
...Pagi itu Reina terbangun karena merasa perutnya seakan di aduk aduk dan mual, Reina segera bangkit dari tempat tidur dan pergi setengah berlari ke kamar mandi bersiap untuk memuntahkan isi perutnya....
Hoek... Hoek....
Reina terus memuntahkan isi perutnya berkali kali hingga lemas dan tak bertenaga.
...Setelah puas memuntahkan semua isi perutnya Reina duduk selonjoran di lantai sambil bersandar pada dinding kamar mandi, peluh keringat sudah membanjiri keningnya Reina benar benar seperti kehabisan tenaga bahkan untuk bangkit saja terasa pusing dan lemas....
" Apa karena aku semalam tidak makan ya jadi maag ku kumat." ucap Reina dalam hati sambil mengusap peluh yang membanjiri keningnya.
Setelah Reina merasa kuat untuk berdiri Reina perlahan bangkit dengan berpegangan pada dinding serta kloset untuk berdiri.
Reina melangkah dengan tenaga yang tersisa kemudian berbaring kembali di tempat tidur.
" Sebaiknya aku istirahat sebentar, siapa tahu setelah tidur aku akan lebih baik." ucap Reina dengan mata terpejam sambil memijat pelipisnya.
Sementara itu Revan yang sudah rapi dengan setelan kantornya perlahan mulai menuruni tangga menuju ke arah meja makan.
Ketika sampai di meja makan Revan sedikit mengerutkan keningnya pasalnya tidak ada satu pun makanan di meja yang biasanya sudah rapi tertata bahkan sebelum Revan turun ke bawah.
" Apa Reina masih marah? biasanya semarah apapun Reina dia tetap akan melakukan tugasnya sebagai istri, tapi hari ini kenapa dia tidak terlihat di manapun." ucap Revan dalam hati sambil terus memandangi meja makan yang kosong.
...Mbok yem yang melihat Revan menatap bengong meja makan langsung menghampiri Revan....
" Apa tuan muda ingin mbok masakan sesuatu?" ucap mbok yem yang membuyarkan lamunan Revan.
" Tidak perlu mbok cukup buatkan saya kopi saja, Reina mana mbok?" ucap Revan
" Tidak tahu tuan biasanya nyonya selalu bangun pagi dan memasak tapi kali ini saya tidak melihat nyonya turun sejak pagi." ucap mbok yem menjelaskan.
" apa terjadi sesuatu dengannya" ucap Revan dalam hati.
" awasi terus Reina mbok, jika terjadi sesuatu hubungi saja aku." ucap Revan
" Baik tuan muda" ucap mbok yem kemudian melangkah pergi untuk membuatkan Revan secangkir kopi.
__ADS_1
Setelah meneguk kopi buatan mbok yem Revan bergegas berangkat menuju kantor.
...Revan memasuki perusahaan MD enterprise...
...dengan perasaan yang gundah karena khawatir dengan Reina yang tidak terlihat sejak pagi....
...Wili mengekori Revan hingga masuk ke ruangannya kemudian membacakan agenda Revan hari ini....
" agenda tuan hari ini pada pukul 8 anda ada pertemuan dengan madam Sena untuk membahas proyek wisata di kota Malang, sedangkan pada pukul 10 sampai jam makan siang akan ada rapat mingguan yang membahas masalah kinerja karyawan selama sepekan serta beberapa proyek penting lainnya, selebihnya anda kosong tuan." ucap Wili
" Baiklah Wil " ucap Revan sambil mengibaskan tangannya menyuruh Wili keluar ruangan.
...Revan mengerjakan agendanya satu persatu dengan perasaan gelisah tak tenang entah apa yang sedang difikirkan Revan tapi ia merasa seperti tidak bisa fokus pada pekerjaannya namun karena tuntutan dalam pekerjaan Revan mencoba sebisa mungkin untuk bersikap profesional....
...Setelah pertemuan dengan madam Sena selesai dan tercapai kesepakatan Revan melanjutkan dengan rapat mingguan kantornya, rapat kali ini berjalan cukup lama karena ternyata banyak sekali karyawan yang sering tidak hadir tanpa adanya izin serta penurunan kinerja karyawan di departemen produksi karena banyaknya keluhan barang tidak datang sesuai jadwal....
...Saat Revan tengah fokus dalam rapat ponsel miliknya bergetar namun karena Revan terlalu fokus sehingga Revan tidak mengetahui bahwa ponselnya terus bergetar....
...Beberapa saat kemudian setelah ponsel Revan yang bergetar kini berganti ponsel milik Wili yang bergetar Wili merogoh ponsel dalam saku jasnya dan melihat nama mbok yem yang tertera di sana....
Wili kemudian bergegas keluar untuk mengangkat telpon tersebut.
" Halo" ucap Wili
" Halo Wil ini si mbok tuan Revan nya ada?" ucap mbok yem
" Tuan sedang rapat mbok, apa ada sesuatu yang mendesak?" ucap Wili
" anu sedari tadi pagi nyonya Reina tidak keluar dari kamar non Saina terus rewel menanyakan maminya, ketika si mbok ketuk pintu kamar nyonya tidak ada jawaban apapun si mbok hanya khawatir terjadi apa apa dengan nyonya." ucap mbok yem dengan khawatir.
" Tenanglah dulu mbok bujuk nona Saina atau alihkan perhatiannya agar tidak rewel, saya akan berbicara dengan tuan" ucap Wili pada mbok yem kemudian mengakhiri telponnya.
Call off
...Setelah menerima telpon dari mbok yem Wili bergegas masuk kembali ke ruang rapat dan langsung mendekat ke arah Revan untuk membisikkan sesuatu....
__ADS_1
...Revan yang mendengar bisikkan dari Wili seketika perasaan gelisah yang sedari tadi pagi menjalar memenuhi tubuhnya. Revan kemudian bangkit berdiri dan langsung pergi keluar dari ruang rapat yang tentu saja membuat bingung semua orang di ruangan rapat tersebut, Wili yang paham betul dengan situasi yang sedang terjadi langsung mengambil alih....
" Rapat untuk kali ini sampai di sini saja, kerjakan segala poin poin yang sudah kita sepakati tadi, rapat selesai " ucap Wili sambil membubarkan rapat.
...Revan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi Revan begitu khawatir dengan keadaan Reina....
...Mobil sampai di depan rumah dengan kurun waktu 15 menit saja sedangkan jika di tempuh dengan waktu normal bisa menghabiskan waktu 30 menit bisa di bayangkan sekilat apa Revan dalam mengendarai mobilnya....
...Revan berlari masuk ke dalam rumahnya, ketika sampai di dalam tidak ada seorang pun di sana Revan kemudian berlari menuju kamar Saina dan setelah sampai di sana Revan melihat mbok yem sedang menidurkan Saina....
" Bagaimana Reina mbok yem?" ucap Revan tiba tiba yang mengagetkan mbok yem.
" Masih di kamar tuan, si mbok gak berani masuk soalnya pintu kamar nyonya Reina terkunci." ucap mbok yem memberi penjelasan.
" Ya sudah biar saya saja mbok yang melihat Reina." ucap Revan kemudian melangkah pergi menuju kamar Reina.
...Revan berjalan dengan langkah cepat menuju kamar Reina, setelah sampai di depan kamar Reina Revan langsung memutar handel pintu namun terkunci Revan kemudian menggedor kamar Reina dan memanggilnya....
Dok dok dok
" Rein buka pintunya, Rein kau baik baik saja? Rein Reina?" ucap Revan terus terusan.
...Sementara itu Reina yang di dalam kamar masih tertidur karena badan yang lemas dan agak mual sehingga niat Reina untuk beristirahat sebentar malah menjadi berjam jam....
...Reina terbangun karena mendengar gedoran serta teriakan Revan, kepala yang semula pusing kini malah berdenyut karena kaget dan langsung terbangun tanpa pemanasan. Reina kemudian memijat pelipisnya sebentar dan melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 siang....
" Astaga aku tidur terlalu lama Saina pasti mencari ku" ucap Reina pada diri sendiri sambil terus memijat pelipisnya.
" Rein Reina kamu kenapa sih buka pintu nya " ucap Revan yang terdengar Reina dari dalam kamar.
" Apa lagi Revan ini teriak teriak kepalaku semakin pusing mendengar teriakannya." ucap Reina sambil perlahan bangkit berdiri dengan berpegangan pada tepi ranjang.
" Jika kamu tidak membukanya aku akan mendobrak pintu ini satu dua ti......" ucap Revan yang bersiap akan mendobrak pintu kamar Reina.
Bersambung
__ADS_1
Ikuti terus kisahnya
See you