Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 97 P&R ?


__ADS_3

...Revan kembali ke rumah tepat jam 6 sore karena Revan harus mampir dulu mengunjungi Saina di rumah Lila, belakangan ini Saini sangat rewel ia terus merengek meminta untuk pulang dan bertemu Reina....


...Sebenarnya Revan kasihan jika harus melihat Saina terus merengek seperti itu, hanya saja situasi belum memungkinkan untuk membawa Saina pulang ke rumah apalagi setelah kematian Putra dan juga masalah baru yang mulai bermunculan karena ulah tuan besar yang Revan sendiri tidak tahu siapa itu....


...Pada akhirnya Revan hanya bisa memberi Saina pengertian untuk tetap tinggal di rumah bersama dengan Lila, awalnya memang susah untuk membujuk Saina agar tetap tinggal di mansion utama namun sedikit demi sedikit akhirnya Saina mau mengerti dan menerimanya....


...Revan menitipkan Saina pada Lila setidaknya sampai suasana dirasa cukup kondusif, Revan hanya bercerita garis besarnya saja tentang situasi yang sedang menimpanya saat ini karena Revan takut jika ia menceritakan secara rinci apa yang tengah terjadi pasti hanya akan menambah beban pikiran untuk Lila....


...Sepulangnya dari rumah orang tuanya, Revan tidak langsung menemui Rena melainkan pergi ke ruang kerjanya terlebih dahulu di mana Wili sudah menantinya sedari tadi....


Cklek


" Tuan " ucap Wili yang langsung berdiri kala melihat yang membuka pintu adalah Revan.


Revan lantas melangkah memasuki ruang kerjanya kemudian mengambil sebatang rokok.


" Apa ada hal yang mencurigakan ketika proses pemakaman berlangsung?" ucap Revan sambil menyalakan sebatang rokok lalu dihisapnya.


" Semua berjalan lancar tuan, hanya saja terdapat sumbangan sebesar 1 milyar yang di terima keluarga Putra tanpa identitas yang jelas." ucap Wili menjelaskan situasi yang terjadi ketika pemakaman berlangsung.


" Kamu sudah mencoba menelusuri asal dana tersebut?" tanya Revan sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya.


" Cukup sulit menelusurinya karena bentuk dana yang di berikan berupa uang tunai, namun setelah saya cek lagi, ternyata pemberian dana sumbangan tersebut melalui paman dari Putra sendiri. Bukankah itu sedikit aneh tuan?" ucap Wili


" Kau benar Wil ini tidak semudah yang kita kira, semua firasat mu tentang kematian Putra benar adanya. Kini kita hanya harus mencari tahu siapa tuan besar yang di maksud oleh Putra dan apa tujuan sebenarnya ia mencari masalah dengan kita." ucap Revan sambil kemudian mulai mematikan puntung rokoknya lalu duduk di kursi kebesarannya.

__ADS_1


" Apakah ini ada hubungannya dengan Gerald tuan? bisa saja karena dia marah atas apa yang telah dilakukan Putra pada nyonya Reina kemudian menghabisinya?" tanya Wili dengan hati hati takut Revan akan marah karena pertanyaannya.


" Memang tidak menutup kemungkinan Gerald juga ikut jadi tersangka dalam hal ini, selidiki Putra terlebih dahulu pasti kita akan menemukan titik terang dari sana dan siapa itu tuan besar." ucap Revan


" Baik tuan saya permisi " ucap Wili kemudian melangkah pergi meninggalkan Revan di ruang kerja sendirian.


...Revan hanyut cukup lama merenungi kasus ini karena semakin di cari maka akan semakin sulit terpecahkan. Revan lantas mengeluarkan kembali surat yang ditulis Putra untuknya dan membacanya berulang berharap mendapat petunjuk dari sana....


...Revan terus membolak balikkan kertas tersebut dan mencari sesuatu di sana. Saat Revan melihat sudut kertas tiba tiba ia baru menyadari bahwa terdapat huruf P di sana dan ketika Revan mengecek ujung sisi sebelahnya tertulis huruf R di sisi satunya....


" Kenapa tidak sama hurufnya?" ucap Revan dalam hati bertanya tanya.


" Tunggu dulu pasti ada maksud dari kedua huruf yang berbeda di setiap ujungnya." ucap Revan


...Revan lantas mengingat ingat bentuk awal dari surat tersebut tadi pagi, setelah cukup lama mengingat Revan langsung spontan berteriak....


...Tanpa berpikir panjang lagi Revan lantas mulai melipat kertas tersebut mengikuti bekas lipatan yang ada pada kertas tersebut, hal itu memakan waktu yang lama sekali karena memang terdapat beberapa lipatan yang sudah tidak pada tempatnya sehingga Revan kesulitan untuk merangkainya kembali....


...Hampir 2 jam lamanya Revan berkutat dengan selembar kertas tersebut sampai akhirnya terbentuk dengan sempurna....


" Akhirnya..." ucap Revan dengan lega kemudian langsung membalik lipatan tersebut dan terlihatlah tulisan " P&R " di sana.


...Melihat huruf yang muncul di sana tentu langsung membuat Revan frustasi dan menganggap usahanya selama 2 jam merakit kertas tersebut terbuang sia sia....


" Sial....... he P&R? Putra dan Reina maksudnya? benar benar sialan, perjuanganku merakit kertas selama 2 jam hanya sia sia saja" ucap Revan kesal sambil kemudian melempar kertas tersebut ke tempat sampah.

__ADS_1


...Revan lantas langsung berwajah masam kala mengingat kebodohannya yang malah merangkai kertas tersebut mengikuti bentuk aslinya tanpa berpikir terlebih dahulu....


" He P&R? kuno? hari gini masih pakai inisial seperti itu ..." ucap Revan dengan kesal dan terus mengulang huruf P&R hingga beberapa kali sampai kemudian.....


" tunggu dulu P&R P&R P&R sepertinya aku tidak asing dengan inisial tersebut tapi di mana ya...." ucap Revan kala merasa melewatkan satu hal yang penting padahal Putra sudah memberinya petunjuk dengan jelas.


...Revan mengetuk ketukan jarinya ke meja sambil berpikir keras di mana ia pernah melihat inisial tersebut. Karena tak kunjung teringat dimana Revan pernah melihatnya Revan lantas membuka laptop miliknya dan mulai mengetik huruf P&R disana....


...Revan baru teringat di mana dia melihat inisial huruf tersebut ketika sebuah artikel muncul di layar laptopnya dengan judul "Perusahaan P&R group telah berhasil memenangkan tender seharga puluhan milyar rupiah"....


...Revan kemudian baru menyadari bahwa P&R yang dimaksud Putra dalam suratnya adalah P&R group....


" Bagaimana aku bisa sebodoh itu" ucap Revan pada diri sendiri merutuki kebodohannya.


.............................................


...Sementara itu di dalam kamarnya Iriana tampak tengah menatap langit langit kamarnya sambil melamun entah memikirkan apa....


...Entah mengapa beberapa hari ini Iriana merasa ada yang aneh dengan ibunya apalagi setelah pembicaraan terakhir mengenai Iskandar Erika tampak mulai berubah....


...Erika kini sering sekali pulang malam dan jarang di rumah ketika Iriana bertanya tentang alasannya Erika selalu menjawab bahwa ia pergi arisan bersama teman temannya....


...Memang tidak ada yang aneh dari kata arisan, tapi yang membuat Iriana bingung adalah ibunya benar benar berubah 360 derajat dari gaya berpakaiannya hingga polesan mack up di wajah Erika kini tampak lebih segar dan menarik dari usianya yang kini hampir menginjak usia kepala 5. Tidak hanya itu Iriana bahkan sering mendapati tanda merah di leher ibunya yang tentu saja Iriana tahu apa arti dari tanda merah diarea leher ibunya....


" Apa mama punya kekasih baru? atau mama kini...... enggak enggak, gak mungkin kan mama jadi seorang j*l**g?" ucap Iriana pada diri sendiri sambil menatap ke langit langit kamarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2