Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 46 Parfum musim semi


__ADS_3

...Semua adegan dibawah ini mengandung unsur 18+ jadi dimohon untuk para pembaca lebih bijak lagi dalam memilih bacaan....


... Selamat membaca...


................................................


Sementara itu yang sebenarnya terjadi adalah...


...Kegiatan meeting selesai sebelum jam makan siang Revan melirik ke arah jam tangannya yang menunjukkan pukul 11.40 seperti biasa Wili pasti akan membeli makan siang untuknya bahkan sebelum Revan menyuruhnya....


" Wili pasti sudah pergi beli makan siang, hem kenapa tiba tiba aku menginginkan masakan Reina ya." ucap Revan pada diri sendiri sambil melangkah keluar dari ruang meeting.


...Revan melangkah keluar menuju ruang kerjanya sambil membayangkan masakan Reina yang begitu menggiurkan....


...Ketika Revan sampai di depan ruangannya Revan langsung membuka pintu ruang kerjanya, baru masuk beberapa langkah Revan dikejutkan dengan keberadaan Iriana yang sudah duduk menunggunya di sofa....


" Apa yang kamu lakukan disini?" ucap Revan dengan dingin menatap ke arah Iriana.


" van aku ingin minta maaf." ucap Iriana kemudian bangkit dari sofa dan menghampiri Revan kemudian memegang dada Revan dan menyentuhnya dengan gerakan lembut seakan tengah menggoda Revan.


...Revan yang merasa ada yang aneh dengan Iriana perlahan mundur dan menepis tangan Iriana kemudian melangkah untuk duduk di kursi kebesarannya....


" Parfum apa yang Iriana gunakan kenapa ketika dekat dengannya aku seperti ikut terhanyut." ucap Revan dalam hati sambil memijat kening Revan perlahan.


Iriana yang melihat hal itu tersenyum dengan bangga.


" Ternyata parfum musin semi yang aku gunakan tidak sia sia, kita lihat Revan apa kamu bisa menghindari ku." ucap Iriana dengan terus melangkah mendekat ke arah Revan.


...Irina terus melangkah mendekat menuju Revan, ketika jarak mereka hanya dibatasi oleh meja Iriana meletakkan tangannya pada meja kemudian menyeret tangannya dengan gerakan sensual secara perlahan sambil mendekat ke arah Revan. Revan yang melihat tingkah Iriana yang aneh semakin dibuat bingung apalagi ketika jarak antara Revan dan Iriana semakin dekat bau parfum Iriana langsung menguar memenuhi rongga hidung Revan yang membuat glayer aneh muncul di tubuh Revan....

__ADS_1


" Perasaan apa ini? sial bau parfum ini sangat menyiksaku." ucap Revan dalam hati dengan frustasi.


...Iriana berjalan semakin dekat dan semakin dekat hingga kemudian Iriana dengan santainya duduk di pangkuan Revan dengan mengalungkan tangannya ke leher Revan....


...Revan benar benar di buat pusing akan bau parfum milik Iriana, dalam hati Revan ingin sekali menolak namun hasrat dan nafsunya seakan mendorong Revan untuk mengikuti arus permainan Iriana....


Iriana mulai melancarkan aksinya dengan memegang tengkuk Revan dan meraba rambut Revan secara perlahan sambil mulai mencondongkan wajahnya ke arah Revan.


...Bibir milik Iriana sudah mulai menjelajahi area leher Revan dengan gerakan yang membangkitkan hasrat, Revan benar benar tenggelam dalam permainan Iriana bau parfum dari tubuh Iriana seakan menghipnotis Revan untuk semakin hanyut ke dalam permainan ini....


Apalagi suara d***h*n yang keluar dari bibir Iriana semakin membuat Revan terbang melayang hingga pada saat Iriana mulai mengecup bibir Revan secara perlahan tiba tiba Revan berhenti diam mematung ia seperti baru tersadar bahwa wanita yang di depannya bukan Reina, Revan terlalu hanyut dalam permainan Iriana sampai melupakan suatu hal yang lebih penting yaitu Reina.


" Sial apa yang sudah ku lakukan " ucap Revan dengan tetap diam mematung.


Iriana menghentikan gerakan bibirnya kala Revan diam saja tanpa membalas atau bahkan merespon c*um*n panas dari Iriana.


Saat keheningan terjadi diantara keduanya pintu ruang kantor tiba tiba saja terbuka. Revan yang memang sedang diam mematung tidak menyadari bahwa Wili dan Reina telah memasuki ruangan dan melihat apa yang tidak sepantasnya dilihat.


.................


" Van urusan kita masih belum selesai" ucap Iriana yang akan mengejar Revan namun urung karena di hadang oleh Wili.


" Maaf nona hubungan anda dan tuan sudah selesai lama sekali tidak ada gunanya anda mengemis cinta seperti ini, jadi saya harap anda jauhi tuan Revan." ucap Wili sambil memasang badan di depan Iriana yang hendak mengejar Revan.


" Sial kurang ajar sekali sikapmu itu, dasar pegawai rendahan beraninya kau bersikap seperti itu padaku." ucap Iriana dengan kesal.


Sementara itu Revan yang terus berlari tanpa tujuan menghentikan langkahnya ketika sampai di lobi kantor.


" Reina Reina kamu dimana, jika mbok yem saja mengatakan Reina belum pulang maka aku harus mencarinya di mana? aaahh taman iya di taman." ucap Revan sambil berpikir keras tentang keberadaan Reina.

__ADS_1


...Revan kemudian bergegas pergi ke taman yang berada tidak jauh dari kantornya dengan setengah berlari. Peluh keringat sudah membasahi hampir semua kemeja Revan apalagi sekarang posisi matahari tepat berada di atas sehingga panas akibat terik matahari langsung menembus ke dalam kulit Revan....


Dengan nafas yang terengah engah Reven mengelilingi taman untuk mencari keberadaan Reina dan Saina, lama Revan mencari hingga mata Revan berhenti tepat di sebuah bangku taman dimana terdapat Reina dan Saina tengah duduk di kursi tersebut bersama Gerald.


Revan yang melihat hal itu mulai merasa marah, rasa bersalah karena kelakuannya tadi sekita sirna berganti dengan amarah yang memuncak saat melihat Reina dengan Gerald bahkan Saina juga ikut di sana.


...Sebenarnya Reina dan Gerald tidak melakukan sesuatu yang intim, yang Reina lakukan hanya duduk diam sambil menatap kosong ke depan sedangkan Gerald hanya duduk sambil memandang ke arah Reina....


...Revan melangkah dengan kaki lebarnya menghampiri Reina entah angin apa yang merasuki Revan hingga membuatnya begitu marah dan emosi ketika melihat Reina bersama dengan laki laki lain....


" Aku sudah mencari mu dari tadi, ayo sekarang kita pulang." ucap Revan sambil menarik tangan Reina untuk berdiri mengikutinya.


...Revan kemudian menggendong Saina dan langsung menyeret Reina tanpa sengaja agar mengikutinya sedangkan Reina yang diseret hanya diam saja mengikuti Revan dengan tatapan kosong....


Gerald yang melihat hal itu tentu saja sangat marah, Gerald kemudian menarik tangan Reina yang satunya dengan gerakan kuat sehingga membuat tangan Revan yang menyeret Reina terlepas.


Reina masih tetap tidak berekspresi ia hanya pasrah di tarik dan diseret oleh Revan dan Gerald bukannya Reina terlalu lugu atau apa hanya saja ia sudah sangat lelah akan sifat dan tingkah laku ke dua laki laki ini yang seperti anak anak.


" Apa yang kau lakukan, kau tidak lihat atau buta jika tanganmu menyakiti Reina." ucap Gerald yang menunjuk pergelangan tangan Reina yang memang sedikit memerah karena bekas tarikan tangan dari Revan yang terlalu kuat.


Reina yang mengikuti arah pandangan Gerald juga baru menyadari bahwa tangannya mendapat bekas merah karena tarikan Revan tadi.


" Apa hak mu mengaturku Reina istriku kau hanya orang luar jadi berhenti mencampuri rumah tanggaku." ucap Revan dengan emosi.


" Persetan dengan rumah tanggamu itu, yang jelas Reina tetap milikku baik ketika dia sendiri atau bahkan ketika bersamamu!" ucap Gerald dengan senyum mengejek.


Revan yang mendengar ucapan itu langsung naik pitam dengan perlahan menurunkan Saina dari pangkuannya lalu berlari dan mencengkram kerah jas milik Gerald dan memukulnya dengan sangat keras.


Brukkkkkk

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2