
...Sementara itu tujuan Reina meminta Shella ke kamarnya adalah untuk bicara empat mata dengan Shella....
Shella menutup pintu kamar Reina kemudian duduk di sebelah Reina lalu mengelus rambut panjang Reina dengan perlahan.
" Apa yang ingin kamu tahu nak?" ucap Shella
" Bu ... apa ibu mengenal bu Erika." ucap Reina dengan tatapan lurus ke depan tanpa menoleh ke arah Shella, entah mengapa kali ini Reina benar benar takut untuk melihat kedua manik mata ibunya itu, Reina takut akan kebenaran yang akan terpancar dari manik mata kecoklatan milik ibunya.
...Shella yang mendengar ucapan Reina tentu langsung terkejut dan menghentikan gerakan tangannya....
" Kenapa ibu diam?" tanya Reina kemudian menoleh kearah Shella sekilas untuk melihat ekspresi ibunya.
" Ternyata benar ya bu apa yang bu Erika ucapkan" ucap Reina lagi dengan nada sendu kemudian melanjutkan ucapannya lagi.
" Apa ibu tahu bu Erika mengatakan bahwa buah jatuh tidak jauh dari pohonnya awalnya aku tidak mau percaya perkataannya namun setelah melihat ibu seperti ini tiba tiba saja aku berubah pikiran."
" Tidak nak... itu tidak sepenuhnya kesalahan ibu ataupun Reina ibu sama sekali tidak pernah merebut ayahmu dari Erika." ucap Shella menjeda kalimatnya kemudian melanjutkannya kembali.
" Jauh sebelum ayah menikah dengan Erika ibu sudah menjalin hubungan dengan ayahmu namun entah mengapa tiba tiba ayahmu memutuskan hubungan dengan ibu, setelah 2 minggu kemudian tersiar kabar bahwa ayahmu sudah menikah dengan Erika, ibu benar benar hancur saat itu orang yang ibu cintai malah menikah dengan orang lain."
...Reina yang mendengar itu langsung menoleh ke arah ibunya mencari kebenaran dari manik mata ibunya dan yang Reina dapati ketika menatap ibunya adalah sebuah tatapan yang sendu dengan penyesalan yang mendalam di sana....
" Ibu berusaha sebisa mungkin untuk melupakan ayahmu walau itu sakit tapi ibu harus bertahan sampai tiba tiba ayahmu datang kembali menemui ibu dan meyakinkan ibu kalau perasaannya masih sama. Ibu tidak munafik dalam hal ini karena perasaan ibu pada ayah juga tidak pernah berubah kami tahu perbuatan kami salah namun kami tidak bisa menyangkalnya, sampai seiring berjalannya waktu hubungan ayah dan ibu semakin berkembang hingga kami memutuskan untuk menikah secara diam diam di belakang Erika, ibu akui itu salah dan ibu juga paham bagaimana rasanya kehilangan seseorang jadi ibu mencoba untuk menjadi buta dan tuli kala itu." ucap Shella pada Reina dengan berlinang air mata.
Reina yang mendengar ucapan Shella tentu tak percaya jika ibunya benar benar seegois itu.
...Air mata Reina perlahan jatuh membasahi pipinya ia tidak bisa membayangkan jika berada di posisi Erika, tiba tiba saja bayangan bayangan kejadian beberapa waktu lalu disaat Revan mencumbu Iriana, disaat Reina membuka kamar yang selama ini di sembunyikan Revan bahkan disaat Revan menyetubuhinya dengan menyebut nama Iriana semakin membuat hatinya hancur....
" Apa ini adalah sebuah karma yang harus aku tanggung? kenapa harus aku? apa salahku?" ucap Reina dalam hati meratapi nasibnya.
__ADS_1
" Apa ibu tahu, karena keegoisan ibu Reina harus menanggung semuanya" ucap Reina bangkit berdiri dan menatap Shella.
" Lihat Reina bu, gara gara sikap egois ibu itu bahkan Reina dituduh merebut Revan dari Iriana sekarang. Jika Reina tahu Iriana adalah anak dari mantan istri ayah yang notabennya masih saudara Reina, Reina tentu tidak akan mau menikahi Revan." ucap Reina dengan sesenggukan sambil menatap ibunya itu.
" Ibu juga menyesal nak dengan apa yang ibu lakukan dulu ibu benar benar menyesal." ucap Shella lagi
" Ibu tahu rasanya hidup satu atap dengan laki laki yang masih mencintai orang lain? enggak tahu kan itu sakit bu sangat sakit bahkan sekarang aku bisa mengerti rasa sakitnya tante Erika dulu, karena aku juga mengalami hal itu." ucap Reina dengan air mata yang terus mengalir.
" Apa maksudmu nak? apa Revan masih mencintai Iriana?" tanya Shella kemudian berdiri menatap putrinya itu.
...Reina yang mendapat pertanyaan dari Shella hanya diam seribu bahasa, Shella yang paham dengan sikap Reina langsung mengerti bahwa diamnya Reina berarti itu adalah kebenaran....
...Shella lantas langsung memeluk Reina, sedang Reina yang dipeluk awalnya memberontak namun pada akhirnya luluh juga, kedua wanita itu akhirnya menangis meratapi nasibnya masing masing....
" Maafkan ibu nak tidak seharusnya kamu menanggung karma dari perbuatan yang tidak kamu lakukan." ucap Shella dalam hati sambil terus memeluk Reina dan menenangkannya.
" Apa yang harus aku lakukan? haruskah aku melepas Revan agar kejadian 5 tahun lalu tidak terulang lagi? takdir buruk apalagi ini" ucap Reina dalam hati.
" Kamu kenapa nak?" ucap Shella sambil membenarkan letak rambut Reina yang sudah acak acakan.
" Aww....perutku sakit bu..... " ucap Reina sambil memegang perutnya erat.
...Shella yang melihat putrinya kesakitan lantas bingung harus berbuat apa. Shella kemudian mendudukkan Reina secara perlahan ke ranjang kemudian mengelusnya berharap dapat mengurangi rasa sakit Reina....
" Sabar ya nak ibu akan memanggil Revan kamu tunggu disini." ucap Shella
...Shella kemudian lantas berlari dengan sesenggukan memanggil Iskandar dan Revan....
" Ayah Revan tolong ibu." ucap Shella sambil berteriak memanggil keduanya.
__ADS_1
...Suara Shella yang menggema membuat Revan dan Iskandar lantas langsung menoleh kemudian berlari ke arah sumber teriakan....
Pikiran Revan benar benar kalut Revan takut jika Reina dan bayinya kenapa napa.
" Reina ...." ucap Revan dalam hati.
...Revan dan Iskandar menghampiri Shella yang sudah terlihat berantakan dengan mata yang sudah sembap seperti menangis....
" Ada apa bu? Reina mana?" ucap Revan dengan nafas yang terengah engah karena berlari.
" Reina van, Reina..." ucap Shella masih dengan tangisannya.
" Tenang dulu bu pelan pelan." ucap Iskandar menenangkan istrinya.
...Revan yang sudah tidak sabar menunggu penjelasan mertuanya kemudian kembali berlari dan menuju kamar untuk melihat sendiri keadaan Reina....
...Setelah Revan sampai di sana Revan begitu terkejut dan miris kala melihat penampilan Reina yang sudah acak acakan dengan mata yang sembap tengah memegangi perutnya seperti menahan sakit....
" Reina... mana yang sakit Rein? ha?" ucap Revan sambil mengusap wajah Reina yang masih basah karena air mata.
" Sakit van...." ucap Reina lirih tapi masih terdengar oleh Revan.
" Sabar ya, aku tadi sudah menelpon Cika sebentar lagi dia akan kesini." ucap Revan dengan lembut sambil menenangkan Reina yang terus merintih kesakitan.
...Revan benar benar tidak tega melihat Reina yang kesakitan Revan seperti bisa merasakan kegelisahan Reina....
...Revan terus memegang tangan Reina menguatkannya dan berharap semua akan baik baik saja, Revan lantas membuka selimut di kaki Reina dan membuangnya sambil terus menatap kaki Reina memastikan tidak ada darah yang merembes disitu....
" Ya Allah aku mohon selamatkan anakku, lindungi lah ia dan Reina dari segala hal buruk." ucap Revan dalam hati sambil terus menggenggam tangan Reina.
__ADS_1
Bersambung