Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 65 Pancaran cinta


__ADS_3

Brakkkkk


" Rein apa yang sudah kamu lakuk.....kan...." ucapan Revan terhenti kala ternyata yang Revan dapati di sana bukanlah Putra ataupun Reina yang sedang bercumbu di dalam kamar seperti bayangannya.


krik krik krik krik


...Satu detik, dua detik, tiga detik bahkan hingga satu menit berlalu tidak ada yang membuka suara sama sekali baik Revan, Reina dan Fina hanya tetap diam mematung di tempatnya masing masing seakan masih bingung dengan apa yang sedang terjadi barusan....


" ehemmm maaf aku mengganggu waktu kalian, Rein aku akan menunggumu di ruang kerja jika ada apa apa panggil saja aku." ucap Revan memecah keheningan diantara mereka bertiga kemudian berlalu pergi meninggalkan Reina dan Fina yang masih terbengong.


Setelah kepergian Revan barulah Fina menatap Reina dengan penuh tanda tanya.


" Itu siapa Rein?" tanya Fina penasaran.


" Itu Revan suamiku " ucap Reina singkat.


" Revan Alexi Mahendra seorang pengusaha sukses dalam dan luar negeri?" tanya Fina memastikan lagi.


" iya" jawab Reina singkat


" Pantes aja rumahnya guede banget, ini mah the real sultan Rein." ucap Fina dengan mata yang berbinar.


...Mendengar hal itu Reina hanya tersenyum namun detik berikutnya bukannya diam Fina malah tertawa terbahak bahak....


" buhahahahahahahaha"


...Reina yang melihat sahabatnya tertawa terpingkal pingkal lantas menatap Fina dengan wajah yang tidak mengerti....


" Rein kamu masih belum mengerti juga?" tanya Fina yang melihat wajah bingung Reina.


" Apanya?" ucap Reina dengan bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Reina masalah bisnis aja pinter banget lo, giliran masalah beginian oon nya mendarah daging." ucap Fina yang kesal karena melihat Reina hanya garuk garuk kepala saja.


" Fin jangan main teka teki bisa gak sih" ucap Reina yang mulai kesal.


" Ya ampun Reina Mentari, alasan suami mu tadi mendobrak pintu kamar karena mengira kamu tengah selingkuh di belakangnya paham ibu..." ucap Fina dengan gemas sambil terkekeh geli.


" Mana mungkin itu ngaco lu" ucap Reina dengan mengangkat ke dua bahunya.


" Is di bilangin gak percaya, apa kamu tidak lihat ada pancaran cinta di matanya ha?" ucap Fina dengan semangat

__ADS_1


...Reina yang mendengar penuturan Fina langsung diam membisu dengan wajah yang sendu....


" Rein apa aku salah bicara? kenapa wajahmu sangat sedih? harusnya kamu bahagia saat mengetahui Revan sangat mencintaimu" ucap Fina yang melihat gurat sedih di wajah Reina.


Reina hanya menghela nafasnya panjang mendengar penuturan Fina, kemudian beralih menatap sahabatnya itu.


" Sudah sana ganti baju nanti masuk angin, aku mau melihat Saina dulu." ucap Reina kemudian bangkit berdiri keluar kamar.


...Fina yang melihat kepergian sahabatnya hanya bisa diam, Fina tau Reina menyimpan masalahnya lagi dan lagi tidak ada yang bisa dilakukan Fina saat ini selain hanya menunggu Reina sampai bisa menceritakan masalahnya sendiri....


Reina melangkah keluar kamar dengan perlahan sambil terus memikirkan perkataan Fina.


" Mana mungkin Revan mencintaiku jelas jelas Revan mencintai Iriana, bukannya aku terlalu pesimis hanya saja itu sudah terlihat jelas sekali." ucap Reina pada diri sendiri dengan tertawa renyah.


Reina melangkahkan kakinya hingga sampai ke kamar Saina.


" Mbok yem apa sudah selesai?" ucap Reina ketika memasuki kamar Saina namun yang terlihat di sana hanya ada Revan yang sedang duduk di tepi ranjang.


" Loh eh eeehhh kamu di sini van? mbok yem sama Saina kemana?" tanya Reina dengan nada canggung kepada Revan.


" Mbok yem dan Saina sudah turun kebawah sekalian menyiapkan makan malam." ucap Revan sambil menatap Reina.


" Oh kalau gitu aku akan menyusul mereka sekalian mengajak Fina makan malam." ucap Reina kemudian balik badan akan melangkah pergi.


...Reina yang mendengar panggilan Revan lantas menghentikan langkahnya kemudian menatap Revan dengan tanda tanya....


" Aku minta maaf, kali ini aku benar benar tulus." ucap Revan dengan gurat wajah yang sedih.


" Apa kamu tahu sekarang kesalahanmu van?" ucap Reina dengan melangkah maju mendekati Revan.


" Aku memang tidak tahu dengan jelas apa kesalahanku, namun aku bersumpah bahwa aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Iriana memang belum seratus persen namun aku akan berusaha semampuku untuk melupakannya kamu bisa memegang ucapanku. Jika kamu mau aku sekarang akan mengosongkan kamar itu agar kamu percaya akan kesungguhan ku." ucap Revan


...Reina menatap dengan dalam manik mata Revan mencari kebenaran akan perkataannya. Cukup lama Reina menatap sampai kemudian Reina tersenyum yang malah membuat Revan bingung atas tanggapan yang Reina berikan....


" Kali ini aku percaya tapi aku harap kamu dapat menjadi seseorang yang lebih dewasa lagi jangan selalu lari dari masalah van, mengerti?" ucap Reina dengan tersenyum mencairkan suasana.


" Siap bu bos laksanakan" ucap Revan sambil memberi hormat.


...Reina terkekeh geli melihat tingkah Revan yang abstrak itu, Revan kemudian merentangkan ke dua tangannya dan memberikan kode agar Reina datang ke pelukannya....


...Reina yang mengerti akan kode tersebut lantas langsung bergerak masuk kedalam pelukan Revan, Revan akhirnya bisa bernafas lega masalah yang mengganggu dirinya satu persatu mulai teratasi. Revan sangat bersyukur memiliki istri seperti Reina yang bisa selalu mengerti serta mendukung dirinya....

__ADS_1


Tanpa mereka sadari dari arah luar kamar nampak Fina yang sedang menguping pembicaraan mereka sedari tadi.


" Akhirnya mereka menyelesaikan masalahnya dengan damai, aku berharap kamu selalu bahagia Rein dimana pun dan bersama siapapun." ucap Fina pada diri sendiri kemudian bergegas turun untuk berpamitan pulang dengan mbok yem karena Fina tidak ingin merusak adegan romantis yang sedang terjadi di depannya.


Kembali ke Revan dan Reina


...Revan mengusap perlahan kepala Reina saat di dalam pelukannya kemudian perlahan melonggarkan tangannya....


Reina yang merasakan pelukan Revan melonggar lantas mendongakkan kepalanya ke atas.


" Kenapa?" tanya Reina


" Tidak ada aku hanya takut aku akan kebablasan jika terus begini." ucap Revan dengan menatap mata istrinya itu.


...Reina yang paham akan arah pembicaraan Revan lantas melepaskan pelukannya dan mundur satu langkah....


" Revan kamu benar benar mesum ya." ucap Reina dengan kesal.


Revan kemudian tersenyum mendengar reaksi Reina.


" Besok kita cek ke rumah sakit ya sekalian kita liat Revan junior " ucap Revan


" besok? lalu pekerjaanmu bagaimana?" tanya Reina


" Kenapa kamu selalu mempermasalahkan itu sih, sudah berapa kali ku katakan bahwa aku adalah bosnya." ucap Revan dengan nada menggoda.


" Iya iya tuan besar terserah anda" ucap Reina


" Jadi? besok kita pergi ya..." pinta Revan lagi.


" Iya Revan besok kita pergi" ucap Reina


...Pada akhirnya Reina hanya mengikuti perkataan suaminya itu. Entah mengapa Reina sama sekali tidak bisa menolak ataupun marah pada Revan, sesakit apapun luka yang Revan berikan Reina selalu bisa luluh dengan kata kata maaf serta perlakuan manis yang Revan berikan. Entahlah apakah mungkin ini yang di sebut cinta? bahkan Reina pun juga tidak mengetahuinya secara pasti....


Bersambung


Bagaimana menurut kalian?


Apa benar yang Reina rasakan adalah cinta?


Tulis di komen ya pendapat kalian...

__ADS_1


See you


__ADS_2