Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 37 Rencana ke dua


__ADS_3

...Karena Revan tidak kunjung bergerak dengan tarikannya Reina kemudian mencoba mengeluarkan segala tenaganya dan mencobanya lagi, namun belum sempat Reina mengeluarkan tenaga dalamnya tangan Reina sudah di tarik lebih dulu oleh Revan. Al hasil karena tarikan tersebut di lakukan secara mendadak Reina langsung terhuyung jatuh tepat di atas dada bidang Revan sedangkan Revan yang juga terkejut akan Reina yang tiba tiba jatuh menimpanya langsung membuka mata dan detik berikutnya manik mata keduanya saling bertemu dan mengunci satu sama lain....


Deg deg deg deg


Jantung keduanya seakan berpacu dengan cepat, rasa panas dalam diri keduanya tiba tiba menjalar begitu saja merasuki ke duanya.


" Kenapa harus adegan ini lagi sih, aku harus bagaimana?" ucap Reina dalam hati.


Revan yang hanya terfokus oleh bibir Reina mengikuti arah hasratnya dan semakin dekat dengan Reina, sedangkan Reina yang mungkin masih sedikit takut akan kejadian waktu itu tanpa sengaja mencengkram bahu Revan dengan cukup kencang.


Revan yang sadar bahwa Reina masih menyimpan sedikit trauma terhadap sentuhannya secara perlahan Revan membalikkan Reina hingga ia berada di bawah Revan kemudian mengecup bibir Reina sekilas.


" Tenanglah aku akan melakukannya dengan lembut aku janji, apa aku boleh melakukannya Rein?" ucap Revan dengan nada yang lembut.


...Reina yang melihat Revan begitu menginginkannya tentu tidak bisa menolak, ia memang tahu bahwa Revan tidak mencintainya namun iya tentu lebih tahu betul bahwa di dalam agama tidak diperbolehkan menolak permintaan suami sehingga Reina mau tidak mau hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan Revan....


Ketika melihat Reina mengangguk memberi ijin Revan lantas seperti mendapat lampu hijau untuk melancarkan aksinya.


Revan kemudian mulai m*l***t bibir ranum Reina yang kini menjadi candu bagi Revan.


Revan terus mengekspos bibir Reina secara perlahan sedangkan Reina yang memang termasuk baru dalam hal ini hanya bisa diam mengikuti arah Revan.


...L*m*t*n demi l*m***n terus Revan berikan cukup lama dengan sesekali melepas bibir Reina untuk memberikan oksigen pada keduanya, Revan melakukan hal itu untuk membuat Reina sedikit lebih tenang dan merasa nyaman....


...Saat di rasa Reina sudah nyaman, kemudian ia perlahan mulai mencumbu bagian leher Reina setiap incinya dengan meninggalkan beberapa tanda cinta tentunya, sedang tangan Revan sudah bergerak liar menikmati kedua aset berharga milik Reina. Entah kenapa Reina juga terhanyut akan sentuhan yang diberikan oleh Revan, Reina benar benar kehilangan kendali dalam tubuhnya, kali ini seakan akan tubuhnya bergerak dan merespon dengan cepat setiap sentuhan yang diberikan oleh Revan. Tak bisa terhitung lagi suara d*s*h*n dan erangan yang terdengar melalui mulut kecil Reina menggema mengisi ruang kamar Revan, jika saja ruang kamar Revan tidak kedap suara entah apa yang akan terjadi. Kali ini logika dan gerak tubuh Reina benar benar bertolak belakang logikanya terus menerus menolak tapi hasrat serta tubuhnya seakan menginginkan lebih di setiap sentuhan Revan....


...Keduanya benar benar hanyut kedalam surga dunia yang penuh dengan kenikmatan, bahkan Reina yang dari awal pernikahan membentengi diri dari Revan kini malah terhanyut dan jatuh lebih dalam menikmati setiap sentuhan yang diberikan Revan....


...Entah sudah ke berapa kalinya mereka melakukan penyatuan, keduanya benar benar terhanyut dan terus menginginkan lebih dan lebih lagi hingga keduanya sudah lelah barulah mereka akhirnya tertidur pulas....


***********

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Gerald terlihat ia sedang menikmati sebatang rokok dengan ditemani Reno yang masih setia di sampingnya meski ini adalah hari weekend.


" Bagaimana perkembangan rencana pertama?" ucap Gerald dengan mengepulkan asap rokok dari mulutnya.


" Semua berjalan lancar tuan nyonya Shella nampak sangat shock saat menerima foto foto tersebut." ucap Reno pada Gerald.


" Bagus laporkan terus perkembangannya dan lanjutkan rencana kedua kita." ucap Gerald dengan santai sambil terus merokok.


" Baik tuan sesuai keinginan anda" ucap Reno


" Kau boleh pergi sekarang nikmati saja waktu weekend mu yang tersisa." Ucap Gerald sambil tertawa.


" Waktu weekend apaan ini bahkan sudah hampir jam makan malam, sial kenapa nasibku malang sekali." ucap Reno dalam hati sambil mengumpat kesal akan tingkah Gerald yang berubah ubah.


" Oh ya tuan, tadi nona Iriana terlihat menemui Revan dan juga nona Reina di sebuah mall" ucap Reno


" Biarkan saja aku ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh j*l**g itu, awasi saja dia laporkan segalanya padaku." ucap Gerald sambil tersenyum smirk seperti merencanakan sesuatu.


" Baik tuan sesuai dengan keinginan anda." ucap Reno kemudian berjalan melangkah pergi untuk pulang ke rumah menikmati sisa waktu weekend nya.


Call on


" Halo sayang apa kamu merindukanku?" ucap Iriana di seberang sana.


" Aku ingin ibumu datang ke Indonesia minggu ini." ucap Gerald dengan nada tegas tidak ingin dibantah.


" Apa yang terjadi?" ucap Iriana dengan bingung.


" Bisakah kau hanya menuruti ku saja tanpa membantah ku?" ucap Gerald dengan nada datar.


Iriana yang mendengar permintaan Gerald langsung mendapat firasat buruk.

__ADS_1


" Aku mohon ge biarkan saja ibuku ya cukup kita saja berdua di sini" mohon Iriana kepada Gerald.


" aku tidak pernah mengulangi permintaanku lagi, cukup kau yang jemput atau aku yang akan menjemputnya secara paksa." ucap Gerald dengan nada ancaman.


" Bi...ar aku saja yang menjemput ibu ku ge, kamu tidak perlu ke sana akan ku pastikan ibuku akan tiba dalam minggu ini." ucap Iriana pada akhirnya menuruti permintaan Gerald.


" Bagus aku suka anjing kecil yang penurut." ucap Gerald sambil memutuskan sambungan teleponnya.


Call off


" Baiklah permainan baru saja akan dimulai, tidak perlu terlalu terburu buru perlahan tapi memusnahkan semuanya hahahaha" ucap Gerald dengan tertawa keras.


*********


...Cukup lama keduanya tertidur hingga kemudian Reina terbangun dari tidurnya karena lapar, Reina mulai mengerjapkan matanya dan melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Kalau Revan jangan ditanya tentu saja masih tidur dengan damai di sebelah Reina. Reina melirik Revan sambil sesekali tersenyum kala mengingat pergumulan panas yang ia lakukan beberapa jam lalu bersama Revan....


" ah sudah jam 11 Saina pasti sudah tidur, mana aku lapar banget lagi." ucap Reina pada diri sendiri.


Reina kemudian bangkit dan mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai dan pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.


" Kenapa masih sakit sih, padahal ini sudah ke dua kalinya tapi a**a k*w***t**n ku tetap saja terasa sakit" ucap Reina pada diri sendiri kemudian berjalan ke kamar mandi dengan menahan sedikit rasa perih di bagian bawahnya.


Setelah selesai mandi Reina langsung turun menuju dapur untuk mencari makanan.


...Suasana di rumah sudah cukup gelap sepertinya semua orang sudah terbang ke pulau impian masing masing. Reina berjalan perlahan menuju dapur ketika sampai di dapur ia langsung membuka lemari pendingin untuk mencari makanan, saat tengah asik memilih beberapa desert yang ada pada lemari pendingin tiba tiba dari belakang seseorang datang dan langsung memegang pundaknya. Reina yang di pegang pundaknya seketika tegang ia jadi merasa seperti berada di film film horor yang ia tonton....


Lama Reina diam mematung saking takutnya sampai tiba tiba tangan yang di pundaknya melingkar ke arah pinggangnya dengan kepala yang condong ke sebelah kiri Reina, kemudian terasa hembusan nafas hangat serta suara seakan akan membisikkan sesuatu.


Glekkk


Bersambung

__ADS_1


Ikuti terus kisahnya


see you


__ADS_2