Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 138 Kenapa harus sekarang?


__ADS_3

...Mendengar ucapan Iriana yang gila Revan kemudian lantas berdiri dan melangkah mendekat ke arah Iriana dengan tatapan yang penuh dengan kilatan amarah....


" Aku tahu van ...aku tahu.... maka dari itu aku siap menggantikannya menjadi istrimu sekaligus merawat Saina, Saina pasti butuh sosok ibu bukan?" ucap Iriana dengan tidak tahu malunya.


" Wah benar benar hebat, ibu dan anak sama sama gila dan tak punya otak.... pergi kamu dari sini sebelum aku bersikap kasar padamu" ucap Revan yang tak tahu lagi harus berkata apa kepada Iriana.


" Van, tolonglah pertimbangkan lagi, kasihan Saina van janganlah terlalu egois dan memikirkan diri sendiri." ucap Iriana yang lantas membuat darah Revan semakin mendidih di buatnya.


" Kamu berbicara egois denganku? bahkan setelah semua hal yang sudah terjadi selama ini? coba kau renungkan tentang perilaku mu itu, bukankah kau yang lebih egois selama ini? pergi dari sini sekarang juga!" ucap Revan dengan nada setengah berteriak sambil menatap tajam ke arah Iriana.


" Van ...ku mohon... aku yakin kamu juga membutuhkan sebuah belaian kan van?" ucap Iriana lagi dengan nada memelas sambil sedikit menggodanya.


" PERGI!" ucap Revan lagi


" Van apa kau tidak kasihan padaku?" ucap Iriana


...Revan yang sudah cukup kesal dengan Iriana kali ini, lantas langsung mencengkram tangan Iriana dengan erat kemudian menyeretnya keluar dari ruangannya....


" Tidak Revan aku tidak mau pergi dari sini, ku mohon van... ku mohon....lepaskan tanganku." ucap Iriana sambil meronta ronta mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Revan.


...Setelah sampai di luar ruangan Revan lantas langsung melepaskan cengkeramannya dan melemparkan tangan Iriana cukup keras hingga Iriana sedikit terpelanting namun masih bisa menjaga keseimbangan agar tidak jatuh....


" Usir dia dari sini wil, jangan biarkan dia menginjakkan kakinya lagi di sini!" ucap Revan setengah berteriak membuat Wili yang memang ruangannya berada di sebelah Revan lantas langsung keluar dan dengan sigap menyeret Iriana menjauh dari sana.


Brukkkkkkkkkk


...Suara pintu ruangan Revan di tutup dengan keras membuat Iriana mau tidak mau harus pergi mengikuti seretan tangan Wili....


" Lepaskan ...lepaskan aku..." ucap Iriana sambil meronta ronta meminta untuk di lepaskan.


" Tidak akan! jika aku lepaskan kau pasti akan kembali keruangan tuan" ucap Wili dengan dingin kemudian melempar tubuh Iriana untuk masuk ke dalam lift.

__ADS_1


" Jangan pernah datang lagi ke sini atau aku akan mengusir mu secara kasar untuk keluar dari sini" ucap Wili dan detik berikutnya pintu lift tertutup.


" Benar benar keluarga gila, sepertinya satu satunya yang waras di keluarga itu hanya nona Reina saja, sedangkan sisanya selalu saja membuatku sakit kepala." ucap Wili dalam hati sambil melangkah kembali ke ruangannya.


**********


Kediaman rumah Iriana dan Erika


...Nampak Iriana memasuki rumah dengan langkah kaki kesal karena penolakan Revan tadi, Iriana kemudian berjalan menuju dapur dan meneguk segelas air di sana....


...Ketika Iriana selesai meminum airnya tiba tiba dari arah lantai atas terdengar suara teriakan....


" Aaaaaaaaaa..."


...Iriana yang mendengar hal itu lantas memutar bola matanya malas....


" Ada apa lagi dengan wanita itu? aku sudah bosan mendengar teriakannya setiap hari, kepala ku bahkan sudah hampir pecah" ucap Iriana dengan kesal kemudian melangkah menuju lantai atas.


Cklek


" Ada apa lagi ma?" tanya Iriana dengan datar


" Reina Reina Reina tadi ada di sini, di meminta mama untuk ikut main .... lalu...lalu Reinanya pergi....Iriana cari Reina cari Reina...hahahhahahhha" ucap Erika sambil tertawa dengan keras dan berperilaku seperti anak kecil.


...Ya mungkin ini adalah sebuah karma yang ia dapat, setelah kematian Reina setiap malamnya Erika selalu di hantui oleh rasa bersalah atas perbuatan yang dilakukannya sendiri, tanpa Revan harus turun tangan Tuhan telah memberikan karmanya pada Erika....


...Setiap harinya Iriana di buat kesal oleh tingkah ibunya yang selalu berteriak dan menyebut nama Reina berulang ulang, bahkan tidak hanya sampai di situ kini namanya juga sudah menjadi daftar hitam di dunia modeling membuat Iriana kesulitan mendapatkan sebuah job....


" Ini semua gara gara mama..... Revan bahkan mem-blacklist pekerjaan Iriana dan memasukkan Iriana ke dalam daftar hitam, apa itu masih belum cukup juga ma? kenapa mama juga harus gila juga sih..... Iriana kesal.... bukannya bahagia malah kesengsaraan yang aku dapat dari ulah mama..." ucap Iriana setengah berteriak meluapkan kekesalan namun Erika hanya diam dan sesekali tersenyum sambil memainkan bajunya kemudian tertawa.


" Reina Reina Reina....hahahahha Reina Reina....hiks hiks Reinaaaaa jangan tinggalkan mama.....aaaaaaa Reina pergi!" ucap Erika dengan tertawa namun detik berikutnya menangis tersedu sedu kemudian berteriak.

__ADS_1


" Diam!" ucap Iriana dengan kesal


" Iriana kamu jahat.... mama takut...." ucap Erika dengan suara lirih namun masih bisa di dengar Iriana.


...Iriana yang kesal lantas keluar sambil membanting pintu kamar Erika yang lantas membuat Erika terkejut dan menangis tersedu sedu karena ketakutan akan tingkah Iriana....


...Iriana yang mendengar suara tangisan Erika lantas menutup kedua telinganya dengan tangannya....


" Berisik.........kenapa mama harus gila sekarang sih! bagaimana dengan hidupku....aku sudah hancur sekarang...bahkan Gerald juga tidak bisa di hubungi dan mansionnya kosong.....bagaimana lagi hidupku selanjutnya" ucap Iriana sambil melangkahkan kakinya menjauh dari kamar Erika.


********


Perusahaan MD Enterprise


" Bagaimana perkembangan kasus kecelakaan Reina?" tanya Revan sambil menatap lurus ke depan


" Semua berjalan dengan lancar tuan, hanya saja kondisi nyonya Erika yang setengah gila mungkin akan dapat meloloskannya dari jerat hukum atau akan hanya mendapat rehabilitasi tuan" ucap Wili


Mendengar hal tersebut lantas membuat Revan terdiam seperti tengah memikirkan sesuatu.


" Biarkan saja, mungkin itu karma untuknya daripada masuk penjara mungkin hal ini lebih baik, di hantui kesalahan atas perbuatannya sendiri hingga gila itu adalah hukuman terbaik untuknya saat ini." ucap Revan sambil tersenyum menatap ke arah Wili yang langsung membuat bulu kuduk Wili berdiri.


" Lalu apa kau sudah melaksanakan perintahku tentang Iriana?" tanya Revan lagi


" Saya sudah memasukkannya ke daftar hitam sehingga tidak akan ada seseorang yang mau mengontraknya kecuali ingin berhadapan langsung dengan anda tuan" ucap Wili


" Bagus..... lalu bagaimana dengan sumber keuangan kedua wanita gila itu?" tanya Revan


" Entahlah tuan....sepertinya ada yang aneh dengan Gerald, ia tiba tiba saja menghilang seperti lenyap di telan bumi, ada yang mengatakan bahwa ia tengah merintis usaha di New York namun ada juga yang mengatakan bahwa ia tengah berlibur di Swiss, dari kedua hal tersebut belum ada kebenaran yang pasti di mana Gerald berada saat ini." ucap Wili menjelaskan.


" Biarkan saja itu lebih baik, aku ingin lihat bagaimana Iriana hidup sengsara tanpa aliran uang" ucap Revan dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


" Tentu saja tuan, semua akan berjalan sesuai keinginan anda" ucap Wili dengan tersenyum


Bersambung


__ADS_2