom komentar, meskipun jarang aku bales. Tapi aku baca semuanya kok 😀


Like dan komen pertama aku kasih kis 😘


__ADS_2