Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 136 Aku akan menantikan karma yang datang padaku


__ADS_3

...Pagi ini Revan di kejutkan dengan suara bel pintu yang berulang ulang membuatnya terbangun dengan paksa dari tidurnya, padahal baru saja beberapa menit Revan tertidur kini sudah harus bangun kembali....


" Kemana mbok yem yah? kenapa tidak membukakan pintu" ucap Revan sambil mengucek kedua matanya sebagai gerakan khas bangun tidur.


" Ah aku lupa bukankah hari ini weekend? pantas saja mbok yem tidak ada" ucap Revan lagi sambil berjalan menuju pintu utama untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


Ceklek.....


Ketika pintu terbuka Revan lantas melihat Wili sudah berdiri di sana dengan raut wajah yang gelisah.


" Ada apa wil? bukankah ini weekend? apa ada berkas kantor yang harus aku tanda tangani?" tanya Revan sambil sesekali menguap karena tidak bisa tidur dari semalam.


" Bukan tuan, saya kesini ingin menyampaikan kabar buruk" ucap Wili


...Revan yang mendengar hal tersebut langsung seketika tersadar dan tidak lagi mengantuk....


" Kabar apa?" tanya Revan dengan penasaran


" Polisi menemukan seorang mayat perempuan dengan kondisi hamil di pinggiran sungai." ucap Wili yang dengan berat hati menyampaikan berita tersebut.


...Revan yang mendengar hal itu lantas terdiam dan menatap Wili dalam dalam tanpa bisa diartikan apa maksud dari tatapan Revan....


" Tuan.. anda baik baik saja?" tanya Wili kala melihat tuannya hanya diam tanpa mengatakan sepatah kata apapun.


" Ayo kita ke sana wil, aku masih yakin bahwa itu bukan Reina" ucap Revan


" Tuan...." ucap Wili dengan lirih


************


Rumah sakit Sumber sehat


...Terlihat Revan berjalan dengan langkah cepat diikuti Wili di belakangnya menuju ke arah kamar mayat....


...Ketika sampai di sana Revan berhenti sejenak untuk menguatkan mentalnya tentang apa yang akan di lihatnya di dalam....


...Revan kemudian berjalan perlahan memasuki kamar mayat tersebut dengan hati yang cemas....

__ADS_1


" Pak anda datang?" tanya salah satu petugas yang di balas anggukan oleh Revan.


" Kondisi mayat sudah membiru dan tidak dapat di kenali lagi pak, karena sudah berada di air terlalu lama sebagian dari tubuhnya bahkan sudah di makan beberapa hewan sungai, kami hanya bisa memberikan beberapa benda ini yang kami temukan melekat di tubuhnya" jelas petugas tersebut panjang kali lebar.


Mendapat penjelasan tersebut Revan lantas berusaha untuk tetap tenang.


" Tidak mungkin, ini mungkin mayat orang lain" ucap Revan dalam hati mencoba menyangkal.


" Apakah mayat ini dalam kondisi hamil?" tanya Revan dengan harapan petugas tersebut mengatakan tidak.


" Benar pak, mayat tesebut dalam kondisi hamil" ucap petugas tersebut


...Mendengar hal tersebut lagi lagi Revan berusaha untuk menyangkalnya....


" Mungkin ini hanya kebetulan, bukankah wanita hamil sangat banyak" ucap Revan lagi dalam hati


...Petugas tersebut kemudian memberikan beberapa barang kepada Revan yang lantas langsung membuat Revan bungkam dan tidak bisa lagi mengelaknya....


" Ini... cincin kawin kami, bahkan kalung hadiah ulang tahun dari ku juga ada.......apa ini benar benar Reina... oh Ya Allah kenapa engkau harus mengambil mereka berdua sekaligus?" ucap Revan dalam hati sambil memegang erat kedua benda tersebut.


" Mayat ini benar benar nona Reina?" ucap Wili dalam hati begitu melihat ekspresi hancur yang Revan tunjukkan kala melihat kedua perhiasan tersebut.


" Akkkhhhhh Reina aku begitu gagal menjagamu... aku bukanlah suami yang baik..aku juga bukanlah ayah yang baik.... Reina..." ucap Revan dengan histeris sambil menggenggam erat kedua perhiasan tersebut.


" Tuan...." ucap Wili lirih karena jujur saja ia juga terpukul atas kepergian Reina yang begitu tiba tiba.


" Reina....... kamu tidak bisa meninggalkanku sendiri di sini...aku masih membutuhkan mu.... Rein....." ucap Revan lagi lagi membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa kasihan melihat keadaan Revan.


***************


Tempat pemakaman umum


...Terlihat beberapa orang memakai baju berwarna putih tengah berdiri di sebuah pusaran makan yang masih baru, di mana tertulis nama Reina Mentari di sana sedangkan di sebelahnya tertulis nama Mikaila Ananda Putri Mahendra....


...Semua orang nampak sedang berduka dan hanyut dalam pikiran mereka masing masing, setelah berdoa satu persatu orang mulai meninggalkan makam tersebut dan hanya tersisa anggota inti keluarga saja di sana....


...Revan menatap kedua nisan tersebut dengan tatapan sendu, tidak akan ada lagi tawa receh yang memenuhi mansionnya, tidak akan ada suara tangis bayi mungil yang sudah ia nantikan kehadirannya selama ini....

__ADS_1


" Reina..." ucap Revan lirih


" Sabar ya nak...ikhlaskan semua agar Reina bisa pergi dengan tenang." ucap Lila sambil mengusap punggung Revan secara perlahan.


...Sementara semua orang tengah berduka tiba tiba saja datang Erika melangkah mendekat ke arah semua orang....


" Reina ibu minta maaf..." ucap Erika lirih


...Revan yang mengetahui kedatangan Erika lantas langsung berubah menjadi dingin....


" HENTIKAN LANGKAH KAKI MU ITU!" ucap Revan dengan tiba tiba yang lantas membuat semua orang menoleh ke arah Erika.


" Van ku mohon sekali saja aku ingin melihat Reina" ucap Erika dengan suara serak


" Tidak usah berakting di depan ku, bukankah ini yang kamu inginkan? anda ingin kematian Reina bukan? selamat anda telah berhasil, anda benar benar hebat, sekali lagi selamat " ucap Revan sambil bertepuk tangan memberi apresiasi atas keberhasilan Erika mencapai tujuannya.


" Aku sungguh benar benar menyesal, jika aku tahu Reina adalah anakku aku tentu tidak akan melakukannya." ucap Erika


Mendengar hal tersebut lantas langsung membuat Revan naik pitam.


" Oh jadi hanya karena Reina anak anda yang tidak anda ketahui anda menyesal, lalu jika itu bukan darah daging anda, anda akan tetap berbuat hal keji ini? wahhh saya benar benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran anda" ucap Revan dengan kesal.


" Aku...aku...." ucap Erika namun tak sanggup Erika teruskan karena apa yang Revan katakan adalah sebuah kebenaran.


" Sebaiknya kamu pergi Erika" ucap Shella


" Tapi .." ucap Erika namun kembali di potong oleh Lila


" Itu ada betulnya, sebaiknya anda pulang saja jeng, sepertinya kehadiran anda di sini tidak di perlukan" ucap Lila dengan datar


...Erika yang tersudut oleh semua orang lantas hanya bisa melangkahkan kakinya dengan berat hati meninggalkan makam Reina....


" Ingat karma itu ada dan akan segera menghampiri anda, aku tidak akan pernah melepaskan anda begitu saja... " ucap Revan sebelum Erika melangkah pergi meninggalkan makam Reina.


Mendengar ucapan Revan lantas membuat Erika menoleh ke arah mereka.


" Aku memang pantas menerimanya, aku pasti menantikannya..aku tidak akan marah akan apapun yang kamu lakukan padaku, kamu berhak melakukannya van" ucap Erika kemudian melangkah pergi meninggalkan semua orang yang masih setia berdiri di sana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2