Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 67 Berbuat mesum


__ADS_3

...Pada akhirnya Revan terpaksa mengikuti kemauan Reina untuk pergi padahal Revan masih penasaran dengan cara aman yang di maksud Cika tadi. Sementara itu setelah kepergian Reina dan Revan, Cika terkekeh geli melihat kelakuan keduanya hingga sudut matanya berair....


" Kamu sudah berubah van, bahkan kamu berubah jauh lebih baik dari Revan yang ku kenal dahulu. Meski aku tidak seberuntung Reina tapi aku merasa bersyukur karena dirimu pernah singgah di hatiku meski tanpa bisa ku miliki." ucap Cika yang melepas kepergian Revan dan Reina sambil mengingat kenangan masa lalunya.


...Reina menarik tangan Revan hingga sampai ke parkiran, Reina benar benar tidak habis pikir kenapa pikiran Revan selalu tidak jauh jauh dari hal mesum....


" Revan benar benar keterlaluan harusnya kalau mau tanya tentang itu jangan langsung pada intinya, aku kan jadi malu." ucap Reina dengan wajah yang masih merah padam bak kepiting rebus.


" Rein Reina kenapa kamu jadi bengong apa kamu sedang sakit, kenapa wajahmu merah sekali?" ucap Revan yang bingung karena wajah merah padam Reina.


...Reina yang mendengar perkataan Revan langsung melotot tak percaya, Revan benar benar seperti tanpa dosa setelah mengucapkan pertanyaan yang sensitif tadi....


...Sebenarnya itu merupakan pertanyaan yang wajar bagi setiap pasangan yang istrinya tengah hamil muda namun entah mengapa saat pertanyaan itu terdengar oleh Reina malah jadi memalukan....


" Revaaaaaaaaaaannnnnn" ucap Reina dengan nada yang kesal kemudian masuk ke dalam mobil.


" Bener bener the one only tuh si Reina untung istri gue kalau kagak.... ya bakal gue nikahin lah." ucap Revan dengan tertawa receh pada diri sendiri sambil masuk ke dalam mobil.


...Sepenjang perjalanan pulang hanya kesunyian yang menyapa keduanya, Reina hanya menatap kaca mobil memperhatikan jalanan sekitar dengan bersenandung lirih tanpa ada niatan sedikit pun membuka pembicaraan pada Revan....


...Revan melirik sekilas ke arah Reina kemudian tersenyum lalu mengambil tangan kanan Reina kemudian mencium punggung tangannya sehingga membuat kaget Reina yang tengah menatap ke luar jendela....


" Revan apa yang kamu lakukan? itu berbahaya kamu sedang berkendara." ucap Reina dengan terkejut.


" so simpel Rein, autopilot aktif " ucap Revan dengan tersenyum sambil menatap Reina.


Detik selanjutnya mobil mengeluarkan bunyi klik dan terdengar suara " mode autopilot telah aktif".


...Reina yang mendengar itu seakan terperangah tidak percaya bisa bisanya Revan menganggap segala hal seremeh itu tanpa memikirkannya dahulu....


" Revan, meski begitu jangan terlalu percaya pada sebuah fitur, dalam segala hal selalu ada sisi kurang dan lebihnya." ucap Reina yang tak suka dengan sifat Revan yang satu ini.


" Tenanglah Rein, aku selalu memastikan terlebih dahulu segala keamanannya jadi kamu tidak perlu khawatir." ucap Revan sambil mencium kembali punggung tangan Reina.

__ADS_1


" Revan aku tidak suka ya, tolong fokus menyetir saja karena ini membuatku takut." ucap Reina lagi.


...Revan yang mendengar penuturan Reina lantas langsung menurutinya kemudian menonaktifkan mode autopilot pada mobilnya....


" Sudah ya jangan marah lagi, ingat stres itu sangat buruk bagi kesehatan janin jadi kamu harus lebih rileks lagi, oke Rein?" ucap Revan sambil melirik Reina dengan tersenyum.


...Reina yang mendengar itu kemudian memutar bola matanya ke kiri dengan malas lalu tersenyum dengan terpaksa....


" Rein.... bisa gak lebih ikhlas lagi senyumnya?" ucap Revan sambil memandang lurus ke depan menatap jalan sekitar.


" Iya nih..." ucap Reina sambil tersenyum lebar.


...Revan kemudian membalas senyuman Reina dengan mengusap gemas rambut Reina. Reina yang di usap rambutnya awalnya ingin marah karena perlakuan Revan membuat rambutnya berantakan namun ketika sadar Revan telah menghentikan mobilnya di area parkiran taman wisata ragunan seketika rasa kesal Reina hilang dan berganti dengan tatapan berbinar ke arah Revan....


" Van apa ini sungguhan? kamu yakin?" ucap Reina dengan senyum yang mengembang.


" Bukannya kamu menginginkannya? jika tidak apa kita akan pulang?" goda Revan


" Revvvvvvvvvaaaaaannnnnnn" ucap Reina dengan cemberut.


" Makasih van" ucap Reina sambil menyentuh pipi kanan Revan kemudian mencium pipi sebelah kiri Revan.


...Revan yang mendapat serangan mendadak dari Reina langsung melotot menatap Reina namun dengan posisi diam mematung....


Reina yang melihat ekspresi lucu Revan lantas tertawa gemas.


Mendengar tawa Reina Revan kemudian menarik tengkuk Reina dan menciumnya sekilas.


" Harusnya begitu aturannya" ucap Revan dengan tersenyum.


...Reina kemudian tersenyum dan ganti membalas Revan dengan menarik tengkuk Revan dan menciumnya sekilas juga namun yang membuat berbeda setelah Reina mencium bibir Revan ia langsung turun ke leher Revan kemudian mencium area leher Revan dengan sedikit menjilatinya kemudian memundurkan kepalanya ke posisi duduk semula lalu tersenyum....


Revan lagi lagi terperangah dengan inisiatif Reina kali ini.

__ADS_1


" Ternyata benar ya, libido perempuan akan meningkat melebihi dari biasanya ketika hamil namun aku menyukai itu." ucap Revan dalam hati sambil menelan salivanya kasar.


" hahahhahahahahaha bagaimana Revan? apa aku sudah terlihat ahli sekarang?" ucap Reina dengan sesekali terkekeh geli apalagi ketika melihat wajah plonga plongo Revan setelah mendapat serangan mendadak darinya.


" Benar benar ahli..." ucap Revan dengan tersenyum miring sambil geleng geleng kepala.


...Detik kemudian tentu saja hasrat Revan menjadi terpacu apalagi ketika mendapat ciuman di leher dari Reina tentu membangunkan sesuatu yang lain di bawah sana....


Revan mendekat ke arah telinga kiri Reina kemudian membisikan sesuatu yang membuat bulu kuduk Reina meremang merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya.


" Kamu sudah membangkitkan sesuatu di bawah sana Rein" bisik Revan tepat di area sensitif Reina kemudian mengecup leher Reina sekilas namun dengan merata hingga tulang selangka Reina tapi tanpa meninggalkan tanda cinta di sana.


...Revan sengaja tidak meninggalkan tanda cinta karena Revan sadar posisi mereka tengah berada dalam mobil dan bukan tempat yang tepat untuk melakukan hal itu, namum karena hasrat yang sudah menggebu Revan benar benar tidak bisa menahannya hanya saja Revan berusaha untuk tetap bisa mengontrol dirinya agar tidak lepas kendali....


...Reina menikmati setiap sentuhan dari Revan tak ayal ******* perlahan keluar dari mulut kecilnya, sesekali tangan Reina dengan reflek menjambak rambut Revan perlahan yang malah semakin membuat Revan menggebu gebu....


Mereka berdua hanyut dalam surga dunia yang mereka ciptakan namun pada tempat yang bukan semestinya mereka lakukan.


...Sampai tiba tiba kaca mobil milik Revan di ketuk oleh seseorang dan hal itu membuat Revan juga Reina langsung diam membeku di tempat bingung harus melakukan apa....


" Tenang Rein, bersikap santai saja seperti tidak terjadi sesuatu dan ikutin arahan gue oke." bisik Revan pada Reina yang sudah mulai mengeluarkan bulir bulir keringat di dahinya.


Reina yang mendengar instruksi Revan hanya menganggukkan kepalanya.


Revan kemudian bangkit membenarkan posisi duduknya lalu membuka kaca mobil perlahan.


" Siang pak " ucap sekuriti yang menghampiri Revan.


" Iya, ada yang bisa saya bantu?" ucap Revan dengan ramah.


" Apa yang sedang bapak lakukan berduaan di dalam mobil dengan kaca mobil yang gelap? apa bapak sedang berbuat mesum disini?" ucap sekuriti tersebut.


" Aduh apa perbuatan ku dan Revan terlihat dari luar hingga sekuriti menghampiri kami." ucap Reina dalam hati sambil menelan salivanya kasar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2