
...Setelah melewati perundingan yang alot dengan pemilik kafe, pada akhirnya sang pemilik mau membuka kafenya lebih awal yaitu tepat pukul 3 pagi, meski terlambat namun setidaknya Wili sudah berusaha sebisanya....
Wili dan Revan memasuki kafe dan langsung di tuntun menuju ke ruang kontrol.
" Tolong putar rekaman cctv pada sekitar jam 9 pagi kemarin" ucap Revan pada pemilik kafe tersebut.
...Mendengar permintaan Revan si pemilik kafe lantas langsung memutar rekaman cctv tersebut sesuai permintaan Revan....
...Revan dan Wili melihat dengan seksama satu persatu pengunjung yang datang ke kafe, tidak banyak pengunjung yang datang karena waktu itu masih terlalu pagi sehingga memudahkan Revan untuk mencari keberadaan Reina....
" Hentikan rekamannya!" ucap Revan tiba tiba kala melihat Reina datang dan langsung duduk berhadapan dengan seseorang.
" Erika! apa yang dia lakukan bersama Reina?" tanya Revan dalam hati sambil menatap layar komputer di depannya.
" Kenapa harus mantan mertua tuan lagi ?" ucap Wili dalam hati
" Bagaimana mau di lanjutkan?" tanya si pemilik kafe tersebut.
" Lanjutkan" ucap Revan singkat
...Rekaman cctv kembali di putar sesuai permintaan Revan dari awal kedatangan Reina hingga terlihat Reina pergi dengan di tarik paksa oleh Erika untuk mengikutinya....
" Sialan wanita tua itu!" ucap Revan dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
" Wil urus yang di sini, aku akan mengurus hal lain terlebih dahulu." ucap Revan dengan nada yang dingin kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Wili dan si pemilik kafe.
" Pasti akan ada badai besar sebentar lagi" ucap Wili sambil menatap kepergian tuanya hingga hilang dari pandangan Wili.
...Revan mengemudikan mobilnya dengan kencang membelah jalanan ibu kota yang masih lenggang....
Revan berkali kali memukul setir mobilnya dengan kesal karena ia kali ini kecolongan oleh Erika.
" Harusnya tadi pagi aku tidak berangkat ke kantor, sial benar benar sial... siapapun kau, jika kau berani menganggu dan mengusik Reina ku maka kau akan menerima balasan yang setimpal atas perbuatan mu" ucap Revan dengan kesal
...Beberapa menit kemudian Revan sampai di depan rumah Iriana, Revan lantas berjalan dengan tergesa gesa dan langsung menggedor pintu rumah walaupun Revan tahu saat ini masih terlalu pagi untuk bertamu....
******************
...Sementara itu Shella yang baru selesai lari pagi dan istirahat di teras, tiba tiba saja di kejutkan dengan suara berisik dari arah rumah Erika....
__ADS_1
...Shella lantas berdiri kemudian memanggil Iskandar di dalam rumah....
" Yah.. ayah cepat sini..." teriak Shella memanggil Iskandar.
Iskandar lantas berlari menuju ke arah Shella berada.
" Ada apa sih bu pagi pagi sudah berisik sekali?" tanya Iskandar yang datang dari arah dalam rumah.
" Lihatlah yah bukankah itu Revan? apa yang ia lakukan pagi pagi begini di rumah Erika?" tanya Shella sambil menunjuk ke arah rumah Erika.
Mendengar ucapan Shella lantas membuat Iskandar mengikuti arah tunjuk Shella.
" Revan? apa yang terjadi kenapa dia seperti itu? " tanya Iskandar kala melihat menantunya tersebut terus menggedor pintu rumah Erika dengan keras dan terburu buru.
" Ayo kita ke sana yah, ibu takut Revan akan terjadi sesuatu" ucap Shella
" Ayo bu" ucap Iskandar sambil menarik tangan Shella untuk segera bergegas menuju ke rumah Erika.
**********
Kembali kepada Revan
" Iya iya sebentar..... siapa sih pagi pagi buta gini bertamu? mana gak ada sopan santunnya sama sekali" ucap Iriana sambil mengomel berjalan ke arah pintu.
...Baru saja pintu di buka sedikit oleh Iriana, dari arah luar Revan tiba tiba langsung mendorong pintu secara paksa agar terbuka sepenuhnya....
" Apa yang kamu lakukan van?" tanya Iriana yang sedikit mundur karena hampir terjatuh oleh dorongan Revan barusan.
" Ke mana ibu mu?" tanya Revan dengan suara ketus.
" Ada di kamar sedang tidur? emangnya ada apa?" tanya Iriana yang penasaran karena tingkah Revan benar benar aneh.
...Mendengar ucapan Iriana, Revan lantas melangkahkan kakinya hendak menuju kamar Erika namun langsung di cegah oleh Iriana....
" Ada apa sebenarnya van?" tanya Iriana sambil menghadang Revan.
" Pergilah aku tidak ada urusan dengan mu" ucap Revan dengan dingin
" Tapi van.." ucap Iriana sambil memegang tangan Revan namun langsung di tepis hingga ia jatuh terhuyung ke belakang dan kata katanya terhenti.
__ADS_1
...Melihat Iriana terjatuh karena dorongannya, Revan hanya diam menatap tanpa ada niatan membantu Iriana berdiri....
" Ada apa ini van?" tanya Iskandar kala melihat menantunya yang memperlakukan Iriana dengan kasar.
...Revan yang mendengar suara tak asing di belakangnya lantas langsung menoleh dan menatap ke arah Iskandar yang baru saja datang bersama Shella....
" Bagus kalian datang, ada yang ingin aku tanyakan juga pada kalian.." ucap Revan kala melihat kedua mertuanya berjalan mendekat ke arahnya.
" Apa telah terjadi sesuatu van yang tidak kami ketahui?" tanya Shella
" Ada...bahkan masalahnya lebih besar karena kalian tak kunjung membuka rahasia yang telah kalian simpan selama ini!" ucap Revan dengan nada kesal.
" Apa maksud ucapan mu van? " tanya Shella yang tidak mengerti maksud ucapan Revan sedangkan Iriana hanya bisa menatap ketiganya dengan bingung tanpa mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.
...Di saat situasi tengah memanas dari arah tangga terdengar suara Erika yang lantas membuat keempat orang yang berada di ruangan itu langsung menatap ke arah Erika....
" Ada apa ini? kenapa kalian malah ribut ribut di rumahku?" tanya Erika yang sedang menuruni anak tangga dengan langkah yang tertatih.
...Revan yang melihat kedatangan Erika lantas langsung berjalan mendekat ke arahnya....
" KATAKAN DI MANA REINA?" ucap Revan dengan penuh penekanan di setiap kata katanya.
...Erika yang mendapat pertanyaan tersebut hanya bungkam tanpa menjawab maupun mengatakan sesuatu yang malah semakin membuat Revan geram dan emosi....
" Atas dasar apa kamu menuduhku ha?" ucap Erika dengan entengnya
" Oh anda ingin bermain kata kata rupanya, baik akan saya tunjukkan buktinya kepada anda" ucap Revan dengan santai.
...Revan lantas mengambil ponsel di sakunya dan mulai mendial nomor Wili di sana....
" Halo wil" ucap Revan ketika sambungan telponnya di angkat oleh Wili.
" Ada apa tuan?" tanya Wili dengan mata yang hanya tinggal 5 watt karena hampir semalaman tidak tidur mencari keberadaan Reina.
" Kirimkan rekaman cctv-nya padaku sekarang" ucap Revan sambil melirik ke arah Erika dan melihat perubahan ekspresi di wajahnya.
" Baik tuan, akan segera saya kirimkan" ucap Wili kemudian terdengar sambungan telpon di matikan oleh Revan.
" Tidak mungkin Revan punya buktinya bukan? aku sudah menghapus rekaman cctv pada saat aku terjatuh ke jurang, lalu bukti apa yang di maksud Revan?" ucap Erika dalam hati sambil menerka nerka.
__ADS_1
Bersambung