Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 49 Jangan mencintainya


__ADS_3

...Adegan dibawah ini mengandung unsur 18+ jadi dimohon untuk para pembaca lebih bijak lagi dalam memilih bacaan....


...Selamat membaca...


................................................


" Sial apa yang sudah ku ucapkan, aku benar benar tidak sadar telah mengucapkan kalimat itu." ucap Revan pada diri sendiri sambil merutuki kesalahannya.


" Sepertinya nona Reina tahu tentang pembicaraan tuan" ucap Wili dalam hati yang juga ikut menerka nerka alasannya.


...Revan kemudian melihat kembali ke arah rekaman CCTV dan baru menyadari satu hal, ada yang aneh dalam rekaman CCTV tersebut. Gerak gerik Rian seperti mencurigakan, Rian seperti memang sengaja menyuruh Revan dan Wili ke luar ruangan. Revan kemudian menajamkan pandangannya dan mengikuti arah tatapan Rian yang ternyata adalah Reina....


...Revan memperbesar gambar pada rekaman CCTV dan fokus pada Reina, ada satu hal yang Revan temukan di sana. Air mata Reina jatuh perlahan menetes di sudut matanya yang terpejam dengan tubuh yang sedikit bergetar menahan tangis. Satu fakta yang Revan dapatkan dari rekaman tersebut bahwa Reina mendengar semua ucapannya....


" Bodoh kau Revan, mulutmu selalu saja keluar tanpa filter. Aku benar benar tidak sengaja mengucapkan itu, aku hanya marah karena melihatnya bersama Gerald. Revan Revan Revan" ucap Revan dengan emosi sambil menendang kaki meja di depannya.


" Sudah kuduga nona Reina pasti mendengarnya" ucap Wili dalam hati dengan tetap berdiri setia di samping Revan.


.................


...Sementara itu suasana di dalam mobil yang di kendarai oleh Rian sangat hening, Reina hanya menatap kaca samping mobil dengan pandangan kosong dan tidak ada niatan untuk mulai membuka pembicaraan. Terlebih Saina tengah tertidur hingga membuat suasana semakin sunyi dan canggung....


" Rein apa kamu mencintai Revan?" ucap Rian memecah keheningan diantara mereka yang langsung menjurus kepada intinya.


...Reina yang mendengar hal itu hanya melirik Rian sekilas kemudian menghela nafas panjang dan menatap Saina yang tertidur pulas....


" Tebakan ku benar ya ?" ucap Rian lagi karena tidak mendapat jawaban apapun dari Reina.


" Apa terlalu jelas yan?" ucap Reina kemudian sambil menatap Rian menunggu jawaban.


" Jika bagiku itu tentu sangat jelas Rein, namun sayangnya Revan terlalu buta hingga tidak bisa melihatnya." ucap Rian dengan nada yang lirih.

__ADS_1


"............" Tidak ada tanggapan apapun dari Reina kecuali tarikan nafas yang panjang sedari tadi.


" Jangan mencintai Revan Rein" ucap Rian lagi dengan tiba tiba yang membuat Reina seketika membisu.


Reina yang mendengar hal itu langsung menatap Rian untuk mencari kesungguhan dari perkataannya itu.


" Aku tahu, aku memang tidak pantas untuk mencintainya aku dan Iriana bagaikan langit dan bumi, benarkan?" ucap Reina dengan nada yang sedih.


Rian yang mendengar hal itu lantas mengerutkan kening tidak mengerti maksud ucapan Reina.


" Bukan itu yang aku maksud, kamu terlalu berharga Rein jika hanya untuk di sakiti oleh Revan. Memang benar kamu dan Iriana bagaikan langit dan bumi tapi kamu jauh lebih lebih baik dari Iriana Rein, jadi stop untuk membandingkan dirimu dengan Iriana." ucap Rian yang menghentikan laju mobilnya karena sudah sampai di mansion milik Revan.


Reina yang mendengar ucapan Rian diam terpana seakan tak percaya bahwa kata kata itu keluar dari mulut Rian yang notabennya adalah sahabat Revan.


" Terima kasih yan karena sudah menjadi penenang yang baik untuk masalahku." ucap Reina sambil membuka pintu mobil untuk turun.


Ketika Reina sudah turun dan ingin menutup pintu mobil Reina kembali bersuara.


Rian yang melihat kepergian Reina begitu terpana akan sosok Reina yang tegar dan juga penyayang.


"Jika aku adalah kau van, aku tidak akan pernah menyianyiakan seseorang seperti Reina." ucap Rian pada diri sendiri kemudian melajukan mobil menuju Rumah sakit.


..................................


Sementara itu di perusahaan P&R group Gerald tengah menerima servis yang di berikan oleh Iriana.


Di ruang khusus peristirahatan di ruang kantor Gerald tengah bercinta bersama Iriana, d*s***n dan erangan sudah tak terhitung lagi jumlahnya.


Iriana yang memang sudah bertahun tahun melayani Gerald sangat memahami di mana letak kepuasan laki laki itu.


" Kau begitu tau cara memuaskan ku sayang." ucap Gerald

__ADS_1


" Apa kamu mau sesuatu yang lebih baby?" ucap Iriana sambil bermain di dada bidang milik Gerald dan memberikan beberapa tanda cinta di sana.


...Iriana terus menyesapi area leher Gerald dengan gerakan yang sensual, tangan Gerald mulai bermain di punggung Iriana dengan gerakan yang nakal dan semakin keatas hingga ketika tangan Gerald sampai pada rambut panjang milik Iriana, Gerald menarik rambut itu dengan kasar hingga Iriana meringis kesakitan tanpa tahu apa kesalahannya....


" Kau sudah bermain main di belakangku rupanya, apa kau pikir aku tidak tahu" ucap Gerald dengan berbisik di telinga Iriana dengan tangan yang masih menjambak rambutnya.


" Ge kau salah paham" ucap Iriana dengan menahan sakit di area rambutnya karena di tarik oleh Gerald.


"Apa Gerald tau kalau aku bertemu dengan Revan dan menggodanya?" ucap Iriana dalam hati sambil meringis kesakitan.


" Jangan menangis sayang aku tidak akan memarahi mu, justru aku suka dengan caramu itu." ucap Gerald kemudian melepaskan tarikan tangannya dan menjelajahi setiap inci wajah Iriana.


" Apa yang dia katakan, apa benar dia tidak akan marah?" ucap Iriana dalam hati sambil menikmati setiap sentuhan tangan Gerald.


Gerald mulai menjelajahi setiap lekuk tubuh Iriana secara perlahan dengan tangan yang masih memainkan dua aset kembar milik Iriana.


" Terus dekati Revan, jika kamu berhasil merebutnya aku akan memberi apapun yang kamu mau sebagai gantinya." ucap Gerald dengan menggigit telinga Iriana.


" Apa itu benar sayang? janji ?" ucap Iriana sambil mulai memanjat dan menaiki tubuh Gerald lalu mengalunkan tangannya pada leher Gerald.


" Apapun mau mu aku akan menurutinya." ucap Gerald sambil berbisik dengan disertai hembusan nafas lembut tepat di telinga Iriana yang tentu saja membuat hasrat Iriana semakin terpancing untuk keluar.


...Selanjutnya tentu seperti yang kalian bayangkan Gerald dan Iriana hanyut kedalam kenikmatan dunia berbalut kata haram yang sudah mereka lalui selama 6 tahun belakangan ini. Bukannya Iriana tak menginginkan sebuah pernikahan hanya saja Iriana selalu kalah jika dihadapkan dengan Gerald. Sifat angkuh, kasar, dan juga arogan yang Gerald miliki selalu bisa mengekang Iriana dan membuatnya tunduk menuruti kata kata Gerald....


Bersambung


Ikuti terus kisahnya


Jangan lupa untuk vote, komen, juga like ya


See you...

__ADS_1


__ADS_2