Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 78 Ibu yang hebat


__ADS_3

" Jadi menurutmu ada kemungkinan bayi mereka ditukar?" ucap Revan kemudian sambil mengetuk ketukan jarinya pada meja.


" Betul sekali tuan dan yang lebih membuat saya terkejut lagi adalah seseorang yang menukar bayi mereka adalah tuan Iskandar sendiri." ucap Wili


...Revan yang mendengar perkataan Wili sontak terkejut dengan fakta baru tersebut Revan benar benar tidak menyangka bahwa ayah mertuanya bisa melakukan hal sekeji itu....


" Apa kau yakin tentang ini wil?" tanya Revan memastikan


...Mendengar ucapan Revan, Wili lantas memberikan rekaman CCTV rumah sakit yang berhasil ia retas sekitar 23 tahun yang lalu....


...Revan memandangi dengan seksama rekaman tersebut, di sana terlihat Iskandar tengah berbicara berdua dengan seorang dokter entah apa yang tengah mereka berdua bicarakan namun dapat terlihat dari pergerakannya bahwa Iskandar tengah memohon sesuatu kepada dokter tersebut....


...Lama Iskandar dan dokter tersebut berbicara sampai kemudian terlihat di sana Iskandar maupun dokter tersebut membuat kesepakatan yang membuat Iskandar tersenyum sambil menyalami dokter tersebut. Memang tidak ada yang aneh jika dilihat dari kaca mata orang awam namun jika kita lebih jeli dan teliti lagi di saat Iskandar menyalami dokter tersebut Iskandar seperti memberikan sesuatu di tangan dokter itu, apalagi rekaman CCTV selanjutnya yang berhasil di retas Wili menunjukkan aktivitas Iskandar yang tengah menggendong bayi kemudian membawanya keluar dari rumah sakit....


" Awalnya saya memang merasa ada yang ganjil karena ketika saya pergi ke ruang kontrol rumah sakit tersebut anehnya data rekaman CCTV pada tanggal dan tahun tersebut hilang tak berbekas, hal itulah yang membuat saya kemudian meretas rekaman tersebut dan ternyata hasilnya diluar dugaan." ucap Wili lagi.


" Aku tidak menyangka ayah mertuaku bisa melakukan hal sekeji ini, ternyata cinta benar benar membuat ayah buta akan segala hal" ucap Revan dengan nada yang dingin.


" Aku harap hal ini jangan sampai diketahui oleh Reina" ucap Revan dengan singkat dan tidak ingin dibantah.


" Oh ya tuan ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan." ucap Wili


" Apa wil?"


" Tuan harus berhati hati dengan Gerald karena ternyata Gerald adalah dalang dari pertemuan nyonya Shella dan nyonya Erika belakangan ini, sepertinya Gerald sengaja ingin memecah belah mereka dan kemudian mengambil kesempatan di dalamnya." ucap Wili yang langsung membuat tatapan Revan menjadi lebih dingin lagi.


" Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?" Bentak Revan yang langsung menggema memenuhi ruangan tersebut.


" Maaf tuan saya juga baru mengetahuinya saat menyelidiki nyonya Erika, sepertinya Gerald tengah mengincar nyonya Reina tuan." ucap Wili dengan hati hati karena takut menyinggung perasaan tuannya.

__ADS_1


Revan yang mendengar hal itu tentu saja sangat marah.


" Hentikan tidak perlu diteruskan lagi, aku akan mengurusnya sendiri sedangkan tugasmu awasi pergerakan Gerald dan laporkan semuanya padaku." ucap Revan dengan tegas tanpa mau dibantah.


" Baik tuan saya akan melakukannya, saya permisi dulu" ucap Wili kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan itu.


" Benar benar sialan kau Gerald, awas saja kalau kau berani menyentuh Reina akan ku hancurkan kau, kita lihat saja seberapa besar nyali mu." ucap Revan kemudian bangkit untuk meninggalkan ruangan kerjanya dan pergi ke kamar untuk melihat kondisi Reina.


...Revan kemudian melangkahkan kakinya dan menuju kamar, saat sampai di kamar yang Revan lihat malah Saina tengah asyik bermain lompat lompatan di kasur di mana Reina sedang duduk bersandar di sana....


" Sain hentikan, mami sedang sakit apa yang kamu lakukan." ucap Revan dengan nada yang sedikit keras.


...Saina yang mendengar Revan setengah berteriak lantas langsung menghentikan aktifitasnya dan duduk menunduk dengan wajah yang cemberut....


" Van apakah kamu harus sekasar itu pada Saina biarkan saja dia bermain." ucap Reina kemudian mengelus perlahan rambut Saina.


" Ayo Sain dady akan mengantarmu bermain di luar biar mami istirahat dulu, besok jika mami sudah sehat kamu bisa bermain lagi dengan mami." ucap Revan dengan sedikit lebih lembut kepada Saina.


...Saina yang mendengar suara Revan sudah mulai melunak kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap Revan....


" Soly dady Saina benal benal minta maaf" ucap Saina dengan nada tersendat karena takut Revan masih marah padanya.


...Revan yang mendengar permintaan maaf dari Saina kemudian menghela nafasnya cukup panjang lalu mengusap rambut Saina perlahan dengan sayang....


" Dady maafkan, lain kali jangan diulangi lagi ya, karena hal itu tidak sopan kita harus bisa menghormati orang yang lebih tua dari kita, mengerti?" ucap Revan dengan nada yang lembut.


" Iya dady"


" Jadi... kalau ada orang yang lebih tua dari kita sedang duduk di bawah kita, apa yang harus kita lakukan?" ucap Revan

__ADS_1


" Halus ikut duduk dan mengholmati meleka." ucap Saina dengan terbata.


...Reina yang mendengar ucapan Saina lantas tersenyum, Saina memang anak yang cukup pintar ia bisa langsung mengerti dan paham jika seseorang sedang menasehatinya atau memberinya pelajaran....


" Bagus begitu lebih baik nak, ayo sekarang ayah antar kebawah, kamu bermain bersama mbok yem dulu ya ..." ucap Revan sambil mengacak acak rambut Saina kemudian menggendongnya dan membawanya keluar dari kamar.


...15 menit kemudian Revan kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi bubur dengan segelas susu di sana....


" Makan dulu ya Rein" ucap Revan sambil mengangkat mangkok berisi bubur dan menyendok bubur untuk dimasukkan kedalam mulut Reina.


...Reina yang melihat Revan ingin menyuapinya lantas menggelengkan kepalanya....


" Aku sedang mual sekarang van, nanti dulu ya.... kamu taruh saja di sana nanti aku makan." ucap Reina dengan lirih.


" Jangan nanti sekarang ya 3 suap aja oke" ucap Revan dengan nada yang lembut.


" Revan aku benar benar mual" ucap Reina sambil menggelengkan kepalanya.


" Coba dulu satu sendok ya Rein aaaaaaa" ucap Revan sambil mendekatkan sendok berisi bubur ke arah Reina.


...Reina yang terus mendapat desakan mau tidak mau akhirnya membuka mulutnya dengan malas....


...Satu suapan pertama berhasil masuk ke perutnya, suapan kedua Reina sudah mulai merasa perutnya seakan diaduk aduk sampai pada suapan ketiga perut Reina tiba tiba mual dan ingin muntah. Reina lantas langsung berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya....


...Revan yang melihat Reina ingin muntah lantas langsung menyusulnya kemudian membantu Reina dengan memijat tengkuknya sambil mengelus punggung Reina secara perlahan....


" Sangat mual ya Rein, sabar ya kamu pasti bisa melewatinya ini adalah salah satu proses menjadi seorang ibu yang hebat, sabar ya Rein" ucap Revan sambil terus memijat tengkuk Reina.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2