
Suasana di perusahaan MD enterprise
" Apa jadwalku hari ini Wil? " Ucap Revan sambil mendudukkan dirinya ke kursi kebesarannya.
" Setelah makan siang nanti anda akan meeting dengan perusahaan Niaga, pada pukul 15.00 pertemuan dengan tuan Saga untuk pembaharuan kontrak. Untuk hari hanya itu jadwal anda tuan selebihnya anda bebas." Ucap Wili
" Baiklah kalau begitu kamu boleh keluar." Ucap Revan
" Baik tuan " ucap Wili sambil pergi meninggalkan ruangan Revan.
Setelah Wili baru saja meninggalkan tempat terdengar suara ketukan pintu dari luar.
" Apa lagi yang akan Wili katakan bukannya tadi katanya sudah tidak ada lagi." Ucap Revan mengernyitkan dahi mendengar suara ketukan tersebut dan mengira bahwa itu Wili asistennya.
" Masuk " ucap Revan
Cklek
Perlahan suara decitan pintu terbuka dan kemudian tertutup kembali seiring dengan langkah kaki yang memasuki ruangan kerja Revan.
" Apa ada yang kau lewatkan Wil?" Ucap Revan dengan tatapan yang masih fokus ke layar laptopnya tanpa melihat ke arah orang yang berjalan mendekat ke arahnya.
...Hening seketika tak ada jawaban Revan mengernyitkan dahinya bingung kenapa Wili tidak menjawabnya. Kemudian karena penasaran Revan mengangkat kepalanya ke arah seseorang itu dan ternyata bukan Wili yang datang malah seseorang yang tidak pernah di harapkan kembali kedatangannya....
" Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Revan dengan nada dingin melihat ke arah orang itu yang ternyata adalah Iriana.
" Revan aku merindukanmu " ucap Iriana dengan menundukkan kepalanya kebawah berharap Revan mau menerimanya.
" Heh berani sekali kau menginjakkan kakimu di sini. " Ucap Revan dengan perlahan berdiri berjalan mendekati Iriana dan langsung mencengkram tangannya dan menuntunnya untuk keluar dari ruangannya.
__ADS_1
" Revan apa kamu tidak punya sedikit hati nurani? Bukanya seharusnya kamu yang meminta maaf? " Ucap Iriana sambil meronta untuk di lepaskan.
Revan yang mendengar hal itu hanya diam mematung tanpa menjawab maupun menyangkal kata kata yang Iriana ucapkan.
" Yes berhasil baik mari kita lanjutkan" ucap Iriana dalam hati merasa menang ketika melihat Revan diam terpaku.
" Selama 3 tahun pernikahan kita apa pernah kamu menyentuhku van? Tidak kan. Bahkan ketika aku berusaha untuk memenuhi tanggung jawabku sebagai seorang istri kamu malah sibuk bekerja dan terus bekerja tanpa ingat bahwa di rumah aku menunggumu. Kamu selalu mengatakan cinta cinta cinta tapi tidak pernah membuktikannya apa itu cinta van? Bukan van itu bukan cinta. Apa kamu tahu aku menunggumu setiap hari di rumah seperti orang gila kau tidak akan pernah tahu kan? Lalu ketika akhirnya aku lelah dan memilih pelarian kemudian hamil. Bukannya kau menyesal malah kau memperlakukanku dengan begitu buruk dan bahkan mengambil hak asuh anakku van. Apa kau manusia? " Ucap Iriana meluapkan perasaan yang sudah terpendam lama. Niat hati untuk memancing Revan malah kini Iriana sendiri yang terpancing dan membuka luka lama itu lagi.
Mendengar kalimat panjang lebar Iriana Revan lantas menatap Iriana dengan marah.
" Bukankah aku sudah menjelaskan kala itu bahwa aku sedang mempersiapkan tanggung jawab besar untuk menjadi pemimpin perusahaan menggantikan ayahku, tidakkah kau bisa sedikit lebih bersabar? Aku selalu menuruti semua keinginanmu dan melakukan apapun untukmu, apa itu masih kurang ha? " Ucap Revan dengan nada yang emosi mengingat lagi kenangan buruk itu.
" Memenuhi semua? Lalu apa kau memenuhi kebutuhan ku sebagai istri? Aku seorang wanita van aku juga butuh ***. Apa kau tidak memikirkan itu?" Ucap Iriana memberi pembelaan.
" S*x s*x s*x apa hidupmu hanya seputar adegan ranjang? Jika aku tidak bekerja apa kau akan puas hanya dengan melakukan s*x tanpa makan, minum, atau kebutuhan lain? Pikir Iriana?" Ucap Revan sambil menunjuk nunjuk kepalanya sendiri dengan masih menatap Iriana.
" Heh munafik, bukannya kamu menikmatinya. Bahkan laki laki selingkuhan mu pun juga memberikan harta yang melimpahkan? Lalu apa bedanya?" Ucap Revan sambil tersenyum sinis ke arah Iriana.
Kini giliran Iriana yang bungkam ia bahkan tak bisa menyangkal akan tuduhan Revan padanya.
" Kenapa diam mulutmu sudah kehabisan kata kata? " Ucap Revan sambil sedikit tertawa.
" Aku akui aku salah tapi kamu juga ikut andil dalam hal segala yang kulakukan. Jika kamu memperlakukanku lebih baik aku tentu akan menjadi istrimu sampai sekarang." Ucap Iriana dengan nada sinis sambil menunjuk ke arah wajah Revan.
" Ya aku memang salah, salah dalam memilih seorang pendamping seperti mu." Ucap Revan dengan gerakan tangan balas menunjuk ke arah wajah Iriana.
Suasana yang terjadi semakin panas tidak ada yang mau mengalah diantara keduanya.
" Berarti kita impas van, kini kembalikan putriku." Ucap Iriana dengan nada sedikit merendah.
__ADS_1
" Putrimu? Mana ada seorang ibu yang ingin membunuh anaknya sendiri bahkan sebelum ia lahir? " Ucap Revan dengan nada mengejek.
" Aku sudah menyesal van dia tetaplah putriku seburuk apapun perbuatan ku padanya dulu." Ucap Iriana membela diri
" Heh nona seharusnya anda bersyukur karena aku merawatnya dengan baik layaknya anakku sendiri. Bahkan ku berikan nama ku untuknya meski dia bukan putri ku, bukankah aku seorang yang dermawan untuk ukuran orang sepertimu?" Ucap Revan dengan menatap Iriana dari atas hingga bawah.
" Baik? aku tahu kamu merawatnya hanya untuk membalas dendam padaku. Apa kamu pikir aku tidak tahu?" Ucap Iriana tak mau kalah.
" Itu memang benar aku akui itu, tapi setidaknya balas dendam ku lebih ber nurani dari pada kelakuanmu yang bejat itu. Aku bahkan kini memberinya seorang ibu yang jauh lebih lebih baik darimu." Ucap Revan sambil menunjukkan cincin kawin yang terletak di jari manisnya.
...Melihat hal itu tentu saja Iriana shock dan tak percaya bahwa Revan sudah menikah, tujuannya kembali ke Indonesia untuk balas dendam ke Revan tapi yang terjadi malah tampak sebaliknya bukan Revan yang hancur malah dirinya sendiri....
" Kau jahat Revan kau jahat " ucap Iriana sambil memukul dada bidang Revan berkali kali.
...Revan yang mendapatkan pukulan dari Iriana lantas langsung menghempaskan nya cukup keras tanpa Revan sadari sehingga membuat Iriana jatuh tersungkur ke bawah....
...Iriana nampak sedikit terkejut mendapat perlakuan dari Revan. Revan yang dulu bahkan hanya melihat air mata Iriana saja tidak sanggup kini berganti dengan Revan yang dingin dan bahkan memperlakukannya dengan kasar....
" Apa kesalahanku begitu besar van? Sampai kau memperlakukanku begini?" Ucap Iriana dalam hati kemudian bangkit berdiri meninggalkan ruangan kerja Revan.
...Revan yang melihat kepergian Iriana sedikit merasa bersalah dan kasihan. Revan tidak menyangka bahwa ia bisa sekasar ini pada perempuan bahkan itu pada Iriana gadis yang namanya pernah singgah di hatinya....
Bersambung
Waduh kalau gini siapa nih yang salah Revan atau Iriana?
Ikuti terus kisahnya
See you
__ADS_1