
" Oh ya om tante saya melihat foto gadis yang mukanya mirip dengan saya tadi di depan apakah...." ucap Iriana sengaja menggantung kata katanya untuk memancing Iskandar dan juga Shella.
" Itu Reina anak om dan tante" ucap Iskandar
...Mendengar ucapan Iskandar niat awal Iriana memancing keduanya malah ia yang merasa terpancing, sebenarnya Iriana tidak terlalu memperhatikan foto gadis di depan tadi, Iriana hanya melihatnya sekilas saja namun ia membuatnya seakan akan itu fakta dan paham betul dengan wajah gadis di foto itu, niat hati ingin membuat keduanya terkejut malah ia yang terkejut akan ucapan Iskandar....
" Tidak mungkin Reina istrinya Revan sekarang kan? dan tidak mungkin Reina saudara tiri ku kan? apa apaan ini gila benar benar gila." ucap Iriana dalam hati
..........................................
Kembali kepada Revan dan Reina
...Keduanya berangkat menuju ke MC untuk membeli ayam seperti permintaan Reina....
...Setelah sampai di parkiran MC Revan dan Reina kemudian turun dan langsung masuk ke dalam, Reina menyeret Revan ke tempat duduk paling ujung....
" Kamu tunggu sini biar aku yang pesan, kamu mau makan apa?" ucap Revan
" Aku mau chicken wings, sup, sausage wrap, chicken fingers, dan spicy chicken bites minumnya aku ngikut kamu" ucap Reina dengan senyum yang mengembang.
Revan yang mendengar pesanan Reina lantas menganga tak percaya.
" Apa kamu yakin Rein bisa menghabiskannya?" tanya Revan dengan menatap Reina tidak percaya akan bisa menghabiskan semua pesanannya.
" Iya tentu, jika tidak habis kan ada suamiku tersayang" ucap Reina dengan terkekeh geli
" Apa? kenapa jadi aku?" ucap Revan dengan bingung sambil menatap ke arah Reina.
" Iya Revan udah sana keburu panjang nanti antriannya." ucap Reina lagi
...Pada akhirnya Revan mengikuti permintaan Reina dan langsung mengantri untuk memesan....
...Ketika Reina sedang menunggu Revan mengantri sambil menatap indahnya jalanan jakarta ketika malam dari dalam MC tiba tiba saja terdengar suara yang tak asing menyapa Reina....
" Reina?" ucap suara tersebut yang tidak lain adalah Putra
Reina lantas menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati Putra di sana.
__ADS_1
" Putra oh hai " ucap Reina
" Rein untung kamu di sini aku boleh meminjam hp mu sebentar? hp ku tadi tertinggal dan aku lupa dimana hp ku, ponselnya sih biasa hanya saja banyak data data penting di dalamnya." ucap Putra dengan wajah yang terlihat gelisah.
...Awalnya Reina sedikit ragu karena aneh saja Putra tiba tiba datang dan menghampirinya untuk meminjam ponsel padahal tadi ketika masuk Reina tidak melihat Putra di mana pun harusnya karena Reina mengambil tempat duduk paling ujung Reina pasti akan bisa melihat semua orang yang lalu lalang masuk maupun keluar tapi yang aneh Reina tidak melihat Putra datang sama sekali....
" Apa Putra tadi dari kamar mandi ya? kenapa tadi aku tidak melihatnya?" ucap Reina dalam hati sambil kemudian menyerahkan ponselnya pada Putra.
...Putra kemudian terlihat mengetik sesuatu di sana dan pergi menjauh dari Reina dengan gerakan bibir tanpa suara sambil menunjuk ke arah luar, Reina yang melihat isyarat Putra kemudian mengangguk sebagai isyarat mengiyakan permintaan Putra....
...Cukup lama Putra memakai ponsel Reina sehingga membuat Reina berprasangka buruk dan malah membuat Reina semakin curiga padanya, sesekali Reina menatap ke arah Putra dan berharap Putra tidak melakukan hal hal yang aneh....
" Putra tidak akan aneh aneh kan" ucap Reina dalam hati sambil sesekali menatap ke arah Putra.
...Revan yang sudah selesai mengantri dan melihat Reina celingak celinguk seperti sedang menunggu sesuatu membuat Revan curiga....
" Ada apa Rein?" tanya Revan sambil duduk di depan Reina.
" Eh tidak ada, kamu sudah selesai mengantri van? tanya Reina balik yang melihat Revan sudah duduk di depannya.
" Terima kasih ya Rein ponselnya" ucap Putra dengan tersenyum menatap Reina kemudian menatap Revan dan menyapanya
"Pak Revan selamat malam" ucap Putra lagi
" Eh iya sama sama, bagaimana sudah ketemu?" tanya Reina dengan canggung karena melihat ekspresi serta tatapan Revan sama sekali tidak bersahabat.
" Sudah, terima kasih bantuannya aku pulang dulu ya sampai jumpa." ucap Putra sambil melangkah pergi menjauh dari Reina dan Revan dengan senyum yang seperti tengah menyembunyikan sesuatu.
Revan yang sadar akan senyuman Putra tersebut mendadak menjadi curiga.
" Apa yang tengah Putra rencanakan sebenarnya?" ucap Revan dalam hati sambil melihat kepergian Putra.
" Apa yang Putra lakukan di sini?" tanya Revan pada Reina
" Aku juga tidak tahu dia tadi sempat pinjam ponselku kata Putra ponselnya hilang dan ingin menghubungi seseorang, ku kira tadinya ia sedang makan di sini tapi kok langsung pulang bukankah itu aneh van" ucap Reina menjelaskan
Revan mencerna setiap penjelasan dari Reina kemudian langsung meminta ponsel Reina.
__ADS_1
" Coba lihat ponselmu" ucap Revan
" Untuk apa kamu memintanya"
" Sudahlah berikan saja." minta Revan lagi
...Reina akhirnya memberikan ponselnya pada Revan, Revan kemudian langsung mengotak atik ponsel Reina dan memeriksa segalanya di sana namun setelah diperiksa tidak ada satupun yang menurut Revan mencurigakan disana semua tampak normal dan baik....
...Setelah dirasa Revan semua baik baik saja dan berjalan selayaknya Revan mengembalikan ponselnya pada Reina....
" Semuanya normal tapi kenapa aku masih merasa curiga padanya ya" ucap Revan dalam hati
" Apa kamu sudah selesai mengeceknya?" tanya Reina
" Saat ini sudah, namun jika nanti ada beberapa gangguan yang tidak wajar pada ponselmu katakan padaku ok atau kita buang saja ponselmu dan beli yang baru." ucap Revan dengan santai
" Enak aja main buang ponsel orang ini lebih berharga tau dari apapun." ucap Reina dengan nada kesel
" Bukankah itu hanya ponsel, kenapa kamu lebai sekali jika kamu mau pabriknya bisa aku beli sekarang juga untukmu." ucap Revan dengan entengnya yang membuat Reina semakin emosi.
" Dasar tuan angkuh, sombong, nyebelin, sok kaya eh emang kaya deng" ucap Reina dalam hati sambil terus mengumpat Revan.
" Hentikan umpatan serta ejekanmu itu, daripada hanya mengumpat dan mengejak di dalam hati kenapa tidak kamu katakan langsung padaku." ucap Revan dengan nada datar.
...Reina yang mendengar perkataan Revan lantas langsung menganga tak percaya karena tebakan Revan tepat pada sasaran....
" Dia bisa mendengar suara hatiku?" ucap Reina dalam hati lagi.
...Revan yang melihat ekspresi Reina lantas terkekeh geli kemudian mengacak acak rambut Reina dengan gemas....
" Permisi mbak mas ini pesanannya" ucap salah satu pegawai MC yang mengejutkan keduanya.
" Ya terima kasih mbak" ucap Reina dengan tersenyum
...Setelah pelayan menyajikan semua pesanan Reina, Revan dan Reina langsung menyantap pesanan mereka sambil sesekali bersenda gurau dan bercanda....
Bersambung
__ADS_1