Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 107 Tidak berguna?


__ADS_3

Mansion milik Revan


...Revan terlihat menaiki tangga dengan membawa nampan berisi sarapan di tangannya menuju ke kamar....


...Revan membuka pintu kamar dengan perlahan kemudian masuk ke dalamnya dan meletakkan nampan tersebut di atas nakas....


...Dilihatnya Reina masih tertidur dengan pulas di atas ranjangnya, awalnya Revan ingin membiarkan Reina untuk tidur lebih lama namun mengingat bayi di kandungan Reina butuh asupan nutrisi sehingga tega tidak tega Revan harus membangunkan Reina dari tidurnya....


...Revan duduk di tepi ranjang dan mengusap rambut Reina secara perlahan....


" Rein bangun yuk kita sarapan dulu" ucap Revan sambil mengelus perlahan punggung Reina.


" Bentar lagi van" ucap Reina dengan suara khas bangun tidur


" Jangan lama lama kasian anak kita pasti sudah kelaparan hem..." ucap Revan lagi


...Mendengar hal itu Reina lantas mulai mengerjapkan matanya perlahan dengan berat....


" Apa kamu mengantuk sekali?" tanya Revan sambil mengelus kepala Reina kemudian mencium keningnya.


" Entahlah, aku sungguh sangat lelah padahal kegiatanku di rumah hanya tidur" ucap Reina sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal, sepertinya itu menjadi salah satu gerakan wajib untuk beberapa orang ketika bangun tidur.


" Ayo bangun" ucap Revan lagi


...Reina lantas bangkit duduk dan merenggangkan beberapa sendinya kemudian menatap lurus ke arah Revan....


...Reina melihat tatapan Revan seperti tatapan seseorang yang tengah kelelahan namun tetap berusaha sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik. Hati kecil Reina merasa sangat iba, Reina bahkan merasa dirinya sama sekali tidak berguna sebagai istri karena tidak bisa meringankan beban Revan sama sekali....


Reina lantas mengusap pipi Revan dengan lembut dan menatapnya dalam dalam.


" Kenapa wajahmu kelihatan lelah sekali van? apakah masalahnya sangat sulit? jika sangat sulit kamu bisa membaginya bersamaku" ucap Reina sambil mengelus perlahan pipi Revan.


...Revan yang mendengar hal itu lantas tersenyum kemudian menggenggam tangan Reina yang sedang mengelus pipi Revan....


" Seberat apapun masalahnya jika aku bisa melihatmu tersenyum semua beban pikiranku menjadi hilang Rein" ucap Revan sambil tersenyum ke arah Reina.


" Dasar gombal" ucap Reina sambil menepuk dada bidang Revan perlahan


" Apa kau tidak percaya? aku berkata yang sesungguhnya" ucap Revan dengan nada yang menggoda pada Reina

__ADS_1


" Ayolah van ... kenapa kamu jadi seperti ABG yang sedang bucin sih" cibir Reina


" Bucin juga di butuhkan dalam rumah tangga Rein" ucap Revan dengan terkekeh geli


" Ya ya ya bapak Revan yang terhormat memang benar sekali" timpal Reina


...Mendengar hal itu Revan lantas tersenyum dan mengacak acak rambut Reina sebentar....


" Sekarang kita makan ya Rein" ucap Revan sambil mengangkat piring di atas nakas dan mulai bersiap menyuapi Reina.


" Van apa kau yakin tidak ingin membagi masalahmu? aku siap mendengarkannya van" ucap Reina sekali lagi


Mendengar hal itu Revan lantas menghela nafas panjang.


" Kenapa Revan tetap tidak ingin membagi masalahnya padaku, apa aku setidak berguna itu?" ucap Reina dalam hati dengan raut wajah kecewa


...Revan menatap ke arah Reina dan terlihat raut wajah kecewa milik Reina yang tentu saja melukai hati Revan ketika melihatnya....


" Kau ingat Rein di sini ada baby R aku hanya tidak ingin menambah beban pikiranmu saja karena itu tidak baik untukmu dan juga baby R" ucap Revan sambil mengusap perut Reina perlahan.


" Aku.... aku hanya merasa seperti istri yang tidak berguna van karena tidak bisa meringankan masalahmu namun hanya bisa menambahnya saja." ucap Reina dengan nada sendu di setiap kalimatnya.


" Lalu .. apa sulitnya membagi masalahmu? masalahmu juga masalahku van kita bisa mencari solusinya bersama, aku tidak tega melihatmu seperti ini terus" ucap Reina lagi membujuk Revan


...Lagi lagi Revan hanya tersenyum mendengar perkataan Reina....


" Tidak perlu Rein aku masih bisa menanggungnya, kamu cukup percaya saja padaku" ucap Revan lagi lagi bersikeras menanggungnya sendiri.


...Pada akhirnya Reina hanya bisa menyerah karena percuma juga terus memaksa Revan untuk bercerita jika Revan sendiri tidak ingin membaginya....


" Aku menyerah van... sulit sekali membujuk mu" ucap Reina pada akhirnya


...Saat keduanya tengah berunding tiba tiba terdengar bel pintu utama berbunyi....


" Aku buka pintu dulu ya Rein " ucap Revan yang di balas anggukan oleh Reina.


...Revan kemudian melangkah pergi keluar untuk membukakan pintu melihat siapa yang datang berkunjung....


" Apa sesulit itu membagi masalahmu van?" ucap Reina dalam hati sambil terus menatap kepergian Revan hingga menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Revan perlahan menuruni anak tangga menuju pintu utama bersiap untuk membuka pintu.


" Dady....." teriak Saina yang langsung menggema begitu pintu di buka oleh Revan


" Oh hai Sain" ucap Revan kemudian bersimpuh dan langsung menggendong Saina di pangkuannya.


" Ayo masuk ma..." ucap Revan pada Lila


...Ketiganya pun lantas masuk dan langsung berkumpul di ruang keluarga....


" Reina mana van?" tanya Lila karena tidak melihat Reina ketika ia datang.


" Ada di atas ma, biar Revan panggil Reina dulu" ucap Revan yang bersiap untuk bangkit memanggil Reina namun di cegah oleh Lila.


" Sudah gak perlu van, mama ingin berbicara empat mata denganmu" ucap Lila dengan serius


Mendengar hal itu Revan lantas mengurungkan niatnya untuk memanggil Reina.


" Ada apa ma?" tanya Revan


" Dady.. mami mana?" tanya Saina yang lantas membuat Lila dan Revan menatap ke arah Saina.


" Ada di kamar atas, Saina susul mami gih dikamar ajak mami main dulu ya.." ucap Revan pada anaknya


...Mendengar ucapan Revan, Saina lantas mengangguk dan langsung turun dari sofa kemudian melangkah pergi meninggalkan Revan dan Lila berdua di ruang keluarga....


" Mama sudah dengar desas desus di kantor, apa tidak sebaiknya kamu dan Reina mengumumkan pernikahan kalian?" tanya Lila langsung pada intinya


Revan lantas menghela nafas panjang mendengar perkataan orang tuanya.


" Itu akan percuma ma, apalagi Reina tengah mengandung besar pasti akan semakin menguatkan dugaan mereka tentang rumor itu" ucap Revan


" Lalu harus bagaimana van? bukankah jika kamu hanya diam mereka semakin akan membenarkan rumor tersebut?" ucap Lila dengan nada khawatir


" Aku juga tengah mencari solusi dari permasalahan ini ma, selagi rumor ini belum tersentuh media setidaknya aku masih bisa sedikit tenang dan membenahi semuanya sebelum menyebar semakin luas." ucap Revan dengan nada serius


" Pertimbangkan lagi usulan mama van.... jika kita terus menunggu, takutnya itu tidak hanya akan mempengaruhi saham perusahaan namun juga mental Reina, kamu tahu di masa modern seperti ini orang orang sangat sensitif terhadap kata pelakor entah itu nyata ataupun hanya karangan belakang." ucap Lila lagi


" Mama tenanglah... Revan juga tengah mengusahakannya agar tidak ada pihak manapun yang di rugikan atas permasalahan ini" ucap Revan lagi menenangkan ibunya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2