
...Pagi itu Reina bangun seperti biasa ketika membuka mata Reina melihat Revan yang masih terlelap dengan damai, bulu mata yang lentik serta hidung yang mancung membuat Revan terlihat bak ukiran sebuah patung dengan bibir yang tipis namun sensual....
" Pantas saja banyak yang menggilainya " ucap Reina dengan nada yang lirih sambil tangannya menyentuh bulu bulu lentik milik Revan.
Reina tersenyum sambil memainkan bulu mata lentik milik Revan kala mengingat tingkah laku Revan semalam yang merajuk seperti anak kecil.
Flashback on
...Malam itu setelah Reina mengatakan bahwa dirinya sedang datang bulan Revan langsung menuntaskan hasratnya sendiri di kamar mandi dengan cemberut, cukup lama Revan di kamar mandi hingga Reina bosan menunggunya hingga pada akhirnya Reina memutuskan untuk kembali ke kamar namun belum sempat kembali ke kamar saat Reina sedang membuka pintu terdengar suara menggelegar dari kamar mandi yang sudah terbuka lebar pintunya....
" Kamu mau pergi kemana setelah melakukan ini padaku ha?" ucap Revan dari kamar mandi kemudian berjalan mendekat ke arah Reina.
...Reina yang melihat penampilan Revan hanya bisa menelan salivanya dengan kasar bagaimana tidak Revan keluar dengan hanya mengenakan handuk di pinggang sampai lutut yang hanya menutupi bagian juniornya saja sedangkan dada Revan di biarkan telanjang menampilkan deretan roti sobek yang terpampang indah di sana....
" Ku tanya kamu mau kemana?" ucap Revan lagi karena tidak mendapat jawaban dari Reina.
" eh aku mau pergi ke kamar lah tidur" ucap Reina sambil berbalik badan kemudian melangkah pergi.
" Berhenti di situ Reina" ucap Revan tegas.
Reina yang mendengar kata kata tegas Revan langsung menghentikan langkahnya dan langsung menoleh Revan dengan bingung.
" Apa lagi Revan?" ucap Reina dengan nada menggoda.
" Berani beraninya kamu meninggalkanku untuk tidur sendiri ketika kamu sudah melakukan hal buruk pada juniorku. Tidak bisa mulai hari ini sampai seterusnya kita tidur bersama." ucap Revan tanpa ingin dibantah.
" Teori apa apaan itu, tidak bisa aku tidak mau pokoknya aku akan tetap tidur di kamarku sendiri." ucap Reina dengan melangkah pergi.
Ketika Reina melangkah pergi tiba tiba tubuhnya terasa seperti terangkat ke atas, siapa lagi pelakunya kalau bukan Revan.
...Revan yang gemas karena Reina tidak menuruti ucapannya langsung menggendong Reina seperti mengangkat karung beras dan membawanya ke kamar kemudian mengunci pintu dengan rapat agar Reina tak bisa keluar lagi....
Flashback off
__ADS_1
Reina bangkit dari tidurnya bergegas pergi ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.
...Setelah selesai dengan ritual di pagi harinya Reina kemudian turun ke dapur untuk mulai memasak sarapan pagi. Saat asyik mengelola bahan bahan pangan di dapur ponsel Reina berbunyi dengan nyaring....
Call on
" Halo yah ada apa?" ucap Reina pada Iskandar di seberang sana.
" Kamu sedang apa nak?" ucap Iskandar basa basi
" Tidak ada yah aku hanya sedang memasak untuk sarapan, apa ayah sudah sarapan?" ucap Reina pada sang ayah di seberang sana.
" belum ibumu masih membuat sarapan di dapur, apa ayah mengganggumu nak?" ucap Iskandar
" Tidak yah ada apa?" ucap Reina dengan khawatir karena tidak seperti biasanya Iskandar seperti ini.
" Ibumu sedang dalam kondisi tidak baik nak, ayah berencana pindah ke Jakarta agar ibu bisa selalu dekat denganmu dan dapat melupakan masalahnya." Ucap Iskandar pada akhirnya sambil menghela nafas panjangnya menandakan bahwa ia juga tidak baik baik saja.
" Tidak nak kamu tenang saja semua masih dalam hal wajar dan baik, jadi kamu tidak perlu khawatir." ucap Iskandar dengan mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin Reina bertanya lebih dalam.
" Baiklah aku percaya pada ayah, untuk urusan rumah ayah langsung pindah saja ke rumah lama Reina jadi ayah tidak perlu repot untuk memindahkan barang." ucap Reina memberi solusi.
" Baiklah " ucap Iskandar
lama hening tidak ada pembicaraan lagi dari ayahnya hingga Reina merasa seperti ada yang tidak beres dengan orang tuanya namun Reina tidak berani menanyakan alasannya karena ia berpikir tidak baik jika mencampuri urusan orang tua terlalu dalam.
" Nak jika ayah dan ibu melakukan kesalahan apa kamu mau memaafkan kami" ucap Iskandar dengan hati hati.
" Yah apa terjadi masalah yang tidak Reina ketahui?" ucap Reina dengan khawatir.
" Tidak kamu tenanglah ayah hanya merasa banyak melakukan dosa padamu juga ibumu nak." ucap Iskandar dengan nada sedih.
" Apa yang ayah katakan tentu aku akan memaafkan ayah, bukankah kita keluarga? dalam sebuah keluarga tidak ada kata maaf atau terima kasih yah, apa ayah melupakan hal itu." ucap Reina sambil menenangkan sang ayah.
__ADS_1
" Kamu memang anak ayah Rein, ayah menyayangimu nak" ucap Iskandar sedikit bernapas lega.
" Aku juga menyayangimu yah" ucap Reina
Call off
Reina tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan orang tuanya namun Reina merasa masalah kali ini cukup besar hingga sang ayah terus menerus mengatakan untuk memaafkannya tanpa Reina tahu alasan atau bahkan penyebabnya.
Pikiran pikiran buruk dan negatif melayang memenuhi isi kepala Reina.
" Tidak mungkin seperti film film di chanel ikan terbang itu kan? mana ada di dunia nyata begituan " ucap Reina dalam hati sambil menerka nerka apa yang terjadi.
Lama Reina melamun memikirkan masalah orang tuannya hingga Reina tak sadar bahwa Revan sudah turun dan berdiri tepat di belakangnya.
" Apa ada sesuatu yang terjadi" ucap Revan tiba tiba yang mengejutkan Reina.
" Astaga Revan, bisa gak kalau datang itu bersuara kamu selalu saja mengejutkanku." ucap Reina sambil mengelus dadanya karena terkejut.
" kenapa kamu selalu membuat ku bertanya dua kali, sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Revan lagi karena Reina tak kunjung menjawab pertanyaannya.
" Tidak ada, hanya saja sepertinya orang tuaku dalam masalah yang besar tapi aku tidak tahu itu apa. Jika ditanya mereka selalu saja menjawab dengan pertanyaan apa aku akan memaafkan mereka jika mereka berbuat salah, bukankah itu aneh van?" ucap Reina sambil memasukkan wortel dan sayuran lainnya ke dalam panci.
" Entahlah aku juga tidak tahu tapi tenanglah semua akan baik baik saja, percayakan semua pada orang tuamu." ucap Revan dengan tulus sambil memegang pundak Reina dan menepuknya perlahan untuk memberinya kekuatan.
" Terima kasih van sudah menenangkan ku" ucap Reina dengan tersenyum.
"Sama sama aku hanya tidak suka melihatmu murung karena akan nampak jelek, tua dan penuh dengan keriput." ucap Revan sambil berlalu menuju meja makan.
" Revaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn" teriak Reina dengan sekuat tenaga yang membuat suara Reina menggema mengisi semua ruangan.
Revan yang mendengar hal itu hanya menutup telinga namun tetap dengan gayanya yang santai duduk menunggu makanan di meja makan.
Bersambung
__ADS_1