
...Ketika kotak tersebut di buka tidak ada apapun yang Revan temui di sana selain sebuah card yang bertuliskan kata " M'aider " di bagian tengah sedangkan di ujung card tersebut terdapat tulisan P&R group, melihat isi card tersebut Revan lantas naik pitam dan tanpa sadar meremas kartu tersebut hingga menjadi tak berbentuk lagi....
" Kurang ajar kau Gerald, kau pikir kau siapa? beraninya kau mempermainkan nyawa seseorang seperti ini? apa kau pikir kau Tuhan?" ucap Revan setengah berteriak sambil menatap tajam ke arah depan.
...Revan kemudian lantas mengambil ponsel miliknya dan mendial nomor Wili di sana....
" Halo tuan" ucap Wili di seberang sana
" Cari tahu di mana Gerald berada sekarang, dan laporkan segalanya kepadaku secepatnya" ucap Revan memberi perintah dengan penuh penekanan di setiap ucapannya.
" Baik tuan akan segera saya laporkan kepada anda" ucap Wili yang langsung mengerti perintah dari Revan.
" Aku tunggu hasilnya segera" ucap Revan kemudian memutus sambungan telponnya.
...Setelah selesai menelpon Wili ponsel milik Revan kembali berdering Revan kemudian lantas langsung menggeser ikon berwarna hijau di layar ponselnya....
" Halo ada apa ma?" ucap Revan setelah menggeser ikon berwarna hijau di layar ponselnya.
" Dady ...." ucap suara di seberang sana yang ternyata adalah Saina.
" Saina? ada apa Sain" ucap Revan sedikit melembut kala mengetahui orang yang menelponnya adalah Saina.
" Dady sudah janji membawa Saina pada mami, kapan kita akan pergi?" tanya Saina
" Oh astaga aku bahkan melupakan janji ku, apa aku harus membawa Saina ke makam Reina palsu? sebaiknya kali ini saja.... lagi pula aku sudah menyuruh Wili menyelidiki tentang Gerald, semoga saja orang yang dimakamkan di pusara Reina bukanlah Reina" ucap Revan dalam hati
" Dady... kapan kita akan mengunjungi mami?" tanya Saina lagi karena tidak mendapat jawaban dari Revan.
" Oh iya ....nanti sore ya sayang, dady janji akan membawa mu bertemu mami nanti sore" ucap Revan
" Yei........ baiklah dady sampai jumpa nanti sore" ucap Saina
" Ya Sain" ucap Revan kemudian terdengar suara sambungan telpon di akhiri oleh Saina.
*******
__ADS_1
...Sore harinya sesuai janji Revan pada Saina, Revan membawa Saina berkunjung ke makam Reina....
" Dady kenapa kita ke sini? bukankah kita ingin mengunjungi mami?" tanya Saina yang kebingungan karena melihat mobil Revan berhenti di tempat pemakaman umum.
Mendengar hal itu Revan lantas menatap ke arah putrinya dalam dalam.
" Bukankah kamu ingin menemui mami ?" tanya Revan sambil tersenyum
" Iya... tapi kenapa harus di sini?" ucap Saina yang masih kebingungan.
...Revan tak menanggapi pertanyaan Saina melainkan hanya mengajak Saina untuk turun dari mobil kemudian memasuki area pemakaman umum tersebut....
...Saina yang tidak mengerti apa apa lantas semakin di buat bingung oleh ajakan Revan, sampai kemudian ketika Revan menghentikan langkahnya tepat di sebuah pusara dengan nisan yang bertuliskan nama Reina mentari, Saina lantas langsung terdiam sambil terus menatap ke arah makam tersebut....
...Hening sesaat tidak ada percakapan apapun yang terjadi diantara keduanya, Saina hanya fokus menatap ke arah nisan tersebut kemudian kembali menatap ke arah Revan yang hanya termenung memandangi nisan tersebut....
" Apa mami sudah naik ke atas surga dady?" tanya Saina tiba tiba yang langsung membuat Revan menatap ke arahnya.
...Revan hanya tersenyum mendengar ucapan Saina, ia tidak menyangkal atau bahkan mengiyakan ucapan Saina karena jujur saja Revan sendiri juga belum terlalu yakin akan kematian Reina....
" Jika mami sudah naik ke surga lalu siapa wanita itu dady?" tanya Saina sambil menunjuk ke arah belakang Revan.
Revan yang mendengar hal itu lantas langsung menoleh dan mengikuti arah yang di tunjuk oleh Saina.
Tidak ada Reina di sana, yang Revan lihat samar samar dari kejauhan hanyalah sebuah keluarga kecil yang tengah berkunjung ke sebuah makam, di mana istrinya seperti tengah duduk di kursi roda sedangkan si suami menggendong anak mereka diikuti oleh baby sitter yang berdiri di belakang mereka.
" Di mana mami Sain? tidak ada mami di sana" ucap Revan sambil terus memperhatikan sekeliling siapa tahu ada sudut yang terlewatkan olehnya.
" Itu dady yang sedang duduk di kursi roda" ucap Saina lagi
Deg
...Jantung Revan terasa seperti berhenti berdetak karena tepat ketika Saina mengatakan hal itu angin tiba tiba saja berhembus mengenai kerudung wanita itu hingga jatuh dan tanpa sadar menoleh ke belakang untuk membenarkan posisi kerudungnya....
" Reina......" ucap Revan dalam hati sambil diam mematung dengan tetap memandangi Reina.
__ADS_1
...Entah karena saking terkejut atau apa sampai Revan hanya terdiam tidak melakukan apapun sedari tadi meski Reina telah di dorong memasuki mobil dan bersiap akan pergi....
...Saina yang melihat dadynya hanya diam saja lantas berteriak hingga menyadarkan Revan dari lamunannya....
" Dady.... mami pergi ....apa dady akan terus diam saja?" teriak Saina yang lantas menyadarkan Revan dari lamunannya.
" Bodoh kau Revan....sial..." ucap Revan dalam hati.
...Revan kemudian lantas menggendong Saina dan berusaha untuk menyusul Reina sebelum mobil yang di tumpanginya benar benar pergi, namun sekeras apapun Revan berusaha berlari mobil tersebut sudah melaju kencang membawa Reina pergi bersamanya....
" Dady terlalu banyak melamun sih...mami jadi pergi jauh....." ucap Saina dengan kesal
" Oke oke dady minta maaf kalau tadi dady terlalu banyak melamun" ucap Revan mencoba menenangkan putrinya yang tengah merajuk.
" Dady nyebelin" ucap Saina lagi dengan nada cemberut
...Di tengah kebingungan yang melanda Revan karena tidak berhasil mengejar mobil yang membawa Reina, ponsel miliknya berdering Revan kemudian menurunkan Saina dari gendongannya dan menuntunnya masuk ke mobil sambil menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponselnya....
" Halo" ucap Revan setelah mengusap ikon berwarna hijau di ponselnya.
" Tuan saya berhasil menemukan di mana Gerald selama ini" ucap Wili
" Katakan" ucap Revan dengan penasaran
" Selama setahun terakhir Gerald tinggal di kediamannya yang terletak di Singapura, dan pagi tadi dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia tuan." ucap Wili dengan yakin
" Sial....jadi yang tadi itu benar benar Gerald?" ucap Revan dalam hati dengan kesal
" Halo tuan, apa anda mendengar saya" ucap Wili karena sedari tadi Revan hanya diam tanpa menanggapi penjelasannya.
" Aku akan pergi ke mansionnya wil, pastikan pria sialan itu tidak bisa kabur dari sana" ucap Revan dengan nada tegas pada ucapannya.
" Baik tuan" ucap Wili kemudian memutus sambungan telponnya.
Revan kemudian lantas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju mansion utama untuk mengantar Saina pulang terlebih dahulu.
__ADS_1
Bersambung