Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
129 | Melani Hilang


__ADS_3

Tak bisa lagi dibayangkan bagaimana perasaan Melani saat ini. tentu ia sangat bahagia, bahkan ia sampai menitihkan air matanya, karena merasa sangat terharu atas pengakuan Alzam. Sebuah ungkapan yang selama ini ia dambakan, sebuah rasa yang ia perjuangkan, akhirnya berubah manis. Alzam membalas perasaannya.


menyadari jika Melani menitipkan air mata, Alzam segera menghapusnya. "Sudah berapa kali ku ucapkan kepadamu untuk tidak menangis di hadapanku. Mengapa kamu tak pernah mendengarkanku?"


"Maaf, Pak. Tapi aku gak bisa membendungnya. Aku terharu akan pengakuan Pak Alzam, karena membalas perasaanku." Air mata itu malah kian keluar. Kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata bahagia.


"Aku berjanji, mulai hari ini akan membuatmu bahagia, tapi kita pulang ya?" pinta Alzam.


Melani menganguk pelan. Berharap ini adalah jawaban dari semua doa yang telah ia panjatkan setiap malamnya. Tidak akan ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak.


.


.


Meskipun merasa canggung, Alzam tetap menggandeng tangan Melani untuk masuk ke dalam rumah. Kali ini Azam membawa Melani untuk masuk ke kamarnya, karena mulai saat ini ia dan Melani akan tidur satu kamar.


"Kok ke sini, Pak?" tanya Melani sedikit ragu.


"Jadi mau di kamar mana? Atas? Ayolah kalau begitu." Alzam menyeret kembali koper milik Melani. Namun, segera mencegahnya.


"Eh, bukan begitu, Pak! Maksud aku—" Melani menjada ucapan sambil menghempaskan nafas beratnya.


"Apakah kita akan tidur satu kamar?" tanya Melani ragu.


"Maunya sih begitu. Tapi kalau kamu nggak mau ya udah nggak papa. Aku juga nggak akan maksa kamu kok. Aku tahu kamu akan butuh waktu untuk menerimaku," ucap Alzam dengan rasa sesak. Dirinya sadar jika luka yang setelah ia berikan kepada Melani cukuplah dalam.


"Memang aku ada bilang nggak mau tidur satu kamar Pak Alzam? Enggak kan?" Melani tersenyum malu-malu.


"Jadi kamu nggak keberatan kan kalau kita tidak satu kamar. Tenang aja, aku nggak akan memaksa kamu untuk melakukan malam pertama kita. Aku akan sabar untuk menunggu sampai kamu ikhlas," ujar Alzam.


Seketika pipi Melani langsung terasa panas. Seharusnya ia tidak terkejut dengan ucapan Alzam, karena memang sudah sepantasnya pasangan suami istri untuk melakukan ritual mereka sebagai pasangan yang sah.


🥕🥕🥕


Melani sampai melupakan bahwa ia belum memberitahu kakaknya jika saat ini ia pulang ke rumah Alzam. Pasti Naura akan panik jika mengetahui dirinya tidak ada di apartemen.


Melani pun akhirnya beranjak dari tempat tidur untuk mencari keberadaan ponselnya namun ia tak menemukan di kamar padahal seingatnya ia meletakkan ponselnya di atas nakas.


"Cari apa?" tanya Alzam yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Aaaaa." Melani berteriak sambil menutup matanya saat melihat Alzam keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. "Pak Alzam kenapa gak pakai baju?"


Alzam mengernyit sambil mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil. "Kan aku habis mandi. Tadi lupa nggak bawa gantinya."


"Bilang aja mau pamer," lirih Melani.

__ADS_1


Meskipun pelan, Alzam masih bisa mendengar apa yang keluar dari bibir Melani.


"Memangnya apa yang kau pamerkan padamu?"


Seketika pipi merah nih menjadi merah kembali. Tidak mungkin seorang duda yang sudah memiliki anak, tidak tahu maksudnya.


Karena tak ada jawaban dari Melani, Alzam memberanikan diri untuk mendekati Melani.


"Apa yang aku pamerkan padamu, Mel?" ulang Alzam.


Dada Melani kian bergerumuh saat Alzam berjalan mendekatinya. Tiba-tiba tubuhnya seperti tersengat arus listrik yang membuatnya membeku.


"Pak Alzam mau apa?" tanya Melani gugup.


Alzam tertawa pelan. Sebenarnya ia tak ada niatan apa-apa, ia hanya ingin mengambil bajunya di lemari.


Mata Melani sudah memejam dengan menahan napasnya. Ia takut jika Alzam akan mengambil malam pertamanya. Namun, lama ditunggu tak terjadi sesuatu, akhirnya Melani membuka kembali matanya. Dilihat tak ada Alzam di depannya, ternyata pria dingin itu sedang membuka lemari pakaian. Melani pun mengelus dadanya pelan.


"Sudah aku katakan, aku tak akan meminta apa-apa darimu tanpa seizin darimu," ujar Alzam yang kini sudah mengenakan pakaian lengkap.


Melani memde.sah pelan. Ia merutuki pemikiran yang terlalu jauh menyimpulkan bahwa Alzam akan melakukan sesuatu padanya.


"Mending kamu mandi abis itu kita jemput Deena," ujar Alzam.


Melani hanya mengangguk pelan dan berjalan menuju kamar mandi tanpa kata.


🥕🥕🥕


"Melani kemana, sih?" gerutu Naura disela-sela lelahnya. Ia memijat kedua pelipisnya karena terasa berdenyut. Tidak mungkin Melani diculik, karena pengamanan apartemen sangat ketat.


Lima belas menit kemudian Arya datang dengan napas tersengal karena ia berlari untuk segera sampai di apartemennya.


Saat masuk ke apartemen Arya melihat wajah lelah Naura yang duduk disebuah sofa.


"Ra, bagaimana ceritanya Melani bisa hilang?" tanya Arya langsung.


"Gak tahu, Om. Sewaktu Naura pulang, Melani udah gak ada dan nomernya teleponnya juga gak aktif," jelas Naura.


"Sebelum kita cari Melani kita cek dulu CCTV, kali aja bisa membatu kita," saran Arya.


"Nah, ide bagus tuh, Om. Tunggu bentar ya, aku ganti baju dulu."


Naura berjalan menuju lemari pakaian. Namun, saat ia membuka lemari matanya dibuat shock oleh penampakan isi lemari yang hampir separuh telah hilang. Dan yang tidak ada adalah pakaian milik Melani.


"Om ... Om Arya!" Melani berlari ke sofa dimana Arya menunggunya. "Melani kabur!"

__ADS_1


"Apa?!" Arya tersentak kaget. "Kabur?"


"Iya, Om. Semua pakaiannya gak ada."


"Ya udah, kamu cepetan ganti baju biar kita cek dari CCTV!"


Tak butuh waktu lama, Naura sudah mengganti pakaiannya dan kini telah berada di ruang keamanan. Mereka ingin melihat apakah Melani pergi seorang diri atau ada pihak yang menjemputnya.


Saat itu mata Naura membulat saat melihat gambar Alzam berada didepan pintu apartemen dan Melani yang membukakan pintu menyuruhnya untuk masuk. Tak berselang lama, keduanya keluar dengan koper yang di seret oleh Alzam.


"Ternyata Melani gak hilang ataupun kabur, Om. Dia dijemput suaminya," ujar Naura pelan.


Arya yang mendengar hanya bisa menghela napas beratnya. Berarti saat ini Melani sudah pulang ke rumah suaminya?


"Kapan dia pulang, ya?" gumam Naura. Pasalnya selama dua bulan ini Alzam pergi tanpa kabar berita dan itu ada faktor yang membuat Melani memilih meninggalkan rumah Alzam.


"Aku pikir Melani akan meninggalkan pria dingin itu, tapi nyatanya cinta mengalahkan segalanya. Cinta itu emang buta, meskipun sudah tersakiti, tetapi ia masih ingin bertahan. Lalu apakah aku juga akan mempertahankan mas Kanna yang sudah menjadi milik orang lain?" gumam Naura.


Arya yang melihat kenyataan jika Melani telah kembali bersama suaminya merasa patah hati. Padahal ia sangat berharap jika Melani berpisah dengan suaminya dan ia akan menikahinya. Namun, semua hanya tinggal khayalan semata.


🥕🥕🥕


Ternyata penculikan saat itu masih mengisahkan trauma untuk Deena. Bocah itu enggan untuk bertemu dengan Melani. Padahal Kanna dan juga Zahra telah memberikan pengertian pada bocah itu. Namun, bocah itu masih memiliki trauma yang mendalam.


"Mel, maafkan Deena ya, tapi aku janji akan memberikan dia pengertian nanti," ujar Zahra yang merasa tak enak hati pada adiknya, karena Deena gak ingin menemuinya.


"Gak papa, kok, Mbak. Deena itu masih anak-anak. Masih terbawa suasana hati."


Karena tak berhasil membawa Deena, akhirnya Alzam memilih untuk pulang. Ia melihat bagaimana raut sedih di wajah Melani.


"Sudahlah, gak usah kamu pikirkan. Kamu tahu sendiri kan Deena pernah mengalami hal serupa dan penculikan itu bukan kali pertama untuknya, jadi dia masih menyimpan rasa trauma," hibur Alzam.


"Iya, Pak. Aku tahu."


Mobil pun kini melesat membelah keramaian jalanan yang sedikit ramai. Alzam tahu bagaimana perasaan Melani yang sedang menyembunyikan rasa kecewanya, karena mendapatkan penolakan dari Deena. Akhirnya ia berinisiatif untuk mengajak Melani ke suatu tempat untuk menghiburnya dan berharap jika malam ini bisa meninggalkan kesan terbaik untuk Melani.


.


.


.


...🥕🥕🥕...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


Halo-halo, selagi menunggu novel ini update lagi, mampir dulu my besty gak gak kalah seru ceritanya PERNIKAHAN RAHASIA ANAK SMA 2



__ADS_2