
...Keesokan paginya Reina bangun pagi untuk menyiapkan Revan sarapan sebelum berangkat ke kantor karena hari ini ada meeting yang cukup penting dan mengharuskan Revan untuk bertatap muka alhasil mau tidak mau Revan harus datang ke kantor hari ini....
Reina sudah menyiapkan nasi goreng spesial untuk Revan dengan kopi sebagai pelengkapnya.
...Tak lama Revan terlihat menuruni anak tangga dengan pakaian yang sudah rapi berjalan semakin dekat ke arah Reina....
" Pagi Rein" ucap Revan sambil kemudian sedikit membungkuk untuk mencium perut Reina.
Reina yang melihat kelakuan Revan lantas tersenyum dan mengusap pelan rambut Revan.
" Pagi "
...Setelah melakukan ritual paginya itu Revan langsung menarik kursi dan duduk di sana untuk sarapan pagi begitupun dengan Reina....
" Van habis ini aku mau mengecek toko boleh ya? sudah lama sekali aku tidak ke sana" ucap Reina dengan nada memohon.
...Revan yang mendengar permintaan Reina ingin sekali menolak karena ia tidak ingin jika sesuatu terjadi pada keduanya, namun ketika melihat wajah memelas Reina lagi lagi membuat Revan luluh dan lantas mengijinkannya....
" Tidak bisakah besok saja menungguku tidak ke kantor?" tanya Revan membuat penawaran.
" Aku mau hari ini van, lagi pula aku kangen banget sama Fina boleh ya van..." ucap Reina lagi
" Baiklah tapi ingat satu hal kamu pergi di antar pak dadang dan nanti pulangnya kamu harus menungguku menjemputmu, jangan sekali kali pulang sendirian Rein" ucap Revan mewanti wanti Reina.
...Reina yang mendengar persetujuan Revan tentu saja bahagia akhirnya Reina bisa keluar dan bertemu dengan sahabatnya itu....
" Janji"
" Bagus, kalau begitu aku berangkat dulu dan ingat apa yang aku katakan tadi jangan sampai kamu melanggarnya Rein" ucap Revan sambil membersihkan mulutnya dengan tisu kemudian bangkit berdiri bersiap untuk ke kantor.
" Siap boss"
Revan kemudian mencium kening dan perut Reina secara bergantian dengan cukup lama.
" Dady berangkat dulu ya, jangan nakal ya nak baik baik di sana." ucap Revan sambil tersenyum kemudian melangkah meninggalkan rumah menuju ke kantor.
...Setelah kepergian Revan, Reina bersiap untuk pergi ke toko ia memakai dress selutut tanpa lengan dengan warna pastel yang membuatnya terkesan kalem namun sangat elegan....
Reina berangkat ke toko di antar oleh pak Dadang.
__ADS_1
...Perjalanan memakan waktu sekitar kurang lebih 30 menit hingga sampai di area toko. Reina lantas memasuki toko dengan gembira....
" Pagi bu..." ucap ketiga karyawannya itu dengan sopan.
" Pagi Finanya ada?" ucap Reina
" Ada di atas"
Mendengar ucapan karyawannya Reina lantas langsung menuju ke atas untuk menemui Fina.
Setelah sampai di atas Reina langsung membuka pintu sambil berteriak girang.
" Kejutan....." ucap Reina dengan girang
...Fina yang memang sedang sibuk merekap hasil pembelian bulan lalu lantas langsung mendongak kala mendengar suara yang tidak asing menggema di ruangan....
" Reinaaa....." ucap Fina yang langsung bangkit dan menghampiri Reina.
...Keduanya kemudian saling berpelukan melepas kangen dan mulai mengobrol setelah sekian lama mereka tidak bertemu....
" Wih gila lo fin sekarang berasa lo ya yang jadi bosnya" goda Reina
" Ya iyalah siapa suruh yang punya gak pernah ke toko ya gue embat lah" ucap Fina yang langsung membuat gelak tawa ke duanya pecah.
" Mentang mentang sudah jadi istri sultan toko segede ini lo buang buang gila gila gila." ucap Fina sambil tepuk tangan kecil
" Oh tentu jika ini jadi milikmu aku akan meminta mall A untuk menjadi milikku" ucap Reina dengan nada yang sombong.
Fina yang mendengar candaan sahabatnya itu langsung menganga.
" Mall A milik Revan Rein? mall yang terbesar dan terlengkap di Jakarta benar benar milik Revan?" tanya Fina dengan menganga tak percaya.
...Reina yang melihat ekspresi terkejut sahabatnya itu lantas tertawa dan langsung mendapat tatapan kesal dari Fina....
" Iya Fina sayang"
" Suami lo benar benar luar biasa Rein"
" Oh tentu saja "
__ADS_1
...Cukup lama keduanya berbincang membahas segala hal hingga tidak terasa jam sudah hampir menunjukkan waktu makan siang, awalnya Reina berniat mengajak Fina untuk makan siang sekali namun kemudian notifikasi ponselnya berbunyi dan tertera nama Revan di sana....
" Revan memintaku ke restoran Hotel Kenanga untuk apa? apalagi ia memintaku untuk pergi naik taksi bukankah itu sedikit aneh? apa Revan lupa ya tapi bukannya tadi Revan sendiri yang mengatakan harus menunggu Revan datang menjemput, lalu sekarang aku di suruh menyusul? dasar aneh" ucap Reina dalam hati yang melihat isi pesan dari Revan.
...Untuk memastikan kembali bahwa Revan tidak melupakan perkataannya Reina lantas menelpon Revan namun anehnya tidak tersambung sama sekali....
" Ada apa Rein? Kenapa kamu sangat gelisah?" tanya Fina yang curiga dengan gerak gerik Reina.
" Tidak ada, hanya saja Revan barusan kirim pesan katanya aku di suruh menyusulnya ke hotel Kenanga namun yang membuat aku aneh adalah tadi pagi Revan jelas jelas mengatakan bahwa aku tidak boleh kemanapun sendiri dan harus menunggu ia selesai meeting tapi kenapa aku malah di suruh menyusul ke sana" ucap Reina menjelaskan kepada Fina.
Fina tampak berpikir dan mencerna ucapan Reina.
" Betul juga sih tidak mungkin Revan berubah pikiran secepat itu kan Rein?" ucap Fina
" Maka dari itu aku agak sedikit curiga ditambah lagi ponselnya tidak bisa dihubungi." ucap Reina.
...Ketika keduanya tengah berpikir keras notifikasi di ponsel Reina kemudian berbunyi kembali dan lagi lagi tertera nama Revan di sana....
" Revan kirim pesan lagi" ucap Reina
" Apa pesannya ayo cepat buka" ucap Fina dengan tidak sabar.
" Katanya Revan tidak bisa menerima telpon karena sedang meeting penting dan menyuruhku untuk segera pergi sekarang." ucap Reina lagi.
...Setelah membaca pesan tersebut hati Reina sedikit lebih lega, namun kenapa rasanya tetap gelisah?...
" Berarti ini memang Revan Rein" ucap Fina setelah membaca pesan tersebut.
" Apa kamu yakin Fin? gue kok merasa...." ucap Reina namun terhenti karena ia juga tidak tahu apa ini sebuah firasat ataukah hanya perasaannya saja.
" Merasa apa Rein...." ucap Fina penasaran
" Aku juga tidak tahu" ucap Reina
" Begini saja dari pada lo bingung harus datang atau tidak lebih baik lo sekarang pergi ke sana, namun dengan satu syarat lo harus selalu mengaktifkan ponselmu dan harus selalu mengabari gue, untuk berjaga jaga terima ini Rein simpan benda ini di tempat yang tidak terlalu terlihat orang namun selalu menempel padamu ok." ucap Fina sambil memberikan semacam bros kecil kepada Reina.
" Apa ini Fin.." ucap Reina sambil mengangkat bros tersebut.
" Sudahlah pakai saja ingat jangan sampai terlepas dari dirimu oke" ucap Fina dengan meyakinkan
__ADS_1
...Reina kemudian memakai bros tersebut di baju sebelah kirinya agak ke pinggang tepat pada hiasan baju di pinggangnya agar tidak terlalu mencolok....
Bersambung