Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 36 Ibu kandung Saina


__ADS_3

Ketika jarak ke empatnya sudah semakin dekat Iriana kemudian baru teringat dimana ia melihat wajah Reina.


" dia kan gadis yang fotonya terpajang di kamar Gerald, apa ini hanya kebetulan atau takdir yang buruk? bahkan dua orang lelaki yang ku inginkan semua menggilai wanita ini." ucap Iriana dalam hati dengan wajah sinis sambil menatap Reina dari atas hingga bawah.


" kali ini aku pergi selamat bersenang senang Revan " ucap Iriana kepada Revan kemudian melangkah pergi.


Namun ketika baru berjalan beberapa langkah kaki Iriana seketika berhenti dan mematung kala mendengar suara Saina.


" mami..... ayo kita makan " ucap Saina dengan nyaring.


Deg


...Jantung Iriana seakan berdebar mendengar panggilan itu namun sedetik berikutnya ketika ia menoleh ke arah belakang Iriana terlihat kecewa karena bukan dia yang dipanggil mami melainkan Reina. Rasa sakit dan cemburu menjalar memenuhi hati Iriana kini Reina tidak hanya mengambil anaknya namun juga perhatian dan kehangatan Revan tidak hanya itu bahkan Gerald yang sudah membuatnya berpaling dari Revan pun hanya terpatri nama Reina dalam dirinya. Rasa benci dalam diri Iriana perlahan mulai menjalar membentuk api yang besar menutupi hatinya....


" Kau telah merebut semua milikku Reina mulai dari Gerald, Revan bahkan Saina pun kau mengambilnya dariku. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia begitu saja di atas penderitaan ku." ucap Iriana pada diri sendiri kemudian pergi meninggalkan mereka.


Reina menatap kepergian Iriana dengan tatapan bingung.


" apa yang terjadi sebenarnya? kenapa dia seperti membenciku? aneh " ucap Reina dalam hati.


" ayo mi ayo dad makan sekalang" ucap Saina sambil menarik tangan Reina dan Revan.


" iya iya sabar" ucap Revan menanggapi rengekan Saina.


Reina yang melihat Saina yang rewel karena lapar akhirnya mengiyakan permintaan Saina untuk makan. Mereka memilih salah satu konter makanan yang ada di mall tersebut dan langsung memesan makanan.


" van aku ke kamar kecil dulu ya titip Saina." ucap Reina yang di balas anggukan oleh Revan.


Reina pergi ke toilet khusus wanita, tanpa di sadari dari belakang ada seseorang yang mengikuti Reina menuju arah toilet.


...Ketika Reina sudah menyelesaikan panggilan alamnya ia terkejut saat melihat wanita yang bersama Revan tadi berdiri di depan cermin sambil menatap Reina lewat pantulan cermin dengan wajah yang sinis....


" eh wanita ini bukannya yang tadi bersama Revan, apa yang akan ia lakukan?" ucap Reina dalam hati sambil tetap tenang dan berjalan ke arah wastafel yang terletak di sebelah Iriana.

__ADS_1


" Apa tujuanmu sebenarnya?" ucap Iriana langsung ke intinya tanpa basa basi.


" Maaf maksudnya?" ucap Reina dengan tatapan bingung penuh tanda tanya.


" Jangan berlagak polos aku tahu wajah wajah polos mu itu hanya kedok kan?" ucap Iriana dengan nada sinis.


" Aku tidak mengerti maksudmu jadi berhentilah bermain teka teki dan menuduhku sesukamu." ucap Reina yang mulai kesal dengan sikap Iriana.


" Kenapa kau mendekati Revan ketika kau bahkan menjalin hubungan dengan Gerald? " ucap Iriana pada akhirnya.


" Tunggu sebentar sepertinya kamu salah paham akan sesuatu. Hubunganku dengan Gerald sudah berakhir lama dan untuk Revan dia adalah suamiku sekarang, apa hubungannya denganmu?" ucap Reina dengan nada tegas.


Iriana yang mendengar hal itu merasa terpancing emosinya, apa lagi ketika melihat wajah Reina yang tetap tenang meski Iriana terus saja menyudutkan Reina.


" Aku adalah ibu kandung Saina aku juga punya hak untuk mengatur urusan anakku." ucap Iriana dengan nada yang tegas.


Reina yang mendengar itu cukup terkejut namun dengan sebisa mungkin ia mencoba untuk tetap tenang agar tidak terpancing emosi.


" Jika memang anda ibu kandung Saina kemana saja anda selama ini? mengapa sekarang anda baru muncul? kemana saja anda ketika Saina membutuhkan sosok seorang ibu? Revan dan Saina adalah dua hal yang berbeda jadi stop mencampuri urusan kami." ucap Reina tepat sasaran.


" oke aku akui aku bukan ibu yang baik, tapi kau jangan berlagak menjadi wanita sok suci apalagi yang di cari wanita sepertimu kalau bukan harta iya kan" ucap Iriana dengan menatap Reina sinis.


" Sayangnya saya bukan anda yang gila harta, saya menikahi Revan karena menyayangi Saina jadi hentikan tuduhan tuduhan yang tidak berdasar tersebut." ucap Reina kemudian melangkah pergi meninggalkan Iriana.


" Dasar munafik, aku ingin tahu bagaimana reaksi Gerald jika tahu tentang pernikahanmu." ucap Iriana sambil sedikit berteriak.


Reina diam mematung mendengar ucapan Iriana namun setelah beberapa menit Reina akhirnya tersadar dan melanjutkan langkahnya untuk kembali tanpa menggubris ocehan Iriana.


Iriana yang melihat kepergian Reina semakin marah dan membencinya.


" kita lihat saja apa yang bisa aku lakukan untukmu." ucap Iriana pada diri sendiri kemudian melangkah pergi.


*****

__ADS_1


Setelah selesai makan Revan mengajak Reina dan Saina untuk mengunjungi orang tuanya.


Ketika mereka sudah sampai di kediaman Mahendra mereka langsung disambut antusias oleh Lila dan juga Mahendra.


" Halo , siapa ini yang datang oh cucu glany kesayangan. Glany sudah kangen nih main bareng kamu yuk yuk masuk." ucap Lila ketika melihat mereka bertiga datang sambil menggelitiki Saina.


" Glany geli glany geli" ucap Saina dengan bergerak meliuk liuk karena geli.


" Rein kalau kamu capek kamu boleh istirahat dulu di kamar biar Sain main sama mama dulu. Van ajak istrimu masuk dulu." ucap Mahendra pada Revan dan Reina.


Setelah mendengar hal itu Revan dan Reina naik ke atas menuju kamar Revan.


Cklek


Setelah menutup pintu kamarnya Revan langsung merebahkan diri ke kasur yang empuk dengan bahagia.


" Loh eh van aku juga mau tidur, kamu tidur di sofa sana biar aku yang di ranjang." ucap Reina sambil menarik tangan Revan


" Sudah lah aku mengantuk, kau saja yang di sofa aku sudah lelah." ucap Revan dengan mata tertutup namun tetap pada tempatnya tidak berpindah sama sekali.


" ayo lah van kau kan dari tadi di mall hanya duduk diam lebih capek aku lah." ucap Reina sambil terus mencoba menarik tangan Revan namun tetap saja tidak bergerak.


Karena Revan tidak kunjung bergerak dengan tarikannya Reina kemudian mencoba mengeluarkan segala tenaganya dan mencobanya lagi, namun belum sempat Reina mengeluarkan tenaga dalamnya tangan Reina sudah di tarik lebih dulu oleh Revan. Al hasil karena tarikan tersebut di lakukan secara mendadak Reina langsung terhuyung jatuh tepat di atas dada bidang Revan sedangkan Revan yang juga terkejut akan Reina yang tiba tiba jatuh menimpanya langsung membuka mata dan detik berikutnya manik mata keduanya saling bertemu dan mengunci satu sama lain.


Deg deg deg deg


Jantung keduanya seakan berpacu dengan cepat, rasa panas dalam diri keduanya tiba tiba menjalar begitu saja merasuki ke duanya.


" Kenapa harus adegan ini lagi sih, aku harus bagaimana?" ucap Reina dalam hati.


Bersambung


Ikuti terus kisahnya juga lupa untuk like, vote dan komen ya kakak terima kasih

__ADS_1


see you.....


__ADS_2