
...Keesokan paginya Revan bersiap pergi ke kantor untuk menyelesaikan permasalahan rumor yang menyebar kemarin....
...Revan kemudian lantas berjalan menuruni anak tangga perlahan dengan baju yang sudah rapi siap untuk pergi ke kantor....
" Pagi Rein..." ucap Revan sambil mencium pipi Reina sekilas kemudian langsung duduk di meja makan bersiap untuk sarapan.
" Pagi.." balas Reina dengan mengambil beberapa roti dan mengolesinya dengan selai strawberry kemudian meletakkannya di piring milik Revan.
" Mama sama Saina mana Rein?" tanya Revan karena tidak melihat Lila maupun Saina bergabung di meja makan.
" Apa kamu lupa kalau hari ini adalah hari pertama Saina masuk sekolah dasar van?" ucap Reina mengingatkan Revan lagi
" Oh ya .... apakah itu hari ini? aku bahkan sampai melupakan hal itu" ucap Revan yang baru teringat akan hal tersebut.
" Ya..." ucap Reina
...Lama keduanya hening menikmati sarapannya masing masing sampai kemudian Reina kembali memulai pembicaraan....
" emmm van.." panggil Reina dengan sedikit ragu untuk mengatakan isi hatinya.
" Iya kenapa Rein?" ucap Revan sambil memakan roti selainya.
" Apa gak sebaiknya Saina di sini saja? kan kasihan mama jika harus bolak balik mengantar Saina sekolah?" ucap Reina dengan hati hati sambil sedikit membujuk Revan.
...Mendengar hal itu tampak membuat Revan sedikit memikirkan ucapan Reina barusan....
" Dikit lagi ya Rein... usia kandungan mu sudah mulai membesar dan bertambah setiap harinya, aku hanya tidak mau kamu kecapekan karena harus bolak balik mengantar Saina pergi ke sekolah." ucap Revan memberi pengertian kepada Reina.
" Tapi aku masih kuat kok van... beneran" ucap Reina lagi
" Nanti ya..." ucap Revan lagi sambil tersenyum
" Kalau enggak kita cari mbak lagi aja buat bantu aku jaga Saina dan temani aku di rumah" ucap Reina memberikan ide
" Nanti ya Rein..... lagian aku juga tidak terlalu suka dengan orang baru, kamu tahu itu kan?" ucap Revan kemudian bangkit berdiri bersiap untuk pergi.
" Tapi aku bosan di rumah" ucap Reina lagi ikut berdiri dan menghampiri Revan.
" Bosan? bukankah aku selalu di sini bersamamu? aku juga jarang pergi ke kantor kan? lalu apa yang membuatmu bosan?" tanya Revan sambil mencubit gemas pipi Reina.
" Isss kamu mah ya....ada aja jawabannya, kan aku jadi bingung cari pertanyaannya lagi" ucap Reina dengan cemberut karena Revan selalu bisa menyanggah perkataan Reina dengan jawaban jawaban yang bijaksana sehingga Reina mau tidak mau mengalah dan mengikuti perkataan Revan.
__ADS_1
...Revan yang mendengar ucapan Reina lantas tersenyum kemudian mencium perut Reina dengan khidmat....
" Dady pergi dulu ya nak, jangan nakal dan jangan menyusahkan mami" ucap Revan sambil mengelus perut Reina dengan perlahan.
" Eh dia nendang" ucap Reina dengan mata berbinar mengatakan hal itu.
" Iya Rein.... aku juga merasakannya, kamu mendengar dady ya nak... anak pintar" ucap Revan sambil tersenyum
" Aku berangkat dulu ya Rein" imbuh Revan kemudian mencium kening Reina dan melangkah pergi meninggalkan Reina.
.....................................................
Sementara itu di perusahaan MD Enterprise
...Wili tengah sibuk memeriksa berbagai laporan yang harus segera ia selesaikan beserta dengan tanda tangan Revan di atasnya....
Tok tok tok
" Masuk" ucap Wili sambil masih sibuk memeriksa laporan di atas meja kerjanya.
" Anu ... permisi pak saya mau mengantar ini" ucap seseorang yang masuk ke dalam ruangan Wili yang tak lain adalah Anita.
...Anita yang mendengar hal itu lantas sedikit kecewa kemudian langsung menaruh benda yang di bawanya ke meja kerja Wili....
" Saya permisi pak" ucap Anita sambil dengan berat hati melangkahkan kakinya pergi dari ruangan Wili.
" Ya " ucap Wili datar sambil kemudian meraba mejanya melihat berkas apa yang di bawa masuk barusan.
...Namun saat tangan Wili meraba ke atas meja yang ia dapati di sana malah sebuah kotak, Wili lantas langsung menoleh ke arah samping mejanya dan Wili sedikit terkejut ketika menoleh yang ia dapati malah kotak bekal di sana....
" Tunggu.." ucap Wili yang lantas menghentikan langkah kaki Anita dan langsung berbalik menatap ke arah Wili.
" Iya pak" ucap Anita
" Apa ini?" tanya Wili meminta penjelasan pada Anita
" Kotak bekal untuk bapak" jawab Anita dengan nada yang polos.
" Aku juga tau itu, maksudku siapa yang menyuruhmu membawa kotak bekal ke sini?" ucap Wili dengan gemas karena sifat loading Anita begitu membuatnya risih karena harus terus mengulang pertanyaan ketika berbicara dengannya.
" Oh itu..... Itu adalah tanda terima kasih dari saya pak, karena bapak sudah membantu saya kemarin" ucap Anita sambil tersenyum cerah menatap ke arah Wili.
__ADS_1
" Saya tidak pernah memintanya" ucap Wili dengan datar
" Itu tulus pemberian dan atas inisiatif saya pribadi pak" ucap Anita masih dengan senyum yang mengembang.
" Bawa kembali! saya tidak terbiasa sarapan pagi" ucap Wili dengan nada yang datar.
...Anita yang mendengar ucapan Wili lantas langsung kecewa dan itu sangat terlihat jelas pada raut wajah Anita....
" Apa aku keterlaluan padanya?" ucap Wili dalam hati sambil terus menatap ke arah Anita.
...Anita lantas berjalan mendekat ke arah Wili hendak mengambil kembali kotak bekal yang baru saja ia letakkan di meja Wili....
...Saat tangan Anita menyentuh kotak bekal tersebut dan hendak mengambilnya tiba tiba saja tangan Wili menghentikan gerakan Anita dan tanpa sengaja malah memegang tangan Anita....
Deg
...Keduanya lantas langsung saling menatap satu sama lain dan suasana menjadi hening seketika tanpa ada suara bahkan pergerakan dari Wili dan Anita....
" Ada apa ini? kenapa jadi berdebar begini sih..." ucap Anita dalam hati dengan masih menatap ke arah Wili.
" Adegan apa ini? kenapa berasa seperti di film film?" ucap Wili dalam hati sambil masih tetap menatap ke arah Anita.
" Ehem...."
...Suara deheman Wili lantas mengejutkan Anita dan dengan reflek langsung menarik tangannya yang berada tepat di bawah tangan Wili....
" Maaf pak" ucap Anita dengan gugup sambil terus menunduk.
" Biarkan itu di sini, sekarang kamu boleh pergi" ucap Wili sambil menyembunyikan kegugupannya.
" Apakah bapak yakin?" tanya Anita memastikan lagi pendengarannya tidak salah.
" Apa aku perlu mengulangi kata kataku lagi?" ucap Wili yang mulai kesal akan Anita.
" Oh tentu itu tidak perlu pak, kalau begitu saya permisi... " ucap Anita kemudian berbalik badan dan bersiap melangkah pergi.
" Oh ya.... sekali lagi saya mengucapkan terima kasih karena bapak sudah membantu saya kemarin." ucap Anita lagi
" Ya, tak perlu sungkan" ucap Wili kemudian kembali menatap berkas berkas yang berserakan di meja kerjanya.
Bersambung
__ADS_1