Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 73 Apa hubungan keempatnya?


__ADS_3

...Setelah cukup lama Reina dan Revan berada di area taman Reina kemudian memutuskan untuk segera pulang ke mansion....


...Selama perjalanan pulang hanya ada keheningan yang melanda, pikiran Reina benar benar kalut ia membayangkan semua kemungkinan yang akan terjadi setelah Reina mengetahui kebenarannya....


Revan terus menggenggam tangan Reina tanpa henti seakan memberi kekuatan dan mengatakan bahwa Reina tidak sendiri.


...Ketika Reina dan Revan sampai di mansion Reina melihat mobil orang tuanya terparkir di halaman depan mansion membuat jantung Reina semakin berdebar, keringat dingin sudah mulai membanjiri tangan juga dahi Reina. Revan yang sadar dengan kondisi Reina saat ini kemudian menghentikan mobilnya dan menatap Reina dalam dalam....


" Rein tenanglah semua akan baik baik saja, jangan terlalu stres itu tidak baik untuk anak kita. Aku tahu kamu pasti bisa, kita berjuang sama sama ya kamu tidak sendiri." ucap Revan kembali menenangkan Reina.


...Reina yang mendengar ucapan Revan hanya menatap Revan dengan kosong seakan perkataannya hanya lewat begitu saja ke telinga Reina tanpa bisa di cerna. Revan yang melihat tatapan kosong Reina tentu saja semakin khawatir mengingat Reina juga tengah hamil muda Revan takut sesuatu akan terjadi pada Reina juga calon anaknya jika masalah terus menjadi semakin rumit....


Revan kemudian memeluk Reina dengan erat menguatkan wanita itu, Revan tidak tahu harus bagaimana lagi menenangkan Reina.


" Ayo kita hadapi bersama kamu tidak sendiri Rein." ucap Revan lagi dan lagi.


...Revan kemudian menuntun Reina untuk masuk ke dalam mansion, disana Reina melihat ibu dan ayahnya sedang bermain dengan Saina sambil bersenda gurau....


" Ibu, apa benar ibu melakukan semua itu?" ucap Reina dalam hati sambil terus menatap ibunya yang tengah tertawa.


" Assalamualaikum" ucap Revan


"Waalaikumsalam" ucap Shella dan Iskandar serentak


" Kalian baru pulang? maaf ya ibu tadi tidak menelpon kalian dulu" ucap Shella

__ADS_1


" Tidak apa bu, apa ibu dan ayah sudah lama di sini?" ucap Revan


" Lumayan, Rein kamu kenapa?" ucap Iskandar ketika melihat Reina yang seperti tengah memikirkan sesuatu.


...Reina yang mendengar ucapan Iskandar kemudian tersadar dari lamunannya lalu menatap Iskandar dan Shella secara bergantian....


" Bu bisa ikut Reina ke kamar sebentar?" ucap Reina dengan tatapan kosong.


" Tentu nak " ucap Shella kemudian bangkit berdiri dan menggandeng tangan Reina melangkah menuju kamar.


...Iskandar menatap kepergian istri dan anaknya dengan tatapan yang bingung, namun setelah memikirkan apa yang sebenarnya terjadi malah pikiran buruk terlintas di kepalanya....


" Apa jangan jangan Reina sudah tau..." ucap Iskandar dalam hati kemudian menatap Revan seakan meminta penjelasan atas sikap Reina barusan.


...Revan yang mengerti maksud tatapan mertuanya itu kemudian memanggil mbok yem untuk menjaga Saina sebentar dan mengarahkan ayah mertuanya itu ke taman sebelah rumah untuk berbicara....


" Sebenarnya setelah kami pergi ke ragunan kami mampir makan siang di warung mang Odi namun ketika di sana kami bertemu dengan mantan mertua saya dan terjadi sedikit permasalahan di sana, aku tidak tahu pasti apa permasalahannya hanya saja mantan mertua saya itu selalu mengatakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, jika orang tuannya pelakor anaknya juga pasti akan mengikuti jejak ibunya " ucap Revan menjelaskan kemudian menjeda ucapannya dan melirik Iskandar untuk melihat perubahan ekspresi ayah mertuanya itu.


...Iskandar yang mendengar ucapan Revan lantas wajahnya langsung berubah pucat ia seperti langsung paham tentang alur cerita yang diucapkan Revan....


" Ternyata benar dugaanku orang tua Reina dan bu Erika ada hubungan yang belum usai di masa lalu." ucap Revan dalam hati ketika melihat perubahan ekspresi dari Iskandar.


" Boleh ayah tahu siapa nama ibu mertuamu dulu" ucap Iskandar


" Erika yah Erika Melda Amora "ucap Revan

__ADS_1


...Bagai disambar petir di siang bolong kala Iskandar mendengar ucapan Revan, semua dugaan Iskandar ternyata benar adanya. Bayangan bayangan masa lalunya satu persatu berputar di kepalanya seperti kaset rusak....


" Reina tidak bersalah van, ini murni kesalahanku di masa lalu." ucap Iskandar tiba tiba


" Aku tahu yah, aku tidak akan masuk terlalu jauh dalam hal ini aku harap ayah dapat segera menyelesaikannya, namun aku mohon jangan libatkan Reina terlalu jauh yah Reina sedang hamil dan ayah pasti tahu bahwa stres tidak baik untuk ibu hamil aku hanya tidak ingin Reina dan anakku kenapa napa yah." ucap Revan dengan nada yang memohon.


" Ayah juga bingung nak, masalahnya permasalahan kali ini mau tidak mau pasti akan melibatkan Reina " ucap Iskandar lirih namun masih bisa di dengar oleh Revan.


Revan yang mendengar hal itu tentu saja bingung.


" Apa maksud ayah?" ucap Revan


" Sebenarnya dulu jauh sebelum ayah menikah dengan Erika ayah sudah menjalin kasih bersama Shella, ayah benar benar mencintai Shella van namun karena ibu ayah sedang sakit keras dan meminta ayah menikahi Erika yang pernah menolongnya ketika hampir tertabrak mobil. Ayah benar benar bingung harus mengambil keputusan apa, pada akhirnya ayah memilih untuk menikahi Erika dan meninggalkan Shella hingga setelah 2 minggu pernikahan kami ibu ayah meninggal dunia. Dunia ayah seperti runtuh van kala harus berpisah dengan Shella, ayah merasa seperti orang gila yang kehilangan separuh jiwanya tidak ada yang bisa ayah lakukan, ayah sudah mencoba berbagai cara melupakan Shella dengan bekerja namun bukannya hilang bayangan Shella malah semakin hadir dan terus menghantui ayah." ucap Iskandar menjelaskan intinya sambil menghela nafas panjang seperti tengah mengeluarkan sebagian bebannya.


Revan mendengarkan dengan seksama masa lalu ayah mertuannya ini.


" Sampai pada akhirnya ayah memutuskan untuk bertemu Shella kembali dan entah dimulai sejak kapan hubungan ayah dan Shella semakin intim walau kami tahu ada Erika yang akan tersakiti karena ulah kami, kami memutuskan untuk menikah secara diam diam awalnya semua baik baik saja bahkan sudah berjalan dengan baik selama 5 tahun baik Erika maupun Shella ayah mampu membagi waktu ayah untuk mereka berdua tanpa kekurangan. Hingga entah bagaimana dan dari siapa pernikahan ayah dan Shella diketahui oleh Erika, Erika marah besar dan meminta ayah untuk bercerai dengan Shella, ayah benar benar tidak bisa memilih antara Erika atau Shella jadilah ayah hanya diam saja tanpa melakukan apapun hingga Erika memutuskan untuk meninggalkan ayah." ucap Iskandar dengan nada sedih.


...Revan mencerna setiap kata yang diucapkan Iskandar namun Revan masih tidak mengerti tentang apa hubungannya Reina dengan masa lalu mereka....


" Lalu apa hubungannya Reina dan masa lalu mereka, kenapa permasalahan ini menjadi semakin rumit?" ucap Revan dalam hati.


...Ketika Revan tengah memikirkan hubungan yang terjalin antara ke empatnya tiba tiba saja Revan mendengar teriakan dari ibu mertuanya yang berasal dari atas tangga....


" Ayah Revan tolong ibu......" teriak Shella

__ADS_1


...Suara Shella yang menggema membuat Revan dan Iskandar lantas langsung menoleh kemudian berlari ke arah sumber teriakan....


Bersambung?


__ADS_2