
Jakarta Bandara penerbangan SH
...Erika sampai di jakarta pada pukul 9 pagi, perjalanan yang ia tempuh selama 1 jam 30 menit dari Singapura ke Indonesia terasa memakan waktu yang sangat lama. Bagaimana tidak selama perjalanan bayangan bayangan masa lalu terus menghantuinya. Erika masih benar benar belum siap jika tiba tiba ia bertemu dengan Iskandar apalagi jika harus bertemu dengan Shella wanita yang merebut Iskandar darinya....
" Semoga ini hanya firasat ku saja" ucap Erika dalam hati.
Dari kejauhan Iriana berlari menuju sang mama.
" Mama....." ucap Iriana sambil melambaikan tangan ke arah Erika.
Erika yang melihat putrinya melambaikan tangan lantas bergegas menghampirinya.
" Bagaimana perjalanan mama?" ucap Iriana sambil membawa tas ibunya dan berjalan keluar bandara dengan menggandeng Erika.
" Lumayan lah, apa kita akan pulang ke rumah lama kita?" tanya Erika pada sang putri.
" Tidak perlu ma Gerald sudah menyiapkan mama sebuah apartemen jadi mama bisa langsung istirahat." ucap Iriana dengan nada santai.
Erika yang mendengar hal itu langsung menghentikan langkahnya.
" Apa yang direncanakan Gerald? kenapa kamu tidak jujur dengan mama akan hal ini" ucap Erika dengan nada tak suka kepada putrinya.
...Sebenarnya Iriana juga tidak tahu rencana apa yang disusun Gerald sehingga harus melibatkan ibunya namun karena dalam keadaan terpaksa Iriana hanya bisa pasrah mengikuti permainan Gerald....
" Tidak ada ma, mama santai saja jangan berpikir negatif dulu pada Gerald oke" ucap Iriana menenangkan Erika.
" Mama tidak suka ya Iriana jika kamu hanya bisa pasrah diperalat oleh Gerald, mana Iriana yang mama kenal dulu?" ucap Erika dengan sedikit emosi.
" Ma tenanglah dulu nanti kita bahas lagi ya, di sini tempat umum." ucap Iriana dengan nada berbisik karena ia sadar bahwa ia dan Erika sudah menjadi pusat perhatian.
Erika akhirnya menuruti sang putri untuk tenang dan melanjutkan kembali langkahnya.
.............
Sementara itu di mansion milik Revan
...Reina sedang asyik mencoba menu makanan baru, kali ini Reina berniat untuk memberi kejutan pada Revan dengan membawa bekal makan siang ke kantornya....
__ADS_1
...Tidak ada sesuatu yang spesial hanya saja Reina merasa sangat bahagia hubungannya dengan Revan sedikit demi sedikit menjadi lebih baik dan harmonis layaknya pasangan pengantin baru pada umumnya. Reina sangat bahagia ternyata selama ini perasaannya dengan Revan tidak bertepuk sebelah tangan. Reina benar benar tidak menyangka bahwa Revan akan menyambut perasaannya....
" apa mami akan ke kantor dady?" ucap Saina yang tiba tiba bisa mengucap huruf R dengan benar.
" Wah anak mami sudah bisa mengucap huruf R, ayo ulangi lagi Sain Rrrrr" ucap Reina dengan semangat.
" Lllllllll mi" ucap Saina dengan polos
" hahahaha" tawa Reina langsung menggema karena ternyata kata R yang diucapkan Saina hanya kebetulan.
" Mami teltawa? kenapa?" ucap Saina dengan bingung.
" Tidak sayang ayo kita berangkat ke kantor dady, kita kasih dady kejutan oke " ucap Reina dengan tersenyum bahagia sambil menggandeng tangan Saina.
" Mbok saya pergi dulu ya" ucap Reina pada mbok yem yang tengah menyapu halaman rumah.
" Iya hati hati nya" ucap mbok yem dengan tersenyum.
Reina pergi ke kantor Revan dengan menggunakan taksi.
Taksi berhenti tepat di depan gedung MD enterprise Reina menghembuskan nafas perlahan mengatur ritme jantungnya yang terus berkeliaran.
...Reina memasuki gedung perusahaan yang menjulang tinggi nampak megah dan kokoh. Awalnya Reina bingung harus kemana namun kemudian satpam mengarahkannya menuju meja resepsionis berada....
" Permisi mbak bisa bertemu dengan bapak Revan" ucap Reina bertanya pada resepsionis.
" Sudah ada janji mbak " ucap si resepsionis dengan nada yang sinis sambil melirik Reina dari atas sampai bawah.
Reina faham betul maksud dari tatapan resepsionis tersebut hanya saja Reina mencoba untuk tetap sabar dan tenang dalam menghadapi seseorang seperti ini.
" Saya ingin mengantar makan siang untuk bapak Revan." ucap Reina menjelaskan.
Ketika Reina terus mendapat tatapan tak suka dari kejauhan terdengar seseorang memanggil namanya.
" Nona Reina" ucap Wili sambil berjalan mendekat ke arah Reina.
Si resepsionis yang melihat Wili sang kaki tangan bosnya mengenal Reina semakin menjadi tidak suka dan menatap Reina dengan pandangan menghina.
__ADS_1
Reina hanya tersenyum ketika mendapati panggilan dari Wili.
" Revan ada Wil? aku dan Saina membawakan makan siang untuknya" ucap Reina sambil mengangkat rantang ke atas.
" Berani banget dia manggil pak bos dengan nama langsung dasar gadis kampung" ucap si resepsionis dalam hati yang menguping pembicaraan Reina dan Wili.
Wili yang mengetahui perilaku si resepsionis tidak menyenangkan dan keterlaluan kemudian menegurnya.
" Apa yang kamu lakukan, sekarang bukan waktunya menguping kerja sana" ucap Wili dengan tiba tiba yang langsung membuat si resepsionis terkejut dan langsung gelagapan membenarkan posisinya.
Wili menuntun Reina dan Saina untuk menaiki lift khusus presdir atau CEO untuk naik ke lantai atas menuju ruang kerja Revan.
" Tuan sedang meeting, jika nona mau menunggu saya akan mengantar nona ke ruangan tuan." ucap Wili memecah keheningan.
" Apa masih lama wil?" tanya Reina sambil mengusap rambut Saina yang diam dengan tenang tanpa bersuara karena memang Saina tidak terlalu menyukai tempat dan suasana baru sehingga Saina cenderung akan diam jika tidak menyukainya.
" Tidak nona mungkin sekitar 15 menit lagi akan selesai nona bisa menunggunya di ruangan tuan Revan." ucap Wili yang bertepatan dengan terbukanya pintu lift.
Reina mengikuti langkah Wili hingga sampai di satu ruangan di ujung koridor lantai dengan papan nama yang bertuliskan CEO di bagian atas pintu ruangan tersebut.
Namun ketika sampai di sana dari dalam samar samar terdengar suara aneh yang membuat Reina dan Wili mengerutkan kening mereka.
" Bukannya tuan sedang meeting ya, lalu suara apa di dalam kenapa seperti orang yang sedang bercinta. Ini hanya perasaanku atau memang ini benar benar suara dari dalam ruangan tuan?" ucap Wili dalam hati dengan gerakan diam mematung di tempat sambil terus menajamkan pendengarannya.
Reina yang juga mendengar suara itu ikut turut mematung di tempat ia seperti yakin tak yakin dengan pendengarannya namun Reina segera membuang pikiran pikiran buruk yang terlintas dibenaknya.
" Suara ini sepertinya aku kenal, tidak tidak ini kantor Revan tidak mungkin berbuat sesuatu yang tidak senonoh seperti ini. Hubunganku dengan Revan selama ini juga baik tidak mungkinkan Revan mengkhianati ku?" ucap Reina dalam hati sambil terus menajamkan pendengarannya.
Ketika perlahan handel pintu mulai dibuka oleh Wili betapa terkejutnya Reina dan Wili ketika pintu terbuka yang terlihat adalah......
Bersambung
Hayo kira kira apa yang mereka lihat ya?
Ikuti terus kisahnya
see you
__ADS_1