
...Keesokan harinya Reina terbangun karena merasakan tangan besar seperti tengah menindihnya, Reina lantas tersenyum kala mendapati siapa pemilik tangan tersebut jika bukan Revan suaminya....
Reina kemudian berbalik dan menelusup ke dada bidang milik suaminya.
" Kenapa Rein?" ucap Revan yang sadar dengan perpindahan posisi Reina.
" Apa aku membangunkan mu?" tanya Reina sambil mendongak menatap ke arah Revan.
" Apa pinggang mu sakit?" tanya Revan sambil mengusap perlahan pinggang Reina dengan mata yang masih terpejam.
...Usia kandungan Reina memang sudah memasuki minggu ke 20 sehingga Reina terkadang mulai merasakan pinggang yang sakit ketika tidur meski tidak terlalu parah namun Revan selalu bisa mengerti kapan waktu Reina merasakan tidak enak di bagian pinggangnya....
" Semalam kenapa kamu lama sekali pulangnya?" tanya Reina
" Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan dulu jadi aku sedikit pulang terlambat" ucap Revan.
" Masalah apa?" tanya Reina penasaran
" Nanti kamu juga akan tahu, aku masih menyelidikinya jadi kamu jangan terlalu khawatir ya nanti ketika semuanya sudah jelas aku akan menceritakannya padamu" ucap Revan mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Janji van" ucap Reina lagi yang tahu Revan hanya mengalihkan arah pertanyaannya saja tanpa mau menjawab.
" Ya tentu" ucap Revan kemudian mengelus pipi Reina secara perlahan.
" Apa kamu mau ke pantai?" tanya Revan yang tiba tiba saja terlintas kata pantai di benaknya.
" Apa kau yakin?" tanya Reina dengan sumringah
" Ya, kenapa tidak" ucap Revan lagi dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya.
" Baiklah kalau begitu aku akan bersiap" ucap Reina yang langsung bangkit untuk pergi ke kamar mandi.
" Hati hati Rein ingat kamu sedang hamil..." teriak Revan kala melihat Reina yang berlarian kecil karena kegirangan.
" Siap bos"
" Setidaknya dengan begini Reina akan sedikit lupa dengan masalahnya." ucap Revan pada diri sendiri.
................................
Di kediaman Iriana
...Pagi ini lagi lagi Iriana melihat ibunya berpenampilan kasual dengan mack up yang terlihat cantik natural untuk seusianya....
__ADS_1
" Mama.." ucap Iriana
" Hai sayang, sini sarapan mama buat sandwich kesukaanmu" ucap Erika dengan senyum yang mengembang.
" Mama mau kemana pagi pagi kok sudah rapi?" tanya Iriana sambil menarik kursi dan duduk di sana.
" Biasalah bisnis " ucap Erika sambil mengerlingkan matanya sebelah.
Iriana yang mendengar hal itu lantas semakin di buat curiga oleh ibunya.
" Mama tidak aneh aneh kan?" ucap Iriana dengan nada khawatir
" Tentu saja tidak, tenang saja nak kamu nanti tinggal menikmati hasilnya saja." ucap Erika dengan senyum yang merekah.
" Mama Iriana mohon hentikan semua hal yang sedang mama lakukan apapun itu, karena aku mempunyai firasat buruk akan hal ini." ucap Iriana yang lantas langsung menghentikan gerakan Erika.
Erika lantas menatap ke arah Iriana dengan tatapan tidak suka.
" Kamu yakin menyuruh mama menghentikannya? meski nanti imbalannya kamu akan mendapat Revan kembali?" tanya Erika menatap dalam dalam manik mata anaknya.
Mendengar perkataan ibunya lantas membuat Iriana semakin bingung dan tidak mengerti.
" Apa maksud mama?" tanya Iriana
" Jangan bilang mama dalang dari kejadian yang menimpa Reina kemarin" ucap Iriana menerka nerka karena sebab kejadian yang menimpa Reina kemarin Gerald selalu terlihat uring uringan seperti kesetanan bahkan ketika melakukan hubungan intim bersama Iriana kemarin Gerald melakukannya dengan sangat kasar seolah seperti sedang melampiaskan kekesalannya.
...Erika nampak diam sesaat detik berikutnya barulah ia menghela nafas panjang seakan mengiyakan pertanyaan Iriana barusan....
" Apakah ini tidak keterlaluan ma?" tanya Iriana dengan wajah khawatir karena jika sampai Gerald tahu mamanya dalang di balik musibah yang menimpa Reina maka dapat dipastikan mamanya hanya akan tinggal nama nantinya.
" Kamu tenang saja yang terpenting sekarang kamu bisa mendapatkan Revan kembali, bukankah itu yang kamu inginkan selama ini?" ucap Erika
" Aku.... aku juga tidak tahu ma" ucap Iriana tiba tiba
" Mana semangatmu yang dulu? kenapa sekarang kamu menyerah begitu saja." tanya Erika karena melihat anaknya sekarang lebih banyak diam ketimbang bertindak.
" Aku sudah lelah ma" ucap Iriana
" Mama benar benar kecewa padamu, di saat mama memperjuangkan hak mu lantas kamu sedang apa sekarang? bangun Iriana tidak kah kamu ingin bersama dengan Saina dan juga Revan?" ucap Erika dengan nada yang menggebu gebu.
" Ma...."
" Sudahlah mama menyerah menasihatimu, pikirkan lagi kata kata mama dan renungkan hal itu." ucap Erika kemudian melangkah keluar dengan menenteng tas kecil miliknya.
__ADS_1
" Mama...." ucap Iriana sambil terus menatap kepergian ibunya hingga menghilang dari pandangan.
….......................................
Suasana di kediaman Permadi
" Saya sudah menyelidikinya dan benar bahwa kematian Putra adalah perbuatan Gerald tuan" ucap Fajar kepada Permadi
" Aku sudah tahu hal itu bahkan Gerald sendiri yang mengatakannya padaku. Apa menurutmu aku adalah ayah yang buruk?" ucap Permadi dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh Fajar.
" Anda ingin jawaban yang jujur atau manipulasi tuan?" tanya Fajar karena takut salah bicara mengenai permasalahan yang sedang di hadapi tuanya itu.
" Mendengar pertanyaan mu barusan aku menyadari satu hal, bahwa aku ayah yang buruk bukan? sudahlah tak perlu bertele tele aku juga sudah menyadarinya hanya saja aku selalu lari dari permasalahan yang ku hadapi." ucap Permadi dengan raut wajah sedih.
" Masih ada waktu untuk memperbaikinya tuan" ucap Fajar menyemangati tuannya
" Kau benar tentang itu, hanya saja Gerald sudah terlalu membenciku, kau tahu sendiri bagaimana sifatnya aku yakin bahkan kini dia sudah menganggap ku mati" ucap Permadi dengan pasrah
" Memang sulit awalnya tuan tapi jika tuan mau bersabar sedikit lebih lama lagi aku yakin Gerald pasti akan luluh dan memaafkan tuan." ucap Fajar
" Apa aku harus mulai mencobanya?" tanya Permadi dengan terus mencari keyakinan di hatinya.
" Tentu tuan tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu hal baik" ucap Fajar dengan tulus.
" Ya kau benar" ucap Permadi dengan senyum yang terukir di wajahnya.
...Saat keduanya tengah hanyut ke dalam pembicaraan dari luar ruangan terdengar suara pintu di ketuk dan tak lama setelah pintu terbuka seorang asisten rumah tangga nampak berjalan mendekat dari arah luar....
" Permisi tuan diluar ada tamu yang mencari anda" ucap art tersebut
" Siapa?" tanya Permadi
" Ibu yang beberapa hari belakangan sering berkunjung ke sini" ucap art itu lagi
" Baiklah suruh dia masuk kesini " ucap Permadi
" Baik tuan " ucap art tersebut kemudian melangkah pergi sambil menutup kembali pintu ruangan tersebut.
" Aku harus mengurus yang satu ini, kau bersantailah dulu nanti aku akan menghubungimu" ucap Permadi pada Fajar agar memberinya ruang dengan tamu yang baru saja datang berkunjung.
" Baik tuan" ucap Fajar yang langsung mengerti kode dari Permadi
Bersambung
__ADS_1