
Suasana di kediaman mansion milik Gerald
...Terlihat Gerald tengah mengayunkan stik golfnya bersiap untuk memukul sampai kemudian Reno datang dan berdiri tepat di sebelahnya....
" Ada info apa kali ini" ucap Gerald sambil mengayunkan stik golfnya.
" Orang tua nona Reina akan memulai kepindahannya besok tuan." ucap Reno memberikan laporan.
" Bagus satu persatu tikus sudah masuk ke dalam perangkap, kau tahu apa yang harus kau lakukan Ren?" ucap Gerald dengan tersenyum miring.
" Tentu tuan saya akan membeli satu rumah tepat di sebelah rumah nona Reina untuk Ibu nona Iriana." ucap Reno dengan percaya diri.
" Kau sudah semakin pintar Ren aku suka cara kerjamu, segera laksanakan" ucap Gerald dengan kembali mengayunkan stik golfnya.
...Setelah rencananya di setujui Reno langsung bergegas pergi untuk melaksanakan pekerjaannya....
...Ketika Reno akan pergi, dari arah luar Iriana melangkah masuk untuk menemui Gerald tidak ada sapaan antara keduanya Iriana hanya terus melangkah dengan angkuhnya melewati Reno....
" Wanita angkuh pantas saja kau hanya dijadikan bonekanya, bahkan dilihat dari sudut manapun nona Reina jauh lebih baik dari mu." ucap Reno dalam hati sambil terus melangkah pergi meninggalkan keduanya.
" Hai baby emuah...." ucap Iriana yang langsung berlari memeluk Gerald dan mencium pipinya.
" Jaga sikapmu Iriana " ucap Gerald dengan nada tegas.
" Apa yang salah aku hanya mencium mu" ucap Iriana tampak acuh.
" Tidak ada peringatan untuk kedua kalinya." ucap Gerald kemudian menaruh stik golfnya dan duduk di kursi sambil meminum wine di gelasnya.
" Sayang ini masih pagi, apa kau yakin akan meneguk wine sepagi ini?" ucap Iriana dengan mengerutkan keningnya menatap Gerald.
...Bukannya menjawab pertanyaan Iriana, Gerald malah menarik tengkuk Iriana dan mulai mencium bibirnya saat bibir Iriana perlahan mulai terbuka Gerald kemudian mendorong wine di mulutnya agar memasuki mulut Iriana kemudian tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Iriana yang mendapat kiriman wine secara mendadak lantas tersedak begitu menerimanya....
Uhuk uhuk
" hahahaha bagaimana rasanya say...ang" ucap Gerald dengan tawa yang menggelegar.
" Sial...an" ucap Iriana dalam hati sambil terus terbatuk batuk.
....................................
__ADS_1
Sementara itu di mansion milik Revan.
...Udara pagi begitu sejuk seperti biasa pada hari weekend Revan akan berlari sebentar mengelilingi halaman rumahnya. Ketika Revan sudah puas berkeliling beberapa putaran Revan memutuskan untuk menyudahinya, saat memasuki mansion nya Revan mengerutkan kening dengan bingung karena tidak mendapati Reina lagi pagi ini....
" Apa Reina masih tidak enak badan, hem rasanya seperti ada yang hilang padahal ini hanya satu hari." ucap Revan sambil naik ke atas menuju kamar Reina.
...Revan melangkahkan kakinya dengan bimbang antara yakin dan tidak yakin untuk mengetuk pintu kamar Reina. Namun saat Revan berdiri tepat di depan pintu kamar Reina, Revan mendengar suara orang yang sedang muntah dari dalam kamar Reina....
...Revan yang khawatir dengan Reina langsung menggedor pintu kamar namun tidak ada jawaban apapun dari dalam, Revan kemudian mencoba memutar handle pintu dan terdengar suara 'klik' pintu tidak terkunci....
...Revan bergegas masuk ke dalam kamar Reina ketika sudah memasukinya Revan tidak menemukan siapapun di ranjang kemudian Revan berlari ke kamar mandi dan ketika sampai di kamar mandi Revan sedikit terkejut karena mendapati Reina sudah meringkuk dibawah lantai dengan wajah pucat dan peluh yang membanjiri keningnya....
" Astaga Rein apa kamu baik baik saja?" ucap Revan sambil berlari menghampiri Reina.
...Revan langsung berjongkok sambil melihat keadaan Reina kemudian dengan gerakan reflek Revan menghapus peluh Reina di keningnya dengan menggunakan tangannya setelah itu Revan menggendong Reina ala bridal style dan menidurkannya di kasur....
" Tunggu sebentar aku akan menelpon Rian kamu sabar ya" ucap Revan sambil melangkah pergi namun saat akan pergi tangan Revan langsung di cekal oleh Reina.
" Tidak perlu van, aku hanya butuh istirahat." ucap Reina lirih sambil menggelengkan kepalanya perlahan.
Mendengar hal itu Revan langsung duduk di tepi ranjang dan mengelus puncak rambut Reina.
" Tidak bisa Rein aku harus tetap memanggil Rian aku tidak bisa melihatmu terus seperti ini." ucap Revan kemudian bangkit dan pergi keluar untuk menelpon Rian.
" Halo " ucap Rian di seberang sana
" Datang kesini secepatnya atau gaji mu akan ku potong setiap menit keterlambatan mu." ucap Revan dengan tegas.
" Wei lo gila ya ini weekend bro masih pagi lagi, apa tidak ada hal yang lebih tidak masuk akal lagi van?" cibir Rian kepada sahabatnya itu.
" Aku tidak pernah main main coba saja kalau kau ingin" ucap Revan dengan nada ancaman kemudian mematikan ponselnya.
Call off
...Setelah menelpon Rian Revan kemudian bergegas menuju dapur untuk membuat wedang jahe, memang untuk hari weekend mbok yem selalu libur untuk pulang ke kampung halamannya jadilah Revan yang harus turun tangan sendiri membuat wedang jahe tersebut di tambah lagi Saina tadi malam di jemput ibunya Revan untuk menginap di rumahnya jadi lah hanya mereka berdua di mansion kali ini....
Revan membawa wedang jahe buatannya menuju ke kamar Reina dan langsung menyuruh Reina untuk meminumnya selagi hangat.
" Apa terasa lebih baik?" ucap Revan dengan gerakan tangan mengelap peluh keringat yang membasahi kening Reina.
__ADS_1
Reina yang mendapat pertanyaan itu hanya membalasnya dengan anggukan.
" Sabar ya sebentar lagi Rian akan datang." ucap Revan lagi pada Reina.
...Entah mengapa Reina sangat menikmati semua perhatian yang Revan berikan padanya jika bisa Reina meminta Reina ingin sekali terus seperti ini hanya demi untuk mendapat perhatian Revan....
Ting tong ting tong
Suara bel pintu berbunyi Revan kemudian segera turun untuk membuka pintu.
cklek
pintu terbuka menampilkan sosok Rian yang masih dengan muka bantalnya sambil membawa tas peralatan dokternya.
" Bagus tepat pada waktunya " ucap Revan dengan santainya kemudian berjalan ke atas menuju kamar Reina.
" Sial kau, siapa yang sakit?" ucap Rian dengan jengkel
" Reina, dia sedang menunggu di kamar"
" apakah parah?" ucap Rian yang langsung mendapat tatapan sinis dari Revan.
" Kau itu dokternya harusnya aku yang menanyakan itu" ucap Revan dengan ketus.
...Revan dan Rian memasuki kamar Reina disana Rian langsung bisa melihat Reina dengan wajah pucatnya sedang berbaring di ranjang....
...Rian kemudian duduk di samping ranjang dan mulai untuk memeriksa Reina....
" Rein apa kamu selalu mual ketika bangun tidur dan ketika mencium bau sesuatu?" ucap Rian bertanya pada Reina.
Reina yang mendapat pertanyaan dari Rian hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
" Kapan terakhir kali kamu datang bulan?" ucap Rian sambil tersenyum menatap Revan dan Reina bergantian.
...Sedang kan Revan yang mendengar pertanyaan sensitif itu mengerutkan keningnya dengan bingung ditambah lagi ekspresi wajah Rian yang seperti orang gila itu membuat Revan tambah bingung....
Bersambung
Hayo kenapa ya kira kira?
__ADS_1
Ikuti terus kisahnya
See you