Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 18 Rahasia?


__ADS_3

...Hari berganti hari hingga tak terasa besok adalah hari dimana Reina akan melepas masa lajangnya. Tidak ada pesta masa lajang pada umumnya atau bahkan kumpul bersama teman sebelum pernikahan. Reina memilih untuk tidak memberitahu teman temannya tentang pernikahannya termasuk juga dengan Fina, karena Reina termasuk ke dalam tipikal orang yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya tentu saja akan diketahui dengan mudah oleh sahabatnya Fina bahwa Reina tidak pernah menginginkan pernikahan ini bukankah itu menambah masalah baru, belum lagi masalah dengan Gerald itu sudah membuat kepalanya hampir pecah memikirkannya. Hanya tinggal satu hal yang harus Reina lakukan yaitu meyakinkan orang tuanya tentang pernikahan ini....


...Orang tua Reina sudah sampai sejak kemarin malam di rumah Reina, kina ia harus mulai mencari alasan untuk menjelaskan segala hal pada sang ibu. ...


" Alasan apa yang ku pakai ya, ini terlalu mendadak bisa bisa aku dikira udah hamidun eh hamil duluan. Ayo Reina berpikir." Ucap Reina pada diri sendiri sambil mondar mandir di kamarnya.


" Apa aku minta tolong ayah saja ya, ayah kan selalu mendukungku. Enggak gak bisa jika ayah tau alasan sesungguhnya demi menyelamatkan mereka dari Gege tentu ayah tidak akan setuju, lalu aku harus apa? " ucap Reina lagi pada diri sendiri.


Ketika Reina sedang memikirkan segala alasan yang akan dia buat, pintu kamar diketuk dari luar.


" itu pasti ibu, hmmm tarik nafas buang tarik lagi buang oke " ucap nya sambil menarik nafas berulang kali untuk menenangkannya.


Tok tok tok


Suara pintu kamar terdengar di ketok dari luar.


" Nak boleh ibu masuk?" Ucap Shella ibu Reina dari luar kamar.


" Tentu bu masuklah " ucap Reina dengan menarik nafas panjang untuk menetralkan kegugupannya.


Cklek


...Pintu terbuka menampilkan sosok cantik yang tak lekang oleh usia masuk mendekat menghampiri Reina....


" Belum tidur nak?" Tanya Shella dengan lembut.


" Belum bu" ucap Reina


" Boleh ibu bertanya nak?" Ucap Shella dengan hati hati takut menyinggung perasaan anaknya itu.


" Tentu bu" ucap Reina dengan memberi seulas senyum pada ibu nya tersebut.

__ADS_1


" Apa alasanmu menikahi nak Revan Rein? Apa ada maslah serius? " Ucap Shella dengan raut wajah khawatir.


" Tidak bu tenanglah aku hanya sangat menyayangi Saina." Ucap Reina pada ibunya.


" Lalu ayahnya? Bagaimana dengan Revan?" Tanya Shella lagi.


" Alamak salah ngomong kayaknya aku, alasan apa lagi yang harus aku katakan tidak mungkin aku mengatakan semuanya kan? bodoh kau Reina, kemana bakat akting mu kenapa selalu menghilang ketika bersama ibu. " Ucap Reina dalam hati sambil merutuki kebodohannya.


...Lama hening tak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Reina, Shella faham melihat anaknya yang gelisah seperti ini pasti ada masalah yang tidak bisa Reina katakan padanya, dan ia mencoba untuk memahami hal itu dan tidak memaksa Reina untuk terbuka padanya. Terkadang ada beberapa privasi seorang anak yang tidak boleh di masuki oleh orang tuanya mungkin hal ini yang sekarang sedang Reina lakukan....


" Dengar Rein kamu boleh menyayangi Saina bahkan itu harus kamu lakukan jika kamu ingin menjadi ibu sambung untuknya, tapi Rein kamu menikah dengan Revan bukan dengan Saina yang artinya Revan akan menjadi partner hidupmu sampai tua. Jika kamu tidak mencintai Revan bagaimana kamu akan hidup selama itu bersamanya? Sekarang bayangkan ketika tiba waktunya dimana Saina akan beranjak dewasa dan harus bersekolah serta menemukan kesenangannya dia akan jarang di rumah seperti kamu, lalu bagaimana kamu akan melewati waktu kamu dengan hanya berdua dengan Revan? " Ucap ibu Reina dengan lembut menasehati anaknya.


...Tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Reina hanya terdengar helaan nafas panjang lagi dan lagi. Reina sangat mengerti akan hal itu namun tidak kah sudah terlambat baginya untuk menyesal meski itu hanya memikirkannya pun....


" Pikirkan lagi ya nak? Ibu akan selalu mendukung keputusanmu." Ucap nya sambil kemudian mengelus punggung sang putri secara perlahan memberikan ketenangan kemudian melangkahkan kakinya keluar ruangan.


Hening sesaat di kamar itu tampak Reina sedang memikirkan kata kata yang di ucapkan ibunya barusan.


Reina menjatuhkan badannya ke kasur kesayangannya menatap langit langit kamar memikirkan segala hal.


" Tidak Reina ayah dan ibu lebih penting, masalah Revan bukankah di rumah itu ada mama dan papa jadi tidak hanya berdua dengannya." Ucap Reina menenangkan pikirannya yang kacau membayangkan esok hari.


" Lagi pula di perjanjian kita sudah sepakat bahwa tidak ada kontak fisik, jadi setidaknya aku akan aman dan saat waktunya tiba nanti aku tinggal pergi tanpa menanggung rugi apapun." ucap Reina pada diri sendiri


......................


Suasana di kamar orang tua Reina, Iskandar ayah Reina sudah menunggu istrinya


Cklek


Suara pintu terbuka perlahan Sella berjalan mendekat ke arah Iskandar.

__ADS_1


" Bagaiman bu apa kamu sudah berbicara dengan Reina?" Ucap Iskandar


" Sudah hmmm tampaknya masalahnya cukup berat yah bahkan Reina tidak bisa menceritakannya kepadaku." Ucap Shella dengan nada yang khawatir.


" Sudahlah bu kita hargai saja keputusannya, percayakan segalanya pada Reina kita selaku orang tua harus bisa mendukung keputusan anak kita." Ucap Iskandar menenangkan sang istri ia tahu bahwa istrinya sekarang tengah mengkhawatirkan Reina.


Iskandar terus menerus mengelus punggung sang istri memberinya ketenangan.


" Apa kita akan memberitahukan Reina ayah tentang...." Ucap ibu Reina yang tidak sanggup meneruskan perkataannya.


" Apa yang kamu katakan bu bukannya kita sudah sepakat untuk melupakan segalanya, kita kan sudah berjanji membiarkan hal itu berlalu, apa kamu lupa?" Ucap Iskandar yang tak percaya atas apa yang dikatakan istrinya kali ini.


" Tapi sekarang Reina sudah akan menikah yah sudah sepantasnya ia tahu kebenarannya. Bukankah kita terlalu jahat jika terus menerus menutupinya." Ucap Shella lagi lagi meyakinkan Iskandar.


Iskandar yang mendengar rengekan sang isteri hanya bisa menghela nafasnya.


" Nanti ya bu jangan sekarang bukannya kamu bilang masalah Reina cukup berat, apa kamu ingin menambahnya lagi?" Ucap ayah Reina memberikan pengertian kepada isterinya itu.


...Hening sejenak menyapa keduanya hanya terdengar helaan nafas panjang dari ibu Reina lagi dan lagi sampai kemudian ketika sudah tenang ibu Reina mulai berbicara lagi....


" Hemm kamu benar juga yah, aku sampai melupakan itu. Ayah yakin kan jika keputusan yang kita ambil ini benar baik dulu maupun sekarang?" Ucap Shella kepada Iskandar yang terkesan seperti dia telah meyakinkan diri sendiri bahwa jalan yang ia ambil benar.


...Iskandar yang melihat kekhawatiran di raut wajah isterinya hanya bisa tersenyum serta mengelus pelan bahu sang isteri berharap kekhawatirannya terangkat meski tidak sepenuhnya....


Rahasia apa yang di simpan orang tua Reina? Akan kah Reina dapat menerimanya?


Ikuti terus kisahnya


Jangan lupa like, komen, dan vote ya kakak


See you

__ADS_1


__ADS_2