Belenggu Pernikahan Semu

Belenggu Pernikahan Semu
157 | Akhir Cerita


__ADS_3

Terkadang apa yang kita harapkan tak sesuai dengan kenyataan. Saat kita sudah ikhlasin pasrah, tetapi takdir Tuhan berkata lain. Begitulah yang dirasakan oleh Alzam selama 7 tahun. Saat dirinya telah yakin akan perasaannya, tiba-tiba semua itu terpatahkan lagi dengan kepergian Melani untuk selamanya.


Sejak saat itu, Alzam harus membesarkan Alma seorang diri, tanpa meminta bantuan siapapun, meksipun ia tidak punya pengalaman untuk mengurus orang bayi. Semua itu Alzam lakukan untuk mengganti waktunya yang telah terbuang saat ia tak bisa untuk membesarkan Deena kala itu.


Ini adalah kali kedua ia ditinggal pergi untuk selamanya oleh orang yang ia cintai. Saat hatinya telah ia buka, namanya tanya marah terkecewakan lagi. Hingga membuat Alzam memilih untuk menutup kembali pintu hatinya untuk wanita lain. Ia hanya ingin fokus untuk membesarkan Alma dengan cinta dan kasih yang ia miliki.


Setelah menginap satu malam di rumah Kanna, akhirnya Alzam memutuskan untuk pulang ke rumah lamanya. Meskipun terasa berat, Zahra melepaskan Alma untuk pulang bersama Alzam, karena ia tak memiliki hak atasnya.


"Lain kali Alma nginep lagi disini ya?!" pinta Zahra saat ingin melepaskan Alma pulang.


Bocah itu mengangguk pelan seraya menyunggingkan senyum dibibirnyanya. "Iya Ma," ucapannya.


Kala yang juga mengantar Alma ke teras mendadak menahan lengan Alma.

__ADS_1


"Jika kamu merasa takut saat sendirian, kamu sebut saja nama aku, karena saat itu aku akan datang di hati mu."


Lagi-lagi Alma hanya menyunggingkan senyum dibibirnyanya. "Iya, Kak."


"Astaga, Kala ... kamu masih kecil udah pinter aja merayun!" protes Deena yang mendengar ucapan Kala.


"Memangnya kenapa? Aku hanya ingin menguatkan dia saja," sanggah Kala.


"Sudah-sudah, kalian ini mah ribut. Alma gak usah dengerin mereka ya. Kalau kamu merasa takut di rumah Papa kamu, kamu boleh kok bobok disini," timpal Zahra.


"Tentu boleh, dong. Kalau papa kamu melarang, bilang sama Mama, biar Mama yang akan memberi perhitungan padanya," ujar Zahra dengan candanya.


"Iya, kalau sewaktu-waktu kamu ingin tidur di sini gak papa, tapi untuk malam ini kita akan tidur di rumah," kata Alzam.

__ADS_1


Alma mengangguk pelan lalu mengikuti langkah papanya untuk naik ke sebuah mobil Kali ini ia telah dijemput akan Kanna, karena setelah 7 tahun, perusahaan yang dimiliki oleh Alzam sempat tempuruk dan karena sebuah masalah yang belum sempat ia selesaikan membuat perusahaan itu bangkrut. Kini Alzam tak memiliki apa-apa, hanya tersisa rumah yang ia punya. Bahkan setelah ini ia juga harus berpikir bagaimana cara bertahan untuk membesarkan Alma.


"Jika kamu butuh sesuatu katakan saja, jangan sungkan!" ujar Kanna disela-sela mengemudinya.


"Kamu tak usah mengkhawatirkan nasibku yang menyediakan ini. Aku masih bisa berdiri sendiri!"


Kanna hanya tersenyum tipis. Disaat seperti ini pun Alzam masih angkuh seolah masih merasa kuat. "Anggap saja saat ini kita adalah keluarga. Mungkin kamu bisa menutupi kerapuhanmu, tapi jangan pernah lupa jika Alma masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Sejak lahir dia belum pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya, jadi aku harap kamu tak membatasi kedekatan Zahra dengan Alma. Zahra tulus menyayangi Alma. Aku harap kamu kelak kamu tak egois," ucap Kanna panjang lebar.


"Aku tahu."


...~~~...


Yang belum konfirmasi masih aku tunggu ya, karena jika gak ada kabar juga aku anggap gugur. Terima kasih atas kesetiaan kalian untuk mengikuti cerita ini. Karena cerita ini sudah panjang lebar maka aku ingin mengakhiri novel ini sampai di sini 😊 Jangan lupa mampir juga ke novel baru aku ya 😊 Lanjut novel ini ( cerita Naura, Arya dan seseorang )

__ADS_1


Judul Novel : BELENGGU CINTA YANG SEMU



__ADS_2