Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 148 Memaafkan juga membutuhkan sebuah proses


__ADS_3

Satu tahun kemudian


...Di dalam sebuah kamar tepatnya di mansion milik Revan terlihat Reina sedang mematut dirinya di cermin dengan tatapan sendu menatap pundak kirinya....


" Sepertinya bekas ini sulit sekali untuk hilang" ucap Reina sambil membuka sedikit jubah mandinya di bagian pundak sebelah kirinya.


...Revan yang tahu Reina pasti tengah melihat bekas luka itu lagi, lantas langsung berjalan mendekat kemudian memeluk Reina dari belakang sambil menaruh dagunya di pundak sebelah kanan Reina....


" Ada apa? kenapa kamu serius sekali menatap ke cermin?" tanya Revan basa basi karena sebenarnya Revan mengetahui alasan Reina menatap cermin sedari tadi.


" Lihatlah van, aku pasti terlihat jelek kan? bekas luka ini terlihat mengerikan" ucap Reina sambil menunjuk ke arah pundaknya.


" Tidak, bagiku kamu tetap cantik" ucap Revan


" Sudahlah van jangan pura pura itu malah semakin membuatku tidak pd" ucap Reina


...Revan yang mendengar hal itu lantas langsung melepaskan pelukannya kemudian memutar Reina agar berganti menghadap ke arahnya dan langsung mengecup bekas luka itu tanpa rasa geli atau jijik sedikitpun....


" Revan apa yang kamu lakukan?" ucap Reina yang terkejut akan tindakan Revan barusan.


...Mendengar teriakan Reina, Revan lantas tersenyum karena teriakan andalan Reina inilah yang selalu Revan rindukan di saat dulu ketika Reina menghilang....


" Aku sungguh tidak masalah dengan bekas luka itu, jika kamu menginginkannya kita bisa menghilangkannya, ada dan tidak adanya bekas luka itu kamu tetap saja terlihat cantik di mata ku" ucap Revan sambil mencubit gemas hidung Reina.


" Revan...........jangan begitu kamu bisa membuatku jatuh cinta lagi nanti" ucap Reina dengan tersipu malu


" Oh ya....bagaimana kalau begini ....begini dan begini...." ucap Revan sambil terus mengecup area leher Reina di setiap sudut yang membuat Reina merasa kegelian.


" Hentikan van...itu menggelikan..." ucap Reina dengan di selingi tawa pada kalimatnya.


" Dady apa yang kamu lakukan?" ucap Saina yang tengah berdiri di depan pintu kamar mereka.


...Revan dan Reina yang mendengar suara tak asing itu lantas langsung menghentikan kegiatan mereka kemudian berusaha bersikap setenang mungkin....


"Dady sedang mencari semut yang sedang menggigit leher mami mu" ucap Revan dengan nada yang kikuk sementara Reina yang melihat itu berusaha untuk menyembunyikan tawanya.


" Benarkah? tapi.... mengapa mami tertawa, bukankah harusnya mami merasa gatal ya?" ucap Saina yang tak percaya ucapan Revan begitu saja.


" Waduh bisa gawat nih..." ucap Revan dalam hati


" Oh ya Junior di mana Sain?" tanya Reina mencoba mengalihkan pusat perhatian Saina.


" Ada di bawah sedang menangis mencari mami mangkanya Saina ke sini" ucap Saina menjelaskan

__ADS_1


" Coba kamu tenangkan Junior dulu, mami akan menyusul ke sana setelah ganti baju oke..." ucap Reina sambil tersenyum ke arah Saina.


" Oke mi" ucap Saina kemudian melangkah pergi meninggalkan Revan dan Reina di sana.


" Ekspresi mu tadi sungguh menggelikan van, jadi membuatku gemas melihatmu " ucap Reina sambil tertawa


" Kamu ya... bukannya bantuin aku malah terus menahan ketawa tadi..." ucap Revan dengan kesal


" Aku hanya tidak tahan melihat ekspresi mu tadi hehehe" ucap Reina dengan nada santai sambil berjalan ke arah walk in closet untuk mencari baju ganti.


" Tapi ya Rein ku kira dulu anak kita itu baby girl so jadi ku berilah dia nama Mikaila ternyata aku salah dia seorang jagoan..." ucap Revan sambil terkekeh geli.


" Pantas saja kau sangat terobsesi dengan nama Mikail ternyata dari Mikaila.... " ucap Reina sambil memilah baju di lemarinya.


" Yap... bukankah nama Junior Mikail Varen Mahendra tidak terlalu buruk Rein?" ucap Revan


" Yes, not bad ..." ucap Reina


" Hanya itu saja Rein? " ucap Revan sambil menatap Reina yang berjalan mendekat ke arah Revan.


" Lalu kamu ingin jawaban seperti apa?" tanya Reina sambil duduk di pangkuan Revan dan mengalungkan tangannya pada leher Revan.


" Aku ingin......" ucap Revan dengan menjeda kalimatnya kemudian mendekat ke telinga Reina untuk membisikkan sesuatu.


" Kita buat adik lagi untuk Saina dan Junior yuk" bisik Revan di telinga Reina yang lantas langsung mendapat tatapan tajam dari Reina


...Mendengar hal itu Reina kemudian lantas bangkit dan menatap ke arah Revan dengan bersendekap tangan....


" Kita urus pusaka mu nanti ya, sekarang aku mau mengurus Junior dulu" ucap Reina sambil mencium pipi sebelah kanan Revan kemudian hendak berlalu pergi.


" Tidak bisakah sekarang Rein?" tanya Revan dengan nada memohon


" Tidak bisa van, apa kamu lupa semua orang sebentar lagi akan datang, bukankah kamu mengundang mereka makan malam di sini?" ucap Reina


" Masih ada waktu sampai jam makan malam nanti Rein" ucap Revan lagi


" Revannnnnnnnn nanti saja ya aku janji..." ucap Reina lagi


" Baiklah.." ucap Revan dengan terpaksa


*************


...Suasana mansion Revan malam ini sangat ramai, Revan mengadakan acara makan malam dan mengundang semua keluarga serta teman dekat Revan dan Reina untuk merayakan kesembuhan Reina....

__ADS_1


...Semua tamu ndangan datang sambil mengucap kebahagian dan rasa syukur atas kesembuhan Reina, setelah makan malam semua orang berkumpul di ruang tengah untuk sekedar bercengkrama serta menikmati waktu bersama setelah sekian lama....


...Permadi nampak berjalan mendekat ke arah Reina dan juga Revan yang tengah sibuk dengan si kecil Junior....


" Apa aku boleh bergabung" ucap Permadi


" Ya tentu saja silahkan" ucap Reina dengan tersenyum menatap ke arah Permadi.


" Terima kasih banyak karena kalian masih memberi aku kesempatan bertemu dengan cucuku Saina... " ucap Permadi


" Tidak perlu sungkan anda juga kakek dari Saina, jika anda ingin anda bisa bertemu dengannya kapan saja." ucap Revan dengan tulus


" Kalian memang benar benar orang baik... padahal dulu aku mengira aku akan sendiri setelah kepergian Gerald ternyata aku salah... kalian malah merangkul ku dan mengatakan bahwa masih ada Saina yang bisa menjadi kekuatan untuk aku bangkit dari rasa penyesalan dan kesendirian ku, aku benar benar berterima kasih" ucap Permadi


" Anda jangan terlalu berlebihan, mungkin ini semua sudah menjadi jalannya dan masalah yang kita hadapi sudah digariskan oleh sang pencipta sesuai porsinya, kadang manis kadang juga pahit, bukankah begitu?" ucap Revan yang di balas anggukan oleh Permadi.


" Bagaimana kabar ibu?" tanya Reina dengan ragu ragu.


" Aku senang kau bertanya tentang Erika, ya...keadaan Erika sudah jauh lebih baik dia sudah tidak lagi mengamuk dan lebih bisa mengontrol dirinya, hanya saja ia selalu menyebut namamu sepanjang hari, aku harap kamu bisa meluangkan waktu untuk menemuinya meski mungkin itu pasti akan sulit bagimu" ucap Permadi


...Mendengar hal itu Reina terdiam dan mencerna perkataan Permadi barusan. Melihat Reina diam Revan kemudian lantas merangkulnya dengan erat pundak Reina dan tersenyum sambil menatap ke arah Reina....


" Bukankah kamu bilang akan memulai lembaran baru? jadi untuk apa kamu bersedih? apa kamu tidak lihat semua orang di sini nampak ceria menikmati indahnya kebersamaan?" ucap Revan


" Iya itu betul nak, memulai lembaran baru memang membutuhkan sebuah proses dan tidak bisa instan, jadi aku harap kamu tidak perlu terlalu terburu buru" ucap Permadi sambil tersenyum.


" Ya benar kata Revan dan pak Permadi, aku juga harus bisa membuka pintu maaf ku untuk ibu, meski itu sulit namun aku akan tetap mencobanya, bukankah segala sesuatunya membutuhkan proses?" ucap Reina dalam hati sambil tersenyum menatap ke arah Revan dan Permadi bergantian.


...Memaafkan sebuah kesalahan memang tidaklah mudah, namun bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf dan mau memaafkan segala kesalahan hambanya sebesar apapun kesalahan itu, Lantas bukankah kita terlalu egois jika terlalu keras dan sukar membuka pintu maaf di hati kita....


...The End...


Terima kasih yang sudah mengikuti perjalan cinta Revan dan Reina.........


Jangan lupa untuk mampir ke karya author yang lainnya ya...



Duniaku menjadi berbeda


Ku sangka kau malaikat


The fake marriage

__ADS_1



See you di judul novel author lainnya.


__ADS_2