Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
124 | Bertemu Dengan Om Arya


__ADS_3

Meskipun bibir bisa tersenyum, tetapi tidak dengan hati. Rasa perih tak bisa dibalut dengan kata maaf. Satu Minggu Alzam berada di kota Paris baru memberikan kabar pada Melani. Itupun karena Melani meminta tolong pada Zahra untuk menghubungi Alzam.


Hanya kata maaf yang Alzam katakan padanya karena ia tak sempat memberi kabar. Bagi Melani sikap Alzam sudah sangat keterlaluan. Meskipun ia tak miliki rasa cinta, apa salahnya mengirimkan pesan jika ia sudah sampai ditempat tujuan agar Melani tak berpikir macam-macam.


'Aku tidak tahu apakah ini bagian rencana dari mas Alzam untuk menghindar dariku atau memang memiliki pekerjaan yang urgent. Apakah aku terlalu egois ingin memiliki cintanya, sedangkan ia tak mencintaiku.' batin Melani saat menunggu kedatangan Adam.


Hari ini ia sengaja membuat janji dengan Adam di sebuah cafe tempat biasa mereka bertemu. Kali ini ia ingin meminta bantuan dari satu-satunya teman yang ia miliki. Berharap bisa membantunya keluar dari masalah yang ada.


Adam yang mendapatkan pesan dari Melani merasa girang saat perempuan yang diincarnya meminta bertemu di tempat biasa. Mungkin saat ini Melani telah ada hati untuk dirinya?


"Mau kemana?" sentak ibunya.


Adam terdiam untuk sesaat. Ia tak mungkin untuk memberitahu ibunya jika akan menemui Melani, bisa-bisa dirinya langsung dikurung ke kamar.


"Mau nongkronglah, Ma," kilah Adam.


"Sama siapa?"


Adam menghela napas panjang. "Sama anak-anaklah, Ma. Gak mungkin sama kang bakso. Mama ini lucu, deh. Dah ya, Adam pergi dulu. Assalamualaikum." Adam pun segera ngacir meninggalkan mamanya sebelum bertanya macam-macam.


"Untung bisa lolos." Adam mengelus dada setelah berhasil kabur.


..


Sesampainya di cafe tempatnya untuk bertemu dengan Melani, Adam segera mencari keberadaan perempuan yang sedang menunggu dirinya. Tepat meja paling sudut, Melani melambaikan tangannya saat melihat Adam.


"Dam!" panggil Melani.


Adam yang melihat lambaian tangan Melani langsung bergegas untuk menghampirinya.


"Sorry telat," ujarnya.


"Gak papa. Aku baru aja datang kok," balas Melani dengan tersenyum.


Melihat senyum yang menawan, membuat dada Adam berdesir.


'Ya Allah, nikmat manakah yang harus ku dustakan saat melihat senyum indah bidadari surga ini?' batin Adam dengan mengelus dadanya.


"Kamu kenapa, Dam?" tanya Melani yang melihat Adam bengong.


"Ah, gak ada, Mel," kilah Adam. "Eh, ngomong-ngomong ada apa kamu ngajak kita bertemu. Apakah ada hal penting?"


Melani terdiam untuk sesaat sebelum pada akhirnya ia menghela napas panjangnya.


"Dam, aku sedang membutuhkan bantuanmu. Bisakah kamu membantuku?" Melani menaikkan alisnya berharap Adam bersedia membantu dirinya.

__ADS_1


"Dengan senang hati, Adam akan bersedia membantu kamu," celotehnya.


Karena Adam mengatakan telah bersedia, maka Melani segera mengutarakan niatnya tanpa basa-basi terlebih dahulu.


Adam sangat tak percaya dengan permintaan konyol Melani hanya bisa melotot lebar. "Jangan bercanda, Mel!"


"Aku tidak bercanda, Dam. Saat ini hanya kamu yang bisa menolongku, karena aku tak memiliki teman selain kamu," ucap Melani dengan mengiba.


"Maaf Mel, untuk masalah ini aku nggak bisa bantu kamu," tolak Adam. "Tapi kalau suruh menikahimu aku bersedia."


"Ayolah, Dam. Please bantu aku."


"Gak bisa, Mel. Tapi—" Adam menjeda ucapannya untuk beberapa saat.


"Tapi apa?" tanya Melani penasaran.


"Tapi aku punya Om yang duda, kali aja dia mau memikahi kakakmu."


Melani terdiam untuk berpikir. Jika Adam tidak bisa membantunya, tidak ada salahnya untuk mengikuti saran darinya.


"Aku mau liat dulu bagaimana bentuk Om kamu. Kalau ganteng, aku ambil deh," ujar Melani.


"Tenang aja, dia itu hot duda. Aku yakin jika mbak Na akan klepek-klepek kalau liat Om Arya."


Karena telah mencapai sebuah kesepakatan, akhirnya Melani bersedia untuk bertemu dengan om Arya yang dikatakan hot duda oleh Adam. Melani harus memastikan jika om Arya itu pria gagah dan tampan. Jangan sampai tak seperti bayangannya.


15 menit keduanya menunggu pria yang dikatakan hot duda dengan tak sabar, terlebih Melani yang segera ingin melihat bagaimana bentuk model hot duda ini.


"Awas aja kalau sampai gak sesuai ekspektasi ya!" kata Melani yang tidak yakin dengan ucapan Adam.


"Kali ini kamu harus percaya kepadaku, karena aku berkata jujur. Kita tunggu aja bentar lagi om Arya pasti datang."


Benar saja ucapan Adam, hanya berselang 5 menit om Arya mendatangi meja di mana akan berada.


"Sorry Dam, lama nunggunya," ujar seorang pria yang baru saja menarik kursi di depan Adam.


Adam yang menyadari jika om Arya sudah datang segera mengenalkan pada Melani. Jangan ditanya lagi bagaimana Melani menatap pria yang ada di depannya. Bahkan ia susah payah menelan kasar salivanya. Ucapan Adam memang tak salah jika mengatakan om Arya adalah hot duda. Diusia yang hampir memasuki kepala empat gaya style-nya bak anak remaja. Bahkan jika dilihat dari wajahnya om Arya tak seperti seorang duda.


"Om, kenalin ini Melani, teman Adam." Adam memperkenalkan Melani pada omnya.


Melani segera disadarkan dari lamunannya ketika Adam menyenggol tangannya. Dengan cepat Melani mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Om Arya. Dengan senyum yang memerkah Melani memperkenalkan diri. "Melani," ucapnya.


Dengan tersenyum Arya membalasnya. "Arya."


Ternyata keadaan tak seperti yang diinginkan. Saat ini Adam layaknya obat nyamuk karena om Arya dan Melihat begitu cepat akrab. Bahkan keduanya tak mengingat jika di depan mereka ada Adam yang sedang kesal.

__ADS_1


"Mela! Ini konsepnya gimana?" tanya Adam yang terabaikan.


"Ah, maafkan aku. Kau khilaf."


Karena niat awal hanya ingin makan siang bersama, Arya tak keberatan jika mereka jalan-jalan sebentar untuk mengelilingi Mall. Namun, Adam menolak dengan keras dan mengatakan jika mereka ada urusan lain.


Melani yang merasa tidak memiliki acara lain, tidak menolak saat Arya mengajaknya untuk jalan-jalan sebentar.


"Ya udah kalau kamu ada urusan, pulang aja dulu. Aku sama om Arya ingin jalan sebentar," kata Melani yang tak mengerti akan syarat yang diberikan oleh Adam.


"Iya nggak papa. Nanti Om yang antar Mela pulang," timpal omnya.


Adam menjebak kuat rambutnya. Ia benar-benar frustasi ketika Melani malah lebih memilih om Arya daripada dirinya. Padahal sudah jelas jika pertemuan kali ini hanya untuk melihat bagaimana sosok Om Arya. Pantas atau tidak untuk menikahi Naura. Namun, sepertinya Melani yang tersihir oleh ketampanan omnya. itulah mengapa omnya mendapatkan julukan hot duda yang mampu menghipnotis semua kaum hawa.


"Mel, jangan lupa niat awal! Niat kita hanya untuk mencarikan suami untuk Naura, bukan untukmu!" tegur Adam pelan.


"Iya, aku tahu. Aku hanya tidak ingin melepaskan kesempatan saat aku bisa berjalan dengannya. Kapan lagi aku bisa seperti ini kalau tidak sekarang?"


Adam tak bisa berbuat apa-apa saat Melani bersikeras untuk jalan bersama dengan om Arya. Dengan kesal Adam hanya mengikuti dua orang yang benar-benar terlihat sangat akrab meskipun baru mengenal.


'Ya Allah nyesel aku memperkenalkan om Arya pada Melani. Yang ada bukan mencomblangkan om Arya dengan Naura, tetapi om Arya dengan melayani. Sungguh tragis memang kenyataan ini. batin Adam.


Mau tidak mau dengan keterpaksaan, Adam mengikuti dua orang yang berjalan di depannya. Ada rasa kesel bercampur dengan cemburu saat melihat dua orang yang membuat hatinya terasa panas.


Tak terasa ternyata sudah 1 jam mereka mengelilingi Mall dan kini saatnya untuk kembali pulang. Entah mengapa Arya merasa sangat bahagia saat bertemu dengan Melani. yang sesuai dengan kriterianya. Sepertinya saat ini dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama. Bahkan om Arya yang tak hentinya berterima kasih kepada Adam karena telah memperkenalkan dirinya dengan Melani.


"Dam, kali ini pilihanmu sangat cocok. Aku menyukainya," ujar om Arya saat ingin naik ke dalam mobil.


Adam hanya cemberut saat melihat mobil omnya sudah meninggalkan tempat parkiran, karena omnya pergi dengan membawa Melani.


"Sial! Mengapa malah Melani yang di bawanya? Ya Allah mengapa bisa sampai salah konsep seperti ini?" keluh Adam dengan hatinya yang terasa nyeri.


Hanya dalam hitungan menit om Arya mampu mengubah segalanya. Bahkan dia bisa merebut Melani darinya. "Dasar Melani durhaka! Mengapa malah terbuai dengan om duda itu, sih?!" gerutu Adam yang kian kesal.


.


.


.


...🥕🥕🥕...


...TERSAMBUNG...


halo halo aku datang lagi. siap-siap akan ada lahannya kebakaran, mohon siapkan air sebanyak-banyaknya. sambil menunggu novel ini up lagi, mampir dulu yuk ke novel temen aku dengan judul UN FAMILIAR BROTHER, mampir ya

__ADS_1



__ADS_2