Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 102 Kabar burung


__ADS_3

Di kediaman Iskandar


...Shella terlihat sedang menanam bunga di halaman rumahnya, namun entah ini takdir buruk atau apa tiba tiba saja Shella melihat Erika tengah berjalan dengan menatap ke arahnya....


...Awalnya Shella ingin segera buru buru masuk, karena ia sudah malas jika harus ribut dengan Erika pagi pagi begini....


...Namun sayang niat hati ingin menghindar malah Erika yang menghampirinya dengan suara yang nyaring....


" Oh lagi nanam bunga, emang bisa tumbuh? oh ya jelas bisa tumbuh dong, hati laki laki aja bisa ditumbuhin apalagi cuman tanaman iya kan" ucap Erika dengan nada menyindir


" Mbak saya mohon itu sudah berlalu lama sekali, apa kita tidak bisa berdamai saja?" ucap Shella


" Berdamai? enak aja situ ngajak berdamai, kehidupanku sudah hancur kau malah mengajak damai, jangan pernah mimpi deh" ucap Erika dengan nada tegas di setiap kata katanya


...Shella menghela nafas panjang mendengar kata kata menyakitkan dari Erika, seolah olah kata kata pedas dari Erika kini sudah menjadi seperti makanan sehari hari bagi Shella....


...Shella hanya bisa pasrah menerima cacian bahkan umpatan dari Erika. Bukannya tidak sakit hati dengan kata kata yang keluar dari mulut Erika hanya saja Shella mencoba diam karena ia merasa bersalah atas kejadian lalu dan juga karena merebut Reina dari Erika tanpa sepengetahuannya....


" Biarlah ini menjadi ladang penebus dosa dosaku padamu mbak, aku akan mencoba bersabar menerima semua cacianmu" ucap Shella dalam hati kala melihat kepergian Erika setelah ia cukup puas mengatai Shella pagi ini.


...Shella lantas masuk ke dalam rumah kemudian mengistirahatkan sejenak tubuhnya di meja makan dengan meminum sedikit air limau untuk menyegarkan dahaganya....


" Jika Erika saja bisa menjadi seperti itu, bagaimana jika Reina mengetahui hal yang sebenarnya? apakah dia akan membenciku juga sama seperti Erika?" ucap Shella pada diri sendiri.


...Shella lantas mengambil ponselnya dan mendial nomor Revan di sana....


" Halo " ucap Revan dengan suara khas bangun tidur


" Oh apa ibu mengganggu tidurmu van?" tanya Shella ketika mendengar suara berat Revan yang terdengar ketika menjawab telpon.


" Oh tidak apa apa bu, Revan juga akan bangun hanya saja masih sedikit merenggangkan tubuh" ucap Revan


" Apa ibu bisa bertemu denganmu van?" ucap Shella dengan hati hati


" Tentu bisa bu, katakan saja di mana tempatnya biar nanti aku dan Reina langsung datang ke sana." ucap Revan


" Oh tidak perlu mengajak Reina, ibu hanya ingin bicara empat mata dengan mu" ucap Shella

__ADS_1


" Apa ibu yakin?" tanya Revan memastikan


" Iya nak, apakah bisa?" tanya Shella


" Baiklah bu"


" Syukurlah, kalau begitu sampai ketemu nanti van, ibu minta kamu rahasiakan dulu pertemuan ini dari Reina ya van" ucap Shella


" Ibu tenang saja, jangan terlalu khawatir tentang Reina" ucap Revan menenangkan ibu mertuanya itu.


" Terima kasih banyak van, ibu tutup dulu telponnya" ucap Shella


" Iya bu " ucap Revan kemudian Shella lantas memutus sambungan telponnya.


" Semoga saja langkah yang aku ambil sekarang adalah yang terbaik" ucap Shella pada diri sendiri


.......................................


...Sementara itu di perusahaan MD enterprise tengah beredar rumor yang langsung menyebar luas entah dari mana asalnya....


" Wih gila gak sih seorang pak Revan aja selingkuh apalagi modelan kayak cowok gue" ucap salah satu karyawan perempuan yang tengah asik bergosip.


" Bener, apalagi nih ya denger denger selingkuhannya lagi hamil sekarang. Bisa kalian bayangkan bakal sesakit apa jika jadi bu Iriana" imbuh yang lainnya lagi


" Betul itu, ku kira dulu yang selingkuh hanya orang bejat saja, ternyata orang tajir melintir dan rupawan seperti pak Revan juga bisa toh" ucap lainnya lagi menambahkan bumbu bumbu pedas di setiap kata katanya.


...Dari arah samping Wili tengah melangkah melewati kerumunan yang sedang bergosip itu kemudian langsung berhenti ketika nama bosnya disebut sebut dalam bahan gosipan mereka....


" Apa kalian sudah bosan bekerja disini, jika memang sudah bosan kalian bisa langsung pergi dan meletakkan surat pengunduran diri kalian di meja saya." ucap Wili dengan nada yang tinggi memecah kerumunan tersebut.


" Maaf pak" ucap salah satu dari mereka


...Setelah melihat yang datang menghampiri mereka adalah Wili yang notabennya adalah kaki tangan Revan, pada akhirnya satu per satu dari mereka mulai meninggalkan kerumunan tersebut karena takut mereka akan di pecat jika terus berada di sana....


" Siapa yang menyebarkan rumor yang tidak tidak di kantor?" ucap Wili dalam hati sambil kemudian melanjutkan langkahnya ke ruangannya.


...Sepanjang koridor menuju ruangannya Wili terus mendengar hal yang tidak tidak tentang Revan dan Reina....

__ADS_1


" Ini benar benar harus di luruskan sebelum menyebar luas dan sampai terdengar ke awak media, tentu saja hal itu akan menurunkan saham perusahaan ini jika sampai itu terjadi." ucap Wili ketika sampai di ruangannya.


..........................


Sementara itu di mansion milik Revan


...Revan terlihat menyenderkan punggungnya di sandaran ranjang setelah mendapat telpon dari mertuanya. ...


" Reina kemana? apa ia sedang di bawah?" tanya Revan pada diri sendiri karena tidak mendapati Reina di sisinya ketika bangun tadi.


...Karena tidak mendapati Reina di sisinya Revan lantas bangkit berdiri hendak ke kamar mandi kemudian turun untuk menyusul Reina di bawah....


...Baru juga Revan bangkit ponsel miliknya lagi lagi berdering dan membuat Revan mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi....


" Halo, ada apa wil?" ucap Revan setelah mengusap ikon warna hijau di layar ponselnya.


" Terjadi masalah di kantor tuan" ucap Wili melapor kepada Revan.


" Masalah apa?" tanya Revan lagi


" Anu tuan.... entah dari mana sumber yang mereka dapatkan kini di kantor sudah heboh tersebar gosip, saya hanya takut itu akan mempengaruhi saham kita nantinya" ucap Wili namun tidak berani mengatakan secara gamblang tentang gosip tersebut.


...Sedangkan Revan yang mendengar ucapan Wili lantas mengerutkan keningnya dengan bingung, sejak kapan gosip mempengaruhi sahamnya?...


" Gosip apa yang kau maksud? jangan terlalu bertele tele wil" ucap Revan dengan nada datar


" Itu tuan saya mendengar gosip tentang anda yang mengatakan bahwa anda berselingkuh dengan nyonya Reina tuan, tidak hanya itu mereka juga sangat bersimpati kepada Iriana karena menurut mereka Iriana adalah korban dalam masalah ini." ucap Wili menjelaskan isu yang telah menyebar luas di seluruh kantor.


" Apa apaan itu? dapat berita dari mana mereka bisa berspekulasi seperti itu" ucap Revan dengan emosi.


" Saya juga tidak tahu tuan" ucap Wili dengan sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya karena Revan yang tiba tiba saja berteriak kencang.


...Tiba tiba saja Revan teringat kejadian kemarin waktu di pantai ketika Revan dan Reina bertemu dengan Anita mulai terlintas di kepalanya satu persatu....


" Jangan jangan ini ulah Anita?" ucap Revan dalam hati menduga duga.


" Aku akan segera ke sana wil, sementara itu kau panggil Anita untuk datang ke ruangan ku setelah ini" ucap Revan kemudian memutus sambungan telponnya.

__ADS_1


" Masalah apa lagi ini? kenapa tidak pernah ada habisnya?" ucap Revan pada diri sendiri kemudian bangkit berdiri dan melanjutkan langkahnya ke kamar mandi yang sempat tertunda.


Bersambung


__ADS_2