
...Setelah waktu berlalu cukup lama akhirnya Revan dan Reina memutuskan untuk pulang dan menjemput Saina di rumah Lila. Shella dan Iskandar mengantar Revan dan Reina sampai halaman depan rumah dan melambaikan tangan hingga mobil yang di tumpangi Revan dan Reina hilang dari pandangan....
...Dari arah seberang rumah terlihat Erika sedang diam mematung menyaksikan interaksi di depan rumahnya itu. Rasa marah serta benci kembali meluap ke permukaan kala mendapati Iskandar dan Shella tertawa bahagia di atas penderitaannya....
" Bahkan sekarang mantan suami anakku juga kalian renggut, kalian benar benar manusia serakah" ucap Erika dengan nada yang emosi.
...Iriana yang melihat mamanya berdiri mengintip di jendela merasa aneh kemudian menghampirinya....
" Apa yang sedang mama lakukan?" ucap Iriana penasaran.
" Mama hanya sedang melihat manusia manusia serakah itu" ucap Erika sambil menunjuk Iskandar dan Shella yang tengah tertawa dan berjalan masuk ke rumah.
" Mama kenal mereka? bukannya mereka pemilik baru rumah di depan ya ma" ucap Iriana dengan nada bingung karena melihat Erika begitu emosi.
" Iya mama bahkan sangat sangat mengenalnya benar benar wanita munafik" ucap Erika kemudian melangkah pergi meninggalkan Iriana sendiri.
Iriana yang di tinggalkan benar benar bingung dengan sikap ibunya.
" Ma apa yang salah? mama tunggu.." ucap Iriana sambil berlari mengikuti ibunya.
....................
Sementara itu di kediaman Mahendra
Setelah memarkirkan mobilnya Reina dan Revan langsung masuk kedalam rumah.
" Kalian sudah datang ya, sini Rein Saina sedang asyik menggambar." ucap Lila yang melihat anak serta menantunya sudah datang.
...Saina yang mendengar suara Lila memanggil nama Reina lantas mendongak kemudian bangkit dan berlari dengan kegirangan minta di gendong Reina....
" Mamiiiiiiii" ucap Saina sambil berlari dengan merentangkan tangannya.
...Revan yang melihat Saina akan naik ke gendongan Reina kemudian langsung mencegahnya....
" Sain stop....." ucap Revan dengan menggelegar yang mengejutkan Lila dan Reina
...Mendengar ucapan Revan yang menggelegar seketika gerakan Saina terhenti dengan wajah yang sedih karena bentakan serta larangan dari Revan....
" Van apa yang kamu lakukan" ucap Reina tidak mengerti dengan Revan.
" Rein apa kamu lupa ada Revan junior di sana, tidak ada acara gendong menggendong titik" ucap Revan tidak ingin di bantah.
__ADS_1
" Revan, Saina hanya minta di gendong kenapa kamu lebay sekali sih." ucap Reina kemudian berjalan menghampiri Saina yang terdiam.
" Sudah ya Saina jangan marah dady tadi hanya bercanda kok, sekarang kita lanjutin menggambarnya yuk " ucap Reina sambil menggandeng tangan Saina menuju ke ruang keluarga kembali.
...Lila yang melihat kelakuan anaknya itu lantas menatap Revan dengan curiga kemudian berjalan mendekat ke arah Revan untuk mengetahui alasannya....
" Kamu ini kenapa sebenarnya sih van?" ucap Lila dengan penuh tanda tanya di kepalanya.
" Hem aku hanya tidak ingin Saina di gendong Reina." ucap Revan dengan menghela nafas.
Lila yang mendengar ucapan Revan lantas mengerutkan keningnya tidak mengerti.
" Apa maksudmu van?" tanya Lila
" Reina hamil ma Revan hanya tidak mau dia kecapekan" ucap Revan
...satu detik dua detik tiga detik masih belum ada respon dari Lila sampai kemudian ketika Lila baru menyadari dan mencerna perkataan demi perkataan Revan barulah ia paham kemudian menatap Revan dengan senyum yang mengembang....
" Apakah itu sungguh? kamu yakin van?" tanya Lila memastikannya lagi.
" Iya ma, Revan memang belum memeriksakannya ke rumah sakit tapi kemarin Rian yang mengatakan bahwa Reina tengah hamil." ucap Revan menjelaskan detailnya.
" Oh astaga ini benar benar kabar gembira, mama akan memberitahukannya pada papa." ucap Lila kemudian berlari untuk mengambil ponsel dan menghubungi suaminya.
" Mami lihat gambal Saina bagus kan" ucap Saina sambil memperlihatkan gambar sebuah keluarga kecil yang bahagia.
...Reina memandang gambar Saina dengan senyum yang mengembang namun saat diperhatikan lagi oleh Reina ada yang aneh di gambar Saina di bagian belakang gambarnya ada gambar seorang wanita yang berdiri di belakang keluarga kecil itu....
" Ini gambar siapa saja Sain?" ucap Reina sengaja memancing Saina untuk bercerita.
" Ini mami, ini dady, ini Saina" ucap Saina dengan menunjuk gambarnya.
" Lalu ini siapa Sain?" ucap Reina sambil menunjuk gambar seorang wanita yang berdiri dibelakang.
" Ini tante jahat mi, dia selalu ada dimana pun dady belada Saina benci dia." ucap Saina dengan emosi.
Mendengar perkataan Saina Reina lantas mulai memutar otaknya mencari tahu siapa wanita yang di maksud Saina.
" Siapa wanita itu ? tidak jangan jangan..... tidak mungkin Iriana kan? kenapa hanya wanita itu yang terlintas di kepalaku." ucap Reina dalam hati.
" Apa yang sedang kamu pikirkan Rein?" ucap Revan yang tiba tiba datang dan langsung bergabung membuyarkan lamunan Reina.
__ADS_1
" Tidak aku hanya sedang memikirkan gambaran Saina." ucap Reina sambil menunjuk gambar Saina karena penasaran dengan reaksi Revan.
" Memang sedang menggambar apa?" tanya Revan
" Sayang kasih tau dady apa yang kamu gambar" ucap Reina
...Saina kemudian menunjukkan gambarnya pada Revan dan mengulangi kalimat yang dikatakannya kepada Reina tadi. Reina terus menerus memperhatikan perubahan ekspresi Revan awalnya Revan memang melihat gambar itu dengan senyum yang mengembang namun ketika Saina mengatakan gambar wanita itu selalu menempeli dady nya ekspresi Revan kemudian berubah menjadi dingin dan datar tanpa mengucap sepatah katapun....
...Reina mengerti sekarang tebakan Reina tentang wanita itu adalah Iriana ternyata benar, bahkan Saina yang anak kecil saja bisa merasakannya kenapa Revan seakan akan buta dan menutup telinga. Jika keduanya saling mencintai kenapa mereka tidak bersama saja bukankah masalah tidak akan jadi serumit ini....
Reina menatap Revan dengan wajah yang sendu tangannya reflek mengusap perutnya yang masih datar.
" Apapun yang terjadi jangan salahkan ayah ya nak, ayah tidak bersalah hanya saja ibu yang datang diantara kisah mereka yang belum usai" ucap Reina dalam hati dengan raut wajah sedih.
…....................
...Sementara itu setelah mendengar kabar kehamilan Reina, Lila bergegas ke kamar untuk menelpon Mahendra yang tengah dinas di luar kota. Mahendra memang sudah menyerahkan kepemimpinannya kepada Revan tapi untuk urusan di kantor cabang perusahaan yang terletak di luar kota Mahendra masih ikut andil dalam mengelolanya, sehingga setiap satu bulan sekali akan ada kunjungan ke berbagai cabang perusahaan yang terletak di luar kota untuk meninjau perkembangan di setiap kantor cabang....
Call on
" Halo iya ma ada apa?" ucap Mahendra di ujung sana.
" Sudah gol pa sudah gol..." ucap Lila dengan nada yang gembira
" Apanya yang gol ma? tim kesukaan papa? yang bener ma skornya berapa?" ucap Mahendra yang turut kegirangan tanpa alasan.
" Iss si papa mah, mama tidak membicarakan sepak bola ini yang lain pa bukan bola." ucap Lila dengan sedikit kesal.
" Bukan bola ? lalu apanya yang gol" ucap Mahendra dengan bingung
" Revan pa Revan, putra mama sudah gol pa haha mama akan dapat cucu lagi." ucap Lila dengan tersenyum bahagia.
" Apa? cucu? papa kira Revan sudah kadaluarsa karena sudah hampir 5 tahun ternyata masih tokcer juga ya hahaha" ucap Mahendra dengan tawa yang menggema hingga terdengar di sambungan telpon.
" Enak aja, papa nyumpahin anak kita? " ucap Lila dengan nada kesal akan kelakuan suaminya itu.
" Enggaklah ma, wong buktinya Revan berhasil kan? malah mama mau jadi nenek lagi. Jadi mama jangan marah ya oke" ucap Mahendra sambil merayu istrinya.
" Au ah pah mama tutup dulu " ucap Lila sambil memutus sambungan telponnya.
Call off
__ADS_1
Bersambung