
...Revan sampai di jalan tol km 56 beberapa menit kemudian dengan kecepatan mengemudi yang di atas rata rata....
...Revan turun dari mobil dan menyapu sekeliling mencari petunjuk keberadaan Reina, manik matanya terhenti ketika menatap pembatas jalan yang rusak seperti bekas tertabrak sesuatu....
...Revan lantas mendekat ke arah pembatas jalan tersebut lalu menarik kepingan puzzle demi kepingan yang telah terjadi mulai dari kafe kenanga, mobil Erika yang menghilang, luka luka di tubuh Erika, hingga pembatas jalan yang rusak secara tidak wajar....
" Apa jangan jangan.... tidak itu tidak mungkin..." ucap Revan seakan menyangkal sebuah fakta yang ia dapat kala menyambung satu persatu potongan demi potongan puzzle tersebut.
...Revan lantas menatap lurus ke arah jurang dengan pikiran yang terus menerka nerka apa yang tengah terjadi....
" Rein.. apa kau ada di bawah?" ucap Revan lirih pada diri sendiri.
...Dari arah kiri terdengar samar samar suara Wili memanggilnya yang membuat Revan langsung menoleh ke arah sumber suara....
" Tuan" panggil Wili dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.
" Ada apa wil?" ucap Revan
" Saya telah berhasil memulihkan rekaman cctv ketika mobil milik Erika melewati lokasi ini" ucap Wili sambil memberikan smartphone miliknya namun dengan gurat wajah yang sedih membuat Revan lantas mengerutkan keningnya dengan bingung.
" Kenapa dengan raut wajahmu itu? kau sangat aneh Wil" ucap Revan sambil menerima ponsel milik Wili dan mulai menekan tombol play pada layar ponsel.
...Menit demi menit rekaman cctv tersebut perlahan mulai berputar, Revan memperhatikan rekaman tersebut dengan wajah yang tegang tanpa ekspresi, hingga ke menit 20 mobil yang di tumpangi Erika dan Reina menabrak pembatas jalan dan masuk ke dalam jurang setelah oleng ke kanan dan ke kiri berkali kali....
...Revan mendadak lemas lalu jatuh bersimpuh setelah melihat rekaman cctv tersebut....
" Tuan...." ucap Wili sambil ikut berjongkok untuk mengecek kondisi tuannya.
...Revan hanya duduk termenung melamun sambil menatap ke arah jurang di hadapannya....
__ADS_1
" Reina pasti kedinginan di bawah sana wil, anakku pasti sedang menangis sekarang meminta bantuan" ucap Revan dengan menatap kosong ke arah depan.
...Wili sekarang hanya bisa mendengarkan keluh kesah Revan tanpa bisa berkomentar atau menanggapinya karena Wili tahu kondisi tuannya saat ini sedang tidak baik baik saja....
" Aku harus menyusul mereka di bawah, mereka pasti membutuhkanku " ucap Revan kemudian bangkit berdiri dan hendak berlari menuruni jurang namun keburu di cegah dan di tahan oleh Wili sebelum Revan berhasil melewati pembatas jalan.
" Tuan hentikan" ucap Wili mencoba menghalangi Revan agar tidak turun ke bawah.
" Lepaskan wil, aku harus segera menolong mereka, mereka pasti tersiksa di bawah sana." ucap Revan masih dengan berusaha untuk turun ke bawah.
" Tuan tenanglah kita cari cara lain, dengan anda langsung terjun pun anda tidak akan langsung bertemu dengan nona Reina, kita pikirkan cara yang lebih baik tuan, jangan sampai ketika kita sudah berhasil menyelamatkan nona Reina malah ganti anda yang terperosok masuk ke sana" ucap Wili setengah berteriak agar menyadarkan Revan untuk tidak bertindak ke gabah dalam mengatasi masalah ini.
" Aku tidak bisa menunggu wil...anakku dan Reina pasti membutuhkanku..mereka sudah di sana sejak semalam, lalu aku sebagai ayah dan seorang suami hanya diam saja ha?" ucap Revan dengan nada frustasi.
" Anda tunggulah sebentar, saya sudah memanggil alat berat untuk turun ke bawah mengambil mobil milik nyonya Erika, kita akan ambil jalan memutar yang lebih datar, karena jika kita masuk dari sini untuk turun ke bawah jalannya terlalu terjal tuan." ucap Wili menjelaskan rencananya.
...Revan terdiam sejenak mencerna saran yang di berikan Wili sampai beberapa menit kemudian barulah Revan membuat keputusan....
...........................
Kembali ke rumah Iriana dan Erika
" Kau sungguh seorang ibu yang buruk Erika, Reina adalah anakmu...dia darah daging mu... tapi kau ..kau malah melenyapkannya, bukankah kau sungguh keterlaluan kali ini? aku memang bersalah aku akui itu, tapi kau.. kau sama sekali tak punya hak untuk mengakhiri hidup Reina...." ucap Iskandar dengan berteriak karena ia sudah benar benar kecewa akan perilaku Erika yang keterlaluan.
...Iskandar lantas membantu Shella untuk bangkit lalu pergi dari kediaman Erika dengan perasaan yang hancur....
" Dia anakku?" ucap Erika dalam hati sambil menatap kepergian keduanya hingga menghilang dari pandangannya.
...Setelah kepergian Iskandar dan Shella, Erika kemudian lantas berlari menyusul Shella dan Iskandar untuk memastikan semuanya....
__ADS_1
" Tunggu!" ucap Erika setengah berteriak untuk menghentikan langkah keduanya.
...Mendengar teriakan Erika, Shella dan Iskandar lantas menghentikan langkah kakinya dan menatap Erika dengan tatapan penuh kekecewaan yang mengundang tanda tanya besar di kepala Erika....
" Jelaskan apa maksud ucapan mu tadi, tentang Reina adalah darah daging ku" ucap Erika menuntut penjelasan pada keduanya.
Mendapat pertanyaan tersebut Iskandar dan Shella lantas saling pandang.
" Ini semua salahku mbak, bayi yang meninggal itu sebenarnya adalah anakku" ucap Shella dengan tatapan sendu sambil memegang tangan Erika.
" Tidak, aku juga bersalah karena menukar kedua bayi itu, jangan pernah menyalahkan dirimu karena akulah penyebab semua bencana ini terjadi" ucap Iskandar menyangkal ucapan Shella
...Mendengar perkataan keduanya lantas membuat Erika bingung dan menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi, sampai ketika ia menarik garis lurus tentang masa lalunya barulah ia menyadari satu fakta yang mengejutkannya....
" Apa yang sebenarnya kalian perebutkan, jangan bilang... selama ini kalian menipu ku dan menukar bayiku?" ucap Erika yang di buat semakin bingung oleh ucapan Shella dan Iskandar.
" Mbak aku benar benar minta maaf mbak, aku minta maaf Reina adalah anak kandung mu yang sesungguhnya, sedangkan bayi yang meninggal waktu itu sebenarnya adalah anakku" ucap Shella dengan deru air mata yang mengalir membasahi pipinya.
" Apa? jadi...jadi...." ucap Erika yang terkejut bahwa dugaannya tepat sasaran.
" Iya mbak dugaan mbak benar adanya." ucap Shella
...Erika lantas jatuh terduduk menerima kenyataan bahwa Reina adalah putri kandungnya, putri kandung yang ia sia-siakan, putri kandung yang ia benci, bahkan ia bunuh dengan tangannya sendiri....
" Kenapa kalian baru mengatakannya sekarang? kenapa? di saat aku bahkan melenyapkan nyawanya, kenapa kalian hanya diam? kenapa kalian hanya diam ketika aku mencacinya ha? apa kalian sudah gila? Reina... ibu ....ibu minta maaf" ucap Erika dengan tangis sesenggukan sambil meremas baju yang ia kenakan.
" Mbak aku benar benar minta maaf mbak, sungguh aku tidak bermaksud.... " ucap Shella sambil ikut bersimpuh di hadapan Erika.
" Diam ku! aku semakin membenci kalian..." ucap Erika setengah berteriak kemudian bangkit berdiri dan berlari menuju ke arah mobilnya.
__ADS_1
Bersambung