Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 55 Aku tidak akan menceraikanmu


__ADS_3

...Rian kemudian duduk di samping ranjang dan mulai untuk memeriksa Reina....


" Rein apa kamu selalu mual ketika bangun tidur dan ketika mencium bau sesuatu?" ucap Rian bertanya pada Reina.


Reina yang mendapat pertanyaan dari Rian hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


" Kapan terakhir kali kamu datang bulan?" ucap Rian sambil tersenyum menatap Revan dan Reina bergantian.


... Revan yang mendengar pertanyaan sensitif dari Rian lantas mengerutkan keningnya dengan bingung ditambah lagi ekspresi wajah Rian yang seperti orang gila membuat Revan semakin bodoh....


" Sepertinya bulan lal....." ucapan Reina terhenti kala Reina memahami maksud dari arah pembicaraan Rian.


" Apa itu benar yan? kamu yakin?" ucap Reina kemudian sambil memandang ke arah Rian dengan tatapan tak percaya.


" Iya betul sekali sesuai dugaan mu" ucap Rian sambil tersenyum.


" Tunggu dulu apa yang sebenarnya kalian maksud? apanya yang betul? aku sama sekali tidak mengerti arah pembicaraan kalian, hentikan kode kode tidak jelas itu" ucap Revan yang kebingungan mendengar percakapan Reina dan Rian.


...Rian yang mendengar Revan sedikit jengkel kemudian berjalan mendekat ke arah sahabatnya itu untuk membisikan sesuatu....


" Hamil?" ucap Revan dengan mata terbelalak menatap ke arah depan.


" Apa kau yakin yan?" tanya Revan memastikan lagi.


" Iya, aku memang bukan spesial kandungan tapi untuk memastikannya lagi kalian boleh pergi ke rumah sakit langsung untuk mengeceknya. Ini ada beberapa resep yang perlu kamu tebus van, aku sudah menambahkan obat anti mual untuk mengurangi mual muntah Reina di pagi hari." ucap Rian sambil memberikan kertas berisi resep obat.


...Revan masih diam mematung tidak menanggapi ucapan Rian, Revan bingung antara harus senang, bahagia, sedih, atau apa. Revan kemudian memandang ke arah Reina tapi ketika mata Revan bertemu dengan manik mata milik Reina yang Revan lihat hanya kesedihan yang mendalam di mata itu....


" Apa Reina tidak menginginkan anak ini? bukannya dia harusnya bahagia, apa yang harus aku lakukan saat ini?" ucap Revan dalam hati sambil terus menatap Reina.


...Rian yang merasa diacuhkan oleh Revan sedikit merasa kesal, Rian benar benar merasa aneh dengan Revan dan Reina disaat semua pasangan muda selalu terlihat bahagia saat mengetahui istrinya hamil ini malah kebalikannya Revan dan Reina hanya diam dan saling pandang dengan raut wajah keduanya yang nampak begitu sedih dan terkejut....


" Hellllllllo kalian berdua harusnya bahagia, ada apa ini kenapa suasananya jadi canggung sekali?" ucap Rian mencoba mencairkan suasana.


" Yan elu boleh pergi sekarang, aku akan menebus obat itu nanti." ucap Revan sambil tetap memandang Reina.


" Kau mengusirku van?" ucap Rian dengan jengkel.

__ADS_1


" Sudah pergi sana" ucap Revan kemudian mendorong Rian keluar dan menutup pintu kamar Reina.


...Kini setelah kepergian Rian yang tersisa hanya tinggallah mereka berdua di sana, Revan berjalan mendekat ke arah Reina dan duduk di tepi ranjang....


Tidak ada yang Revan lakukan di sana hanya menghela nafas panjang berkali kali sampai akhirnya ia memulai pembicaraan.


" Apa kamu tidak menginginkan anak itu Rein?" ucap Revan sambil melirik sekilas ke arah Reina.


...Reina yang mendengar hal itu hanya diam tidak menanggapi ucapan Revan kemudian secara reflek mengelus perutnya yang masih datar itu....


" Jika kamu tidak menginginkannya mari lakukan aborsi sekarang selagi ia masih kecil dan belum berkembang." ucap Revan yang langsung membuat Reina terkejut mendengarnya.


" Apa yang kamu katakan van? anak ini juga berhak untuk hidup terlepas dari apapun masalah orang tuanya, apa kamu sudah gila van itu bukan solusi tapi menambah permasalahan." ucap Reina dengan emosi memandang ke arah Revan.


...Revan yang melihat Reina emosi hanya menanggapinya dengan tersenyum....


" Aku tahu Rein kamu wanita yang baik dan kuat, aku juga tidak akan tega menggugurkan darah daging ku sendiri aku hanya ingin menguji mu saja." ucap Revan dalam hati.


" Tenanglah Rein aku juga tidak ingin membunuh darah daging ku sendiri, aku hanya tidak tega melihatmu terus terluka seperti ini." ucap Revan pada akhirnya.


" Aku bukan tidak menginginkannya hanya saja....." ucap Reina namun tercekat tidak bisa meneruskannya.


" Hanya saja bagaimana bisa anakku tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah sedangkan aku sendiri menyuruh Revan untuk kembali pada Iriana, tidak mungkin kan aku mengatakan pada anak ku nanti bahwa ayahnya sedang bahagia bersama istri pertamanya." ucap Reina dalam hati


"Katakan sesuatu Rein jangan hanya diam saja" ucap Revan yang mulai kesal karena Reina tidak kunjung menjawab.


" Aku..... aku.... aku hanya sedih dia akan tumbuh tanpa seorang ayah karena aku sendiri yang menyuruh ayahnya untuk kembali kepada cintanya." ucap Reina pada akhirnya dengan terus menunduk menahan air matanya untuk tidak tumpah.


...Revan yang mendengar hal itu sontak terkejut ia seakan tak percaya bahwa kata kata yang tempo hari Reina katakan adalah sungguhan Revan pikir kata kata itu hanya terucap kala Reina tengah emosi waktu itu....


" Rein sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan mu itu janjiku, jadi stop menyuruhku kembali kepada Iriana Rein." ucap Revan dengan nada tegas tidak ingin dibantah.


...Reina yang mendengar itu lantas mendongak dan menatap Revan mencari kesungguhan di setiap kata katanya....


" Jadi Rein kini saatnya kita bahagia oke" ucap Revan kembali


" Apa kamu yakin van?" ucap Reina lagi

__ADS_1


"1.000.000 persen aku yakin" ucap Revan dengan bercanda.


" Revaaaan bisakah kamu untuk serius." ucap Reina


" Baik ibu ratu." ucap Revan lagi yang langsung membuat tawa keduanya pecah.


...........................


Surabaya


...Iskandar dan Shella bersiap untuk berangkat menuju Jakarta, mereka berdua tidak terlalu membawa banyak barang karena memang sebagian barang yang penting sudah mereka kirim terlebih dahulu kemarin lagi pula di rumah Reina perabotannya cukup lengkap jadi tidak perlu untuk menambah perabotan lagi....


...Shella pergi dengan hati yang sedikit bimbang entah mengapa kata hatinya mengatakan untuk tetap tinggal, Shella seperti merasakan akan ada sesuatu yang besar yang akan terjadi....


...Iskandar yang melihat kegelisahan istrinya itu langsung memegang erat tangan Lila memberikan ketenangan seakan mengatakan bahwa semua akan baik baik saja....


" Kamu yakin yah ini yang terbaik?" tanya Shella sekali lagi.


" Sudahlah serahkan semuanya pada Allah dan percaya bahwa semua akan baik baik saja " ucap Iskandar menenangkan istrinya.


" Hanya saja perasaanku tidak enak yah" ucap Shella


" Jangan terlalu khawatir bukankah kamu merindukan Reina? "ucap Iskandar


" Hem baiklah semoga firasat ku salah" ucap Shella pada akhirnya.


" Begini lebih baik " ucap Iskandar


...Setelah pembicaraan tersebut selesai Iskandar dan Shella berangkat menuju Jakarta....


Bersambung


Ikuti terus kisahnya


jangan lupa untuk like, vote dan komen ya


author mohon dukungannya

__ADS_1


see you


__ADS_2