
...Setelah kepergian kedua orang tuanya Revan berniat untuk kembali ke kamar namun ketika akan menaiki tangga menuju kamarnya Revan tidak sengaja melihat pintu kamar di ujung lorong tempat Revan menyimpan semua kenangan bersama Iriana....
...Revan perlahan berjalan ke arah kamar tersebut dan mulai memasukinya. Ketika sampai di dalam Revan melihat satu persatu kenangan yang telah ia lewati bersama Iriana....
...Revan lantas mengambil kamera yang sudah lama tidak ia gunakan lagi semenjak kepergian Iriana 5 tahun lalu....
" Aneh sekali kenapa perasaanku berbeda, aku merasa seperti kosong rasa dendam dan amarah yang dulu menggebu kini seketika hilang tak berbekas. Apakah aku benar benar sudah melepas semuanya? " ucap Revan pada diri sendiri sambil terus memandangi potret Iriana yang terpajang di dinding kamar.
...Revan kemudian mencoba mencari charger untuk mengisi daya kamera miliknya, setelah charger di pasang Revan mencoba untuk menghidupkan kamera tersebut....
...Revan lantas membuka satu persatu file foto kamera tersebut tidak hanya foto bahkan juga beberapa vidio di sana, sesekali Revan tersenyum kala mengingat tingkah konyol Iriana. Setelah cukup puas Revan tersenyum menikmati kenangan masa lalunya Revan kemudian memantapkan hatinya untuk mulai menghapus satu persatu momen dalam kamera tersebut hingga habis tak tersisa....
...Setelah Revan menghapus semua file baik foto maupun rekaman vidio di kamera miliknya, Revan lantas bangkit dan melangkah mendekati foto yang terpajang di dinding kemudian menyentuhnya....
" Aku lepaskan semua rasa dendam dan amarah yang dulu menyelimuti ku, aku tidak akan mendoakan kebahagiaanmu karena aku bukan orang munafik, aku akan mencoba menerima semuanya terlepas dari segala perbuatan mu, hanya saja aku sangat berterima kasih karena kamu sudah melahirkan gadis cantik nan lucu meski bukan berasal dariku." ucap Revan sambil memandangi potret pernikahannya di sana.
...Revan kemudian mencopot satu persatu potret Iriana yang terpajang di dinding kamar dan mengumpulkannya ke tengah kamar menjadi satu, tidak hanya itu Revan kemudian membuka lemari pakaian dan mengambil semua baju di sana lalu membawanya ke tengah bersama barang barang lainnya....
...Revan lantas melihat sekeliling kamar mencari benda apalagi yang masih tersisa di sana, setelah merasa semua sudah terkumpul Revan kemudian keluar kamar dan mencari mbok yem di dapur....
" Mbok... mbok yem" ucap Revan
"Iya tuan ada apa" ucap mbok yem yang terlihat berjalan dari belakang.
" Bakar semua barang barang yang sudah saya kumpulkan dari kamar ujung lorong sampai tak tersisa, dan besok akan ada tukang yang merenovasi kamar tersebut jadi aku harap mbok sudah menyelesaikannya hari ini jika mbok kewalahan mbok bisa minta tolong mang ujang." ucap Revan
" Baik tuan akan si mbok selesaikan hari ini." ucap mbok yem
" Kalau begitu saya akan ke atas dulu mbok" ucap Revan yang di balas anggukan oleh mbok yem.
...Revan lantas melangkahkan kakinya menuju kamar entah kenapa langkah kakinya kali ini terasa lebih ringan apa lagi ketika Revan menoleh ke kamar tersebut yang tersisa tinggallah perasaan lega....
" Sepertinya begini lebih baik, kenapa baru kulakukan sekarang? harusnya aku sudah melakukan ini sedari dulu rasanya aku menjadi lebih tenang tanpa bayang bayang Iriana lagi." ucap Revan kemudian masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
" Kenapa kamu lama sekali" ucap Reina langsung begitu melihat Revan masuk.
" Apa kamu sudah merindukanku?" ucap Revan dengan nada yang girang.
" Iss gr aku bertanya karena aku sedang bosan harus berbaring di sini sepanjang hari." ucap Reina dengan cemberut.
...Mendengar rengekan Reina Revan hanya tersenyum kemudian ikut berbaring di sebelah Reina....
" Revan kenapa kamu malah senyam senyum sih aku bosan nih." ucap Reina lagi sambil menggoyang goyangkan bahu Revan pelan.
...Revan yang digoyang goyang bukannya mengiyakan malah memberikan Reina kecupan di bibir yang lantas langsung menghentikan gerakan Reina dan membuat wajahnya langsung bersemu merah....
Revan yang melihat wajah Reina merona lantas menggodanya.
" Kenapa kamu masih malu? bukannya kita juga sudah sama sama melihat keseluruhan satu sama lain tapi kenapa kamu selalu bersemu ketika aku mencium mu, apakah kamu terpesona? " goda Revan sambil mencium pipi Reina lagi dan lagi yang membuat Reina lantas melotot ke arah Revan.
...Bukan Revan namanya jika langsung berhenti setelah mendapat tatapan tajam dari Reina yang ada Revan malah semakin menggoda istrinya itu dengan memberi Reina kecupan menyeluruh yang membuat badan Reina kegelian....
" Revan hentikan..." ucap Reina dengan sedikit menggeliat karena menahan geli.
" Baiklah baiklah aku pasrah..." ucap Reina kemudian berpindah posisi dan berbaring di pangkuan Reina.
...Revan hanya tersenyum mendapati tingkah manja Reina sambil mengelus perlahan rambut Reina yang tengah berbaring di pangkuannya....
" Van kamu belum menjawab pertanyaan ku kenapa kamu sangat lama turun kebawah, apakah tamunya sangat penting?" tanya Reina lagi karena tidak mendapat jawaban apapun dari Revan.
" Tadi mama dan papa yang datang jadi aku menemani mereka ngobrol sebentar kemudian pulang dan mengajak Saina menginap di mansion utama sampai kamu sembuh." ucap Revan sambil terus mengusap Rambut Reina.
" Kenapa kamu tidak mengatakannya, aku kan juga ingin menemui mereka tadi." ucap Reina dengan cemberut.
" Rein apa kamu lupa atau harus ku ingatkan lagi?" ucap Revan yang melihat wajah cemberut Reina.
" Iya ya ya tuan Revan, tidak perlu dikatakan berulang aku sudah tahu tapi tidak bisakah hanya keluar sebentar saja lagi pula aku sungguh sangat bosan di sini van." ucap Reina kembali merengek.
__ADS_1
" No Rein"
" Ayolah van sekali saja ya ya ya"
...Revan yang terus mendengar rengekan Reina menghela nafas panjang pada akhirnya mau tidak mau Revan menuruti keinginan istrinya itu....
" Baiklah tapi hanya sebentar lalu langsung pulang" ucap Revan pasrah
" Yeiii akhirnya terima kasih Revan muachh" ucap Reina dengan nada yang girang.
" Kita makan ayam yuk fan, aku mau ayam yang di MC itu" ucap Reina lagi dengan nada memelas.
Revan yang mendengar permintaan Reina lantas mengerutkan keningnya.
" Tidak boleh, itu tidak baik bagi ibu hamil Rein terlalu berlemak dan tidak baik bagi kesehatan." ucap Revan yang langsung membantah permintaan Reina.
" Revan ayolah hanya kali ini, bukan aku yang menginginkannya van tapi baby kita ayolah van" ucap Reina sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Revan dan menempelkan kepalanya pada perut Revan sehingga membuat Revan kegelian.
" Rein jangan begitu itu membuatku tersiksa" ucap Revan yang langsung membuat Reina menghentikan gerakannya karena tiba tiba Reina merasa ada sesuatu yang sudah keras di sana minta untuk segera di masukkan.
" Van apakah ini sudah turn on?" ucap Reina sambil perlahan ingin menyentuhnya.
...Revan yang melihat gerakan tangan Reina yang semakin mendekat lantas langsung berdiri dan berlari ke kamar mandi sebelum miliknya semakin meronta....
" Baiklah kita makan itu, cepat bersiap aku akan mandi sebentar." ucap Revan sambil berjalan ke kamar mandi.
" Van kamu boleh melakukannya jangan menyiksa diri sendiri, bukankah Cika juga tidak melarangnya? kita bisa melakukannya dengan perlahan." ucap Reina ketika melihat Revan tengah terburu buru menuju kamar mandi.
Revan yang mendengar ucapan Reina lantas berhenti dan menoleh ke arah Reina.
" Jangan terus merayu ku seperti itu Rein, aku bisa berubah pikiran. Tinggal satu bulan lagi kan tenang saja aku bisa menahannya." ucap Revan dengan tersenyum lalu memasuki kamar mandi.
" Kamu bisa tapi aku tidak, aku menginginkannya Revan." ucap Reina dengan wajah yang sendu namun tidak bisa di dengar Revan karena Revan telah masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Bersambung