
...Lebih baik pergi menjauh daripada bertahan dengan rasa sakit yang akan terus-menerus menggerogoti hati. Biarlah semua hanya menjadi sebuah cerita, karena kamu selama akan ada dalam ingatan....
...~Naura~...
Selamat Membaca
Butuh waktu beberapa hari untuk meyakinkan diri. Berharap ia tak menyesal dengan keputusannya. Saat bertahan tak bisa dihargai, maka pergi adalah pilihan terbaik.
Naura sudah memutuskan jika ia ingin tinggal di villa milik Kanna yang ada diluar kota. Selain untuk menenangkan pikiran, ia ingin hidup tanpa beban.
"Kamu yakin ingin tinggal disana, Mel? Tempat itu bagaikan rumah ditengah hutan. Kamu tak akan menemukan warung, ataupun rumah sakit. Jika terjadi sesuatu denganmu bagaimana?" tanya Zahra dengan rasa tak setuju dengan keputusan Naura yang ingin mengikuti jejaknya untuk tinggal di Villa.
"Mbak Ara saja bisa bertahan sampai lima tahun, lalu mengapa aku tidak bisa? Aku pasti bisa lebih dari itu, Mbak. Aku sudah terbiasa hidup susah, jadi aku pasti bisa melewatinya," ujar Naura dengan penuh percaya diri.
Saat ini masa depannya telah hancur. Pria yang tak sengaja menanam benih di rahimnya enggan untuk bertanggung jawab, jikapun bertanggung jawab, maka anak yang ia lahirkan kelak anak menjadi milik Arya. Sebagai seorang ibu, jelas saja Naura menolak dengan keras dan memilih untuk tak mendapatkan tanggung jawab asal tak kehilangan anaknya.
"Baiklah, jika kamu sudah yakin." Akhirnya Zahra menyetujui Naura untuk tinggal di Villa milik Kanna.
Akhirnya Zahra dan Kanna mengantarkan Naura ke Villa. Jika dengan cara seperti ini bisa membuat Naura bisa merasakan kebahagiaannya, sebagai seorang kakak Zahra hanya bisa pasrah.
"Jika terjadi terjadi sesuatu segera hubungi kami, Ra," pesan Zahra sebelum meninggalkan Naura.
"Iya, Mbak. Aku akan segera menghubungi kalian jika terjadi sesuatu. Kalian tidak usah khawatir aku akan baik-baik saja di sini," balas Naura bibir yang mengembang luas.
Karena saat ini Zahra tidak membawa Deena dan Kala maka ia memutuskan untuk langsung pulang ke kota, terlebih saat ini dirinya juga kurang sehat.
"Mbak Ara juga jaga diri dengan baik, jaga kesehatan."
Dengan berat, akhirnya Zahra meninggalkan Naura di villa milik Kanna, tempat yang pernah ia gunakan untuk menenangkan diri saat terpuruk dalam kehancuran.
__ADS_1
Namun, baru saja mobil itu meninggalkan halaman Villa, tiba-tiba Zahra merasa pusing dan mual. Karena tidak menginginkan sesuatu terjadi pada Zahra akhirnya Kanna memilih untuk putar balik ke Villa.
"Astaga ... Mbak Ara kenapa, Mas?" tanya Naura panik ketika melihat Kanna telah membopong tubuh Zahra.
"Zahra kurang sehat. Sepertinya kami akan bermalam di sini, karena aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya," ujar Kanna.
***
Waktu begitu cepat berlalu, siapa yang menyangka jika Zahra telah dinyatakan hamil kembali saat usai Kala belum mencapai 2 tahun. Saat ini usia kandungan Zahra juga sudah menginjak 2 bulan. Dalam waktu yang bersamaan ketiga kakak beradik itu hamil secara serentak dengan dengan jarak waktu 1 bulan.
Awalnya Zahra merasa sangat frustasi karena kelalaiannya yang tidak memakai alat kontrasepsi. Namun, sebagai seorang suami Kanna selalu memberikan pencerahan kepada Zahra, bahkan anak itu adalah rezeki dari Tuhan yang harus dijaga. Banyak di luar sana yang sudah menikah bertahun-tahun tetapi tak juga memiliki anak. Bersyukurlah Zahra ketika ia pernah dinyatakan sudah tidak bisa memiliki anak lagi, namun nyatanya iya masih bisa bereproduksi dengan baik.
Saat Zahra yang menemani Kala bermain di teras, tiba-tiba ia diterkejutkan oleh seseorang yang muncul begitu saja tanpa permisi. Ia memiliki tubuh tegap dengan sorot mata yang tajam. Entah dilihat dari mana sehingga sesar tersebut memiliki julukan hot duda.
"Om Arya." Zahra menatap Arya yang sudah berdiri didepannya.
"Dimana Naura?" tanya Arya tanpa basa-basi.
"Katakan saja di mana Naura saat ini!"
Zahra semakin mencibir ucapan Arya. Bagaimana bisa tanpa badai dan angin, tiba-tiba Arya datang untuk menanyakan dimana Naura berada. Selama ini ia kemana saja saja sehingga baru sekarang datang untuk mencari Naura ketika adiknya sudah merasa bahagia dengan hidup yang ia jalani saat ini.
"Aku tidak tahu!" ucap Zahra dengan ketus.
"Bohong! Aku tahu kamu pasti telah menyembunyikan Naura!"
"Jika aku memang menyembunyikan Naura, lalu apa hubungannya dengan om Arya? Sedangkan om Arya tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah Om lakukan kepada Naura," cibir Zahra.
"Kamu jangan lupa jika saat ini Naura sedang mengandung anakku!" tegas Arya.
__ADS_1
Seketika Zahra menertawakan atas ucapan Arya yang mengakui jika saat ini Naura sedang hamil anaknya. Lalu dimaana Arya saat itu, saat sedang dibutuhkan oleh Naura. Bahkan dengan jelas saat itu Arya menolak untuk bertanggung jawab dan menyuruh Naura agar menggugurkan kandungannya.
"Om juga harus ingat jika Om Arya sudah mencampakkan Naura begitu saja. Bahkan pernah meminta Naura untuk menggugurkan anaknya. Lalu sekarang datang untuk mengakui jika itu anak Om. Om Arya gak usah bermimpi untuk bisa menemukan Naura, karena ia telah pergi jauh dan takkan kembali!" kata Zahra dengan tegas.
Mata Arya terfokus pada Kala yang sibuk bermain sendiri. Ada rasa yang berdenyut di dalam dadanya saat melihat bocah itu. Karena sibuk bekerja ia sampai melupakan dengan sosok malaikat kecil yang telah lama dirindukan oleh orang tuanya. Bahkan saat ini mantan istrinya juga sudah memiliki seorang anak. Yang lebih parah lagi ketika ia dikatakan pria man.dul. Itu sebabnya Arya datang mencari Naura karena ingin membuktikan jika dirinya tidak man.dul.
"Aku tidak percaya! Sekarang katakan di mana Naura berada atau aku akan—"
"Akan apa?" Potong Kanna saat Arya hendak mengancam istrinya. "Bukankah saat itu kamu enggan untuk bertanggung jawab lalu mengapa tiba-tiba kamu datang untuk mencari Naura? Apakah kamu baru menyadari jika saat ini kamu sangat membutuhkan Naura untuk membuktikan bahwa kamu bukanlah pria man.dul?"
Tangan Arya sudah mengepal dengan keras. Ingin sekali ia menghancurkan bibir Kanna.
"Aku akan mencari tahu sendiri dimana Naura berada. Jangan menyesal jika aku berhasil menemukannya!" kata Arya sebelum meninggalkan rumah Kanna.
"Silakan kamu cari sampai Ke ujung dunia, karena kamu takkan pernah menemukan dimana Naura berada. Lupakan dia, anggap dia tak pernah ada," ujar Kanna dengan tatapan matanya yang tajam.
Arya berlalu dengan perasaan kecewa. Ia tidak percaya jika Naura telah pergi untuk selamanya. Bagaimana bisa ia membuktikan pada semua orang jika dirinya bukanlah pria man.dul.
"Tidak mungkin Naura bunuh diri. Aku yakin jika Naura masih hidup dan bersembunyi di sebuah tempat. Aku harus akan mencari keberadaan Naura dengan caraku sendiri."
.
.
...🥕🥕🥕...
...BERSAMBUNG...
Sambil menunggu detik-detik End, mampir dulu yuk ke novel teman aku judulnya KU REBUT SUAMI KAKAKKU, baca ya
__ADS_1