
Di salah satu mansion yang terletak di Jakarta
...Terlihat Putra sedang berbicara kepada seseorang di dalam sebuah ruangan dengan penerangan redup....
" Kamu tahu alasan apa saya mengundangmu kemari?" ucap pria yang duduk di sebuah kursi tunggal besar dalam ruangan tersebut.
" Tentu tidak tuan, seseorang yang namanya besar seperti tuan tiba tiba memanggil saya yang biasa ini tentu akan ada maksud tersembunyi di dalamnya, bukankah begitu?" ucap Putra tanpa gentar sama sekali.
" Hahahahahaha ternyata kamu cukup pintar" ucap Pria tersebut
" Tentu tuan jika saya tidak memiliki kecerdasaan yang anda butuhkan, tentu tuan akan sia sia mengundang saya kesini." ucap Putra dengan sombong.
" Apa kamu tahu Revan Alexi Mahendra?" ucap pria tersebut
" Tentu siapa yang tidak mengenalnya" ucap Putra lagi
" Aku ingin kamu menghancurkannya, apa kamu sanggup?" ucap pria tersebut
" Tuan bagaimana mungkin saya menghancurkan Revan begitu saja, dia salah satu orang terkuat di Indonesia dengan harta yang melimpah sungguh jauh berbeda dengan saya tuan" ucap Putra yang terkejut karena permintaan pria tersebut.
...Mendengar ucapan tersebut tentu orang itu tertawa sangat keras hingga suara tawanya menggema memenuhi ruangan yang langsung membuat suasana semakin mencekam....
" Bodoh, jika dalam hal itu saya juga tau bahwa kamu berada jauh di belakang Revan tapi tidak bisakah kau gunakan otakmu yang masih tersisa itu." ucap pria tersebut sambil tangannya memutar gelas yang berisi wine lalu meminumnya.
" Apa maksud anda tuan?" ucap Putra dengan bingung
" Aku tahu kamu mencintai Reina dari masa kuliah bahkan hingga sekarang, gunakan otakmu untuk membuat dia terjatuh semakin dia jatuh maka Revan juga akan ikut jatuh." ucap pria tersebut dengan datar.
" Tidak mungkin saya melukai Reina tuan saya mencintainya dengan tulus." ucap Putra mengelak.
" Persetan dengan ketulusan mu itu, bukankah kamu juga ingin mencicipi tubuhnya? apa kamu rela wanita yang kamu cintai tubuhnya di jarah oleh Revan?" ucap pria tersebut mencoba memancing Putra agar mau mengikuti kemauannya.
...Mendengar ucapan pria tersebut lantas membuat Putra marah, Reina memang istri Revan tapi Putra merasa bahwa dia lebih pantas memiliki Reina....
Cukup lama Putra berpikir sampai kemudian ia mengambil keputusan untuk melakukannya.
" Saya akan melakukannya tuan" ucap Putra tiba tiba
__ADS_1
" Bagus, bagus sekali saya suka semangatmu itu, tenang saja akan ada imbalan dari setiap keberhasilan mu." ucap pria tersebut dengan tersenyum senang.
" Saya tidak perlu hadiah apapun tuan cukup Reina menjadi milik saya itu sudah lebih dari cukup, tapi jika tuan memaksa saya akan dengan senang hati menerimanya." ucap Putra dengan senyum yang licik.
" hahahahaha ok deal" ucap pria tersebut
" Deal"
...Setelah kesepakatan terjadi pria tersebut mengangkat gelas di tangannya dan mengajak Putra untuk merayakan kesepakatan dengan meminum segelas wine bersama....
….......................................
Kembali pada Revan dan Reina
...Revan yang melihat Reina ingin muntah lantas langsung menyusulnya kemudian membantu Reina dengan memijat tengkuknya sambil mengelus punggung Reina secara perlahan....
" Sangat mual ya Rein, sabar ya kamu pasti bisa melewatinya ini adalah salah satu proses menjadi seorang ibu yang hebat, sabar ya Rein" ucap Revan sambil terus memijat tengkuk Reina.
...Cukup lama Reina memuntahkan isi perutnya sampai keringat sudah hampir membasahi bajunya. Revan masih dengan setia menemani Reina dengan terus memijat tengkuknya....
" No "
" Apa kamu kuat berdiri?" tanya Revan lagi
" Bentar van bentar lagi biar aku balikin tenaga aku dulu." ucap Reina dengan nada lirih
...Revan yang mendengar hal itu bukan mengiyakan ucapan Reina malah langsung menggendongnya ala bridal style dan membawanya ke ranjang mereka....
...Revan menidurkan Reina di ranjang kemudian ikut berbaring di sana sambil mengusap punggung Reina perlahan....
" Apa yang kamu lakukan van?" ucap Reina yang bingung dengan perlakuan Revan itu.
" Katanya mengusap punggung ibu hamil mampu membuat mereka nyaman dan sedikit mengurangi rasa nyeri di punggung." ucap Revan dengan polos.
Reina yang mendengar penjelasan Revan lantas tersenyum.
" Revan hal itu dilakukan ketika usia kandungan sudah lebih dari 20 minggu ketika perutku sudah membesar, sekarangkan perutku masih kecil jadi belum terasa nyeri disana hanya terkadang mual." ucap Reina sambil memegang pipi Revan lalu mengelusnya.
__ADS_1
" Emang ada bedanya? kalau menurutku semua sama saja pada intinya kan sama sama memberi kenyamanan pada sang ibu." ucap Revan lagi sambil tangan satunya naik ke atas tangan Reina yang berada di pipinya.
" Oohhh so sweet" ucap Reina sambil tersenyum bahagia memandang ke arah Revan.
...Reina kemudian membenarkan posisinya mencari posisi yang paling nyaman menurutnya dengan mendekat lagi kearah dada bidang Revan dengan lengan Revan sebagai bantalan kepala Reina....
" Van...." panggil Reina tiba tiba
" Iya Rein"
...Cukup lama jeda antara ucapan keduanya sampai kemudian Reina membuka pembicaraan kembali....
" Apa kamu akan tetap seperti ini walau anak yang di kandunganku sudah lahir?" tanya Reina dengan hati hati karena ia juga penasaran akan jawaban dari pertanyaannya.
...Tidak ada jawaban apapun di sana hanya terdengar helaan nafas panjang serta kesunyian. Reina yang menyadari itu kemudian mendongak keatas menatap Revan menanti jawaban dari pertanyaannya....
" Pasti berbeda kan, aku tahu kamu tidak perlu lagi menjawabnya, waktu sembilan bulan sudah cukup kok bagiku." ucap Reina kemudian kembali menelusup ke dada bidang Revan dan memeluknya erat.
...Revan bingung harus menjawab apa karena faktanya Revan tidak tahu tentang perasaannya sendiri, yang Revan lakukan selama ini ketika bersama Reina hanya murni mengikuti kata hatinya serta ingin menjaga buah hatinya agar tetap dalam keadaan baik....
" Rein ... aku tidak tahu apa yang terjadi nanti dan aku juga tidak bisa menjanjikan sesuatu yang kamu minta bahkan tanpa kamu sebutkan. Hanya saja aku akan terus berusaha untuk tetap sama sekarang maupun nanti karena kamu adalah istriku the one and only Reina Mentari." ucap Revan dengan nada lirih tapi masih bisa di dengar oleh Reina.
...Reina yang mendengar penuturan Revan lantas kembali mendongak menatap Revan dengan mata yang berkaca kaca cukup lama hingga detik berikutnya Reina sedikit naik keatas dan mencium bibir Revan sekilas sebanyak dua kali....
" Apa ini sebuah hadiah Rein?" tanya Revan dengan nada menggoda Reina.
...Reina yang di goda lantas langsung bersemu merah dan kemudian bersembunyi di dada bidang milik Revan....
...Revan tersenyum geli melihat tingkah malu malu Reina lalu dengan perlahan Revan mengangkat tubuh Reina sedikit ke atas agar sejajar dengan Revan kemudian mengecup kening Reina, mata sebelah kiri, mata sebelah kanan, pipi Reina kemudian bibirnya sekilas....
...Reina yang hanya mendapat ciuman bibir sekilas langsung membuka matanya yang tertutup kemudian melihat Revan dengan tatapan bingung....
" hahahahahahaha, wajahmu sungguh sangat lucu Rein" ucap Revan dengan tawa yang keras
" Revan kamu benar benar jail" ucap Reina dengan memukul sedikit dada bidang Revan
Bersambung
__ADS_1