Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 68 Anda keren di mata saya


__ADS_3

Revan kemudian bangkit membenarkan posisi duduknya lalu membuka kaca mobil perlahan.


" Siang pak " ucap sekuriti yang menghampiri Revan.


" Iya, ada yang bisa saya bantu?" ucap Revan dengan ramah.


" Apa yang sedang bapak lakukan berduaan di dalam mobil dengan kaca mobil yang gelap? apa bapak sedang berbuat mesum disini?" ucap sekuriti tersebut.


" Aduh apa perbuatan ku dan Revan terlihat dari luar hingga sekuriti menghampiri kami." ucap Reina dalam hati sambil menelan salivanya kasar.


Revan yang mendengar penuturan sekuriti tersebut hanya menanggapinya dengan santai.


" Tolong jaga ucapan anda, wanita di sebelah saya ini adalah istri saya dan saya tidak melakukan hal mesum di sini. Apa anda tidak lihat pakaian kami masih lengkap?" ucap Revan dengan santai.


" Untung gue masih tau tempat." ucap Revan dalam hati dengan senyum bangga.


" Boleh saya lihat ktp dan surat nikah anda pak?" ucap sekuriti tersebut yang tidak mempercayai ucapan Revan.


...Reina yang mendengar hal itu lantas menjadi panik namun saat menatap Revan anehnya Revan malah terlihat santai seperti tidak ada beban dan kekhawatiran....


...Revan kemudian membuka laci kecil di dasbor dan mengeluarkan surat nikah kemudian membuka dompetnya dan mengambil ktp dari sana lalu memberikannya pada sekuriti tersebut....


Sekuriti tersebut terlihat sedikit sok namun tanpa mengatakan sepatah kata apapun.


" Baik saya minta maaf telah mengganggu waktu anda, jika anda ingin masuk ke dalam silahkan langsung membeli tiket." ucap sekuriti tersebut dengan senyum canggung.


" Hanya kali ini saja saya meloloskan mu lain kali cari dulu sumbernya baru menyergap jangan langsung asal bertindak, hanya karena mendengar ucapan orang yang tidak jelas asal usulnya." ucap Revan sambil menatap tajam sekuriti tersebut.


Mendengar ucapan Revan sekuriti tersebut lantas terkejut.

__ADS_1


" Sekali lagi saya minta maaf pak" ucap sekuriti tersebut sambil sedikit membungkuk kemudian melangkah pergi.


...Revan menatap kaca spion mobilnya dengan tatapan senyuman mengejek, ya Revan sadar bahwa sedari tadi ada yang memperhatikannya dari dalam mobil yang tentu saja Revan kenal siapa pemiliknya. Sekuriti tersebut hanya sebagai umpan saja dia tidak benar benar tau tentang apa yang dilakukan Revan dan Reina di dalam mobil....


" Bagaimana rasanya gagal IRIANA" ucap Revan dalam hati sambil masih memperhatikan kaca spion mobilnya.


...Sedangkan Reina yang masih terperangah dengan apa yang barusan Revan lakukan tidak bisa mengatakan apapun kecuali menatapnya dengan tatapan kagum....


Revan yang menatap ke arah Reina kemudian tersenyum ala ala iklan pasta gigi.


" Apakah suamimu ini sangat keren? hingga kamu terus menatapku seperti itu." ucap Revan dengan gaya yang angkuh.


" Gila gila gila saya hargai aksi anda barusan pak, memang terlihat biasa saja sih hanya saja anda keren di mata saya." ucap Reina sambil bertepuk tangan kecil dengan gerakan naik turun.


" Baiklah terima kasih atas penghargaannya, sekarang apakah kita bisa turun Saina pasti sudah menunggu di dalam." ucap Revan


" Ok lets go ... " ucap Reina kemudian langsung turun dari mobil dengan di ikuti Revan di sebelahnya.


" Ya bagus pertahankan gaya itu 1 2 3 oke, ganti hadap kiri mata mengarah kesini 1 2 3 bagus, sekali lagi tangan sedikit naik nice, satu kali hadap sini 1 2 3 yes finis bagus sekali Iriana saya suka dengan semua hasil gambarnya. Terima kasih atas kerja kerasnya semua sampai jumpa di lokasi selanjutnya." ucap Rudi seorang fotografer yang menangani pemotretan kali ini.


" Thank you Rud, aku pulang dulu ya.." ucap Iriana sambil cipika cipiki dengan Rudi kemudian berlalu pergi.


...Memang setelah Iriana bercerai dari Revan Iriana memilih untuk meneruskan cita citanya yang tertunda sewaktu kuliah dulu yaitu menjadi seorang model. Memang Iriana tidak memiliki pengalaman apapun dalam bidang modeling atau bahkan bisa dibilang sangat awam meski itu adalah cita citanya, namun karena adanya Gerald yang menyokongnya dari belakang baik dari segi material juga ketenaran semua tak luput dari campur tangan Gerald sehingga halangan apapun tidak ada artinya bagi Iriana. Itulah sebagian alasan mengapa Iriana selalu menempeli Gerald selama hampir 7 tahun belakangan ini meski Iriana sendiri tahu bahwa ia hanya di jadikan boneka mainan oleh Gerald....


...Iriana benar benar tidak mempermasalahkan hal itu selagi Gerald bisa memberikan segalanya maka Iriana dapat melakukan apapun untuk Gerald. Ya sungguh ironi memang di saat Revan siap memberikan segala hal untuk Iriana tanpa pamrih Iriana malah menyianyiakan Revan dan lebih memilih Gerald yang jelas jelas hanya mempermainkannya....


Setelah menyelesaikan pemotretannya Iriana berjalan keluar ke arah parkiran untuk segera pulang dan menemui Gerald.


...Iriana berjalan keluar taman ragunan dan langsung pergi ke parkiran lalu masuk ke dalam mobil bersiap untuk ke rumah Gerald, namun saat Iriana hendak mengeluarkan mobilnya ia melihat mobil Revan di sana. Iriana hafal betul dengan semua koleksi mobil Revan dan Iriana yakin itu adalah Revan....

__ADS_1


...Iriana kemudian mengurungkan kepergiannya dan diam diam memandangi mobil Revan di depan sana namun sudah hampir 30 menit berlalu Revan tidak juga turun dari sana Iriana kemudian menajamkan kembali pandangannya saat matanya tepat memandangi mobil milik Revan tersebut Iriana melihat gerakan mobil naik turun secara perlahan meski tidak terlalu terguncang atau keras namun itu terlihat jelas sekali jika kita menatapnya dengan jeli....


Iriana benar benar merasa geram dengan bayangan kotor yang berputar dikepalanya kala mendapati gerakan mobil Revan tersebut.


" Sialan Revan kau benar benar, ku kira kau impoten ternyata semua itu hanya tipu muslihat mu saja benar benar sial." ucap Iriana pada diri sendiri sambil sesekali memukul stir mobilnya.


...Kemarahan Iriana benar benar memuncak hingga kemudian Iriana melihat seorang sekuriti yang tengah berjaga di sekitar parkiran. Reina memanggil sekuriti tersebut untuk mendekat ke arahnya....


" Iya mbak, ada yang bisa saya bantu?" ucap sekuriti tersebut ketika menghampiri Iriana.


" Pak apa bapak lihat mobil di depan?" ucap Iriana


...Sekuriti tersebut kemudian mengikuti arah tunjuk Iriana setelah beberapa detik kemudian kembali menatap Iriana dengan tatapan bingung tidak mengerti....


" Begini pak sepertinya orang di dalam mobil tersebut sedang berbuat mesum. Bukankah itu sesuatu yang tidak senonoh pak meski itu di dalam mobil tapi bukannya itu tidak etis iya kan." ucap Iriana mencoba mengkompori sekuriti tersebut.


" Yang bener mbak jangan fitnah nanti kalau salah bagaimana" ucap sekuriti tersebut tidak percaya dengan perkataan Iriana


" Bapak percaya saja sama saya, soalnya saya melihat gerakan di mobil tersebut aneh seperti seseorang tengah melakukan ML, bapak tau ML kan?" ucap Iriana lagi dan lagi menambahkan bumbu di sana.


" Baiklah mbak terima kasih info nya saya akan langsung bergerak ke sana." ucap sekuriti tersebut.


Iriana menatap kepergian sekuriti tersebut dengan senyum yang licik kemudian memperhatikan secara seksama gerak gerik satpam tersebut.


" Kita lihat van apa kamu akan bisa menangani ini." ucap Iriana tertawa bangga.


Namun setelah beberapa menit kemudian Iriana malah melihat sekuriti tersebut pergi dengan wajah yang pucat pasih meninggalkan Revan yang tentu saja menandakan bahwa rencananya gagal


" Sial kau Revan lagi lagi selalu saja kau yang menang benar benar licik" ucap Iriana dengan nada emosi dengan sesekali memukul kemudinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2