Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 89 Hotel Kenanga


__ADS_3

" Begini saja dari pada lo bingung harus datang atau tidak lebih baik lo sekarang pergi ke sana, namun dengan satu syarat lo harus selalu mengaktifkan ponselmu dan harus selalu mengabari gue, untuk berjaga jaga terima ini Rein simpan benda ini di tempat yang tidak terlalu terlihat orang namun selalu menempel padamu ok." ucap Fina sambil memberikan semacam bros kecil kepada Reina.


" Apa ini Fin.." ucap Reina sambil mengangkat bros tersebut.


" Sudahlah pakai saja ingat jangan sampai terlepas dari dirimu oke" ucap Fina dengan meyakinkan


...Reina kemudian memakai bros tersebut di baju sebelah kirinya agak ke pinggang tepat pada hiasan baju di pinggangnya agar tidak terlalu mencolok....


" Kenapa aku merasa seperti akan melepas anak gadisku untuk pergi berperang" ucap Fina di tengah keheningan yang membuat keduanya kemudian tertawa.


Setelah puas tertawa Reina kemudian menatap Fina dengan sungguh sungguh.


" Fin jika dalam 1 jam aku tidak menghubungimu aku ingin kamu memberi tahu Revan ya, aku sudah mengirim nomor Revan padamu doakan aku" ucap Reina


" Kamu tenang saja Rein" ucap Fina meyakinkan


...Setelah selesai berpamitan Reina bergegas untuk pergi ke Hotel Kenanga dengan menggunakan taksi....


Sekitar 20 menit kemudian Reina sampai di Hotel Kenangan dan langsung turun dari taksi dan memasuki lobi hotel.


...Reina memasuki lift dan lantas memencet tombol lantai 5 karena memang restoran di hotel ini terletak di lantai 5. Perasaan Reina benar benar campur aduk tidak karuan namun Reina mencoba untuk berpikir positif....


...Ketika sampai di lantai 5 tepat di area restoran Reina mengedarkan pandangannya menatap ke sekeliling mencari Revan namun Reina tidak menemukannya di manapun sampai di saat Reina hendak berbalik badan untuk kembali masuk ke dalam lift terdengar suara yang asing memanggil namanya....


" Nyonya Reina" ucap suara asing tersebut


Mendengar namanya di panggil Reina lantas menoleh menatap sumber suara tersebut.


" Iya, siapa kamu?" tanya Reina


" Saya Sita asistennya pak Wili saya di tugaskan untuk menuntun anda menuju meja nomor 12 di sana." ucap perempuan yang mengaku namanya Sita.


...Reina sedikit mengerutkan kening kala mendengar perkataan Sita karena entah mengapa itu terdengar mencurigakan bagi Reina....


" Mari nyonya" ucap Sita kemudian menuntun jalan sampai ke meja no 12


Reina mengikuti langkah kaki Sita hingga meja no 12 dan langsung duduk di sana.

__ADS_1


" Dimana Revan?" tanya Reina


" Tuan Revan masih meeting di ruangan sebelah" ucap Sita sambil menunjuk arah private room


" Apa yang dia katakan ini sungguhan? kenapa aku merasa seperti hanya omong kosong belakang" ucap Reina dalam hati


...Belum hilang rasa curiga Reina tiba tiba datang seorang pelayan mendekat ke arahnya dengan membawa nampan berisi minuman dan juga desert....


" Silahkan" ucap pelayan itu kemudian berlalu pergi.


" Ini pesanan tuan Revan nyonya katanya anda sangat menyukai jus jambu dan juga cake dengan toping keju dan tiramisu." ucap Sita seakan mengerti tingkat kewaspadaan Reina.


" Revan tau kesukaanku? mungkinkah ini benar benar Revan? aku tidak perlu khawatir lagi jika begitu" ucap Reina dalam hati sambil sedikit mengukir senyum di wajahnya tanpa tau jika ini semua hanya jebakan, Reina mengira bahwa Revan benar benar membuat kejutan untuknya.


...Reina mulai memakan cake tersebut yang awalnya hanya satu suapan ketika Reina merasa cake tersebut enak Reina lagi lagi menyendoknya hingga suapan ke empat kemudian Reina meminum jus jambu yang terhidang di atas meja, namun ketika Reina meminum jus hampir seperempatnya Reina baru teringat hal hal yg ganjal....


Deg


" Tunggu aku melupakan sesuatu, pertama ini adalah menu favoritku ketika masa kuliah dan aku tidak pernah memakannya atau bahkan memintanya pada Revan, kedua hanya ada aku dan suasana di restoran benar benar sepi bukankah ini aneh harusnya di jam makan siang pasti akan banyak pengunjung, lalu ketiga Revan tidak akan mungkin menyuruh orang lain selain Wili orang kepercayaannya, bukankah orang kantor tidak tahu jika aku istri Revan sekarang?" ucap Reina dalam hati menduga duga, semakin Reina menduga dan mengaitkan segalanya semakin kuat pula tanda tanda yang memang sudah ada di depan mata tapi tak dihiraukan Reina.


...Jantung Reina tiba tiba berdebar kencang keringat dingin mulai membasahi dahinya Reina perlahan mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Fina di sana mencoba menelponnya, panggilan tersebut memang tersambung namun tidak kunjung diangkat oleh Fina....


" Anda tidak apa apa nyonya?" ucap Sita


...Reina yang ponselnya diambil tentu saja langsung menatap tak suka kepada Sita namun ketika pandangannya bertemu dengan Sita yang Reina lihat hanyalah bayangan Sita yang menjadi 2 dan semakin kabur....


" Kemmm ... kem..balikan ponselku" ucap Reina dengan terbata sambil memegang kepalanya yang mulai pusing.


" Tenanglah nyonya anda akan baik baik saja" ucap Sita


...Setelah mendengar perkataan Sita dengan samar detik berikutnya pandangan Reina menggelap dan pingsan begitu saja....


...Sita yang melihat Reina pingsan lantas tersenyum dan memanggil 2 orang berbadan tegap untuk mendekat ke arahnya dan menggotong Reina meninggalkan area restoran....


…..............................


Sementara itu di perusahaan MD enterprise

__ADS_1


...Revan baru saja menyelesaikan meeting dan langsung memasuki ruang kantornya diikuti Wili di belakang Revan....


" Wil apakah masih ada janji temu?" ucap Revan yang kini sudah duduk di kursi kebesarannya.


" Tidak ada tuan anda sudah bisa pergi sekarang" ucap Wili


" Bagus urus sisanya aku akan pulang " ucap Revan sambil bangkit berdiri melangkah pergi.


" Baik tuan" ucap Wili


...Setelah keluar dari ruangan Revan bergegas memasuki lift untuk menuju ke lobi kantor, Revan mengeluarkan ponselnya dan mendial nama my wife di kontaknya namun anehnya tidak juga tersambung Revan kemudian mencobanya lagi dan lagi namun tetap tidak tersambung....


" Apa yang terjadi dengan Reina kenapa ponselnya mati." ucap Revan pada diri sendiri


...Pikiran pikiran buruk satu persatu mulai bermunculan di kepalanya apalagi ia tadi lupa meminta ponsel Reina yang Revan curigai tengah di sadap. Revan lantas berlari menuju ke arah basement kala mengingat hal itu Revan tidak lagi memperdulikan tatapan karyawannya yang memandang Revan dengan tatapan bingung karena bosnya tiba tiba berlari dengan kencang seperti di kejar sesuatu....


...Revan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju toko sambil terus mencoba menelpon Reina namun tetap saja yang terdengar di sana hanya suara operator saja....


...Revan sampai di toko sekitar 20 menit kemudian dengan kecepatan tinggi dan langsung memasuki toko untuk mencari Reina....


Revan celingak celinguk menyusuri area dalam toko dengan nafas yang terengah engah karena berlari.


" Revan" ucap Fina yang melihat Revan seperti kebingungan.


Revan yang mengenal suara itu lantas langsung menoleh dan menghampiri Fina.


" Reina di mana fin?" ucap Revan dengan ngos ngosan.


" Loh kok lo tanya balik? bukankah lo yang nyuruh Reina nyusul ke Hotel Kenanga ya? Reina sudah pergi dari 30 menit yang lalu van." ucap Fina dengan bingung menatap Revan.


" Apa? aku tidak pernah menyuruh Reina kemanapun bahkan dari tadi pagi ponselku aku silent" ucap Revan yang semakin menambah rasa khawatir pada dirinya.


" Jangan bercanda kamu van" ucap Fina dengan wajah yang langsung memucat mendengar penuturan Revan.


" Apa wajahku terlihat seperti orang sedang bercanda fin?" tanya Revan dengan nada kesal.


" Oh tidak"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2