Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 128 Kenapa hatiku merasa tidak tenang?


__ADS_3

...Keesokan harinya Revan sudah siap dengan pakaian kerjanya, karena hari ini Revan akan ada meeting sehingga mengharuskannya pergi ke kantor meski hati kecilnya tidak ingin meninggalkan Reina, namun apa lah daya kantor sedang membutuhkannya saat ini....


" Aku akan pergi sebentar Rein, aku janji aku akan langsung pulang" ucap Revan sambil mencium kening Reina yang masih terlelap dalam tidurnya.


...Revan mengelus perlahan perut Reina kemudian memberinya kecupan singkat di sana....


" Jangan nakal ya nak, kasihan ibumu.. ayah berangkat dulu ya.." ucap Revan kemudian bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Reina yang masih tertidur.


...Setelah kepergian Revan, Reina lantas langsung bangun dan bersandar pada sandaran ranjang miliknya, Reina sebenarnya sudah bangun sedari tadi hanya saja Reina pura pura tertidur karena ia masih tidak sanggup jika harus bertatap muka dengan Revan....


" Takdir buruk apa ini, aku bahkan menikahi mantan suami kakak kandungku sendiri, anaknya kini menjadi anakku... bukankah aku tampak seperti wanita yang serakah? semua kebahagian kakakku aku renggut dan aku nikmati, tanpa tahu bahwa kakakku tengah menderita karena perbuatan yang tanpa aku sadari." ucap Reina dengan nada sendu di setiap kalimatnya.


...Di saat Reina hanyut ke dalam rasa bersalahnya tiba tiba notifikasi ponselnya berbunyi, tanpa pikir panjang Reina lantas langsung mengambil ponselnya kemudian membuka isi pesan tersebut....


" Temui saya di cafe kenanga sekarang, ada yang mau saya bicarakan dengan mu."


" Apa yang harus aku lakukan? apa kah aku harus menemuinya? bagaimana jika .... tidak mungkinkan dia akan melakukan sesuatu yang aneh aneh? lagian aku juga mempunyai banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya" ucap Reina kemudian bangkit dan langsung bersiap untuk pergi ke lokasi yang tertera di pesan singkat tersebut.


*****************


...Sementara itu Revan yang tengah sibuk dengan meeting yang tak kunjung menemui titik temu tersebut, tiba tiba merasakan sesuatu yang tidak enak mengganjal di hatinya....


" Ada apa ini? kenapa perasaanku jadi tidak enak? semoga Reina baik baik saja" ucap Revan dalam hati


" Apa tuan baik baik saja?" bisik Wili kepada Revan ketika melihat wajah Revan yang tiba tiba mendadak pucat.


" Apa tuan mau istirahat sebentar?" ucap Wili lagi


" Aku baik baik saja, kita lanjutkan rapatnya lebih cepat selesai lebih baik" ucap Revan dengan nada datar.

__ADS_1


" Baik tuan" ucap Wili


" Apa yang sebenarnya terjadi pada tuan? kenapa aku merasa akan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi" ucap Wili dalam hati.


.............................................


...Reina sampai di cafe kenanga 25 menit kemudian, sebenarnya ia ragu ragu dan grogi untuk menemuinya, namun Reina mencoba sebisa mungkin untuk tenang dan tidak terbawa perasaan....


...Dengan langkah kaki yang mantap Reina berusaha terlihat tegar di depan ibu kandungnya, ia tidak mau terlihat cengeng ketika bertemu dengan ibu kandungnya....


" Akhirnya kamu datang juga.." ucap Erika ketika melihat Reina langsung duduk tepat di depan mejanya.


" Tentu saja saya datang, bukankah anda yang mengundang saya?" ucap Reina sambil menampilkan senyuman palsu di bibirnya.


" Tinggalkan Revan!" ucap Erika langsung pada intinya


" Setega itukah dia menyuruhku meninggalkan Revan disaat aku sedang hamil besar seperti ini." ucap Reina dalam hati kala mendengar permintaan dari Erika.


" Saya minta maaf sebelumnya karena tidak bisa menuruti permintaan anda, saat ini saya juga masih membutuhkan Revan, tidak kah anda melihatnya bahwa saya tengah hamil besar?" ucap Reina sambil mengelus perutnya


" Halah alasan bukankah sebentar lagi kamu melahirkan, tunda saja perceraiannya hingga kamu melahirkan, itu hal mudah bukan?" ucap Erika dengan entengnya


" Apa pernikahan bagi anda hanyalah sebuah permainan? hingga anda dengan mudahnya mengatakan kata perpisahan? lagi pula bukankah Iriana dan Revan sudah lama bercerai, lalu untuk apa anda meminta kembali Revan di saat anda sudah membuangnya." ucap Reina dengan nada yang emosi sambil menggigit bibir bawahnya menahan emosi yang sudah ingin meletup sedari tadi.


" Maafkan aku bu..tapi untuk kali ini ibu benar benar keterlaluan" ucap Reina dalam hati.


...Mendengar ucapan Reina lantas membuat Erika terdiam karena semua yang di katakan Reina adalah kebenaran....


" Baiklah ucapan mu memang benar... tapi aku hanya ingin membuat anakku bahagia, apa itu salah?" ucap Erika sambil menatap tajam ke arah Reina.

__ADS_1


" Apakah kau tahu bu.. disaat kamu ingin membuat kak Iriana bahagia kamu malah mengorbankan kebahagiaanku, apa aku tidak boleh untuk egois di saat seperti ini?" ucap Reina dalam hati kala mendengar ucapan Erika.


" Sekali lagi saya minta maaf tidak bisa menuruti permintaan anda, karena tidak hanya anak anda yang menginginkan kebahagian saya juga berhak untuk bahagia, jika tidak ada lagi yang perlu di bicarakan saya permisi" ucap Reina kemudian bangkit berdiri hendak pergi melangkah meninggalkan Erika.


" Hak bahagia katamu? anak seorang pelakor tidak berhak untuk bahagia... kau pantas mendapatkan kesengsaraan.." ucap Erika yang lantas membuat Reina terdiam menghentikan langkahnya.


" Anda tidak berhak mengatakan hal itu dengan mulut anda, ibu saya jauh lebih lebih baik dari pada anda.... jadi hentikan ucapan tak berdasar anda" ucap Reina dengan penekanan di setiap kata katanya.


" Oh ya... jika kau tidak percaya ayo ikut aku sekarang juga ke rumah orang tua mu, kita buktikan siapa yang berhati busuk di sini" ucap Erika menantang Reina.


" Kenapa jadi begini? apa yang harus aku lakukan? haruskah aku mengikuti kata kata ibu?" ucap Reina dalam hati karena entah mengapa perasaannya sedari tadi sungguh tidak enak bahkan anak di dalam kandungannya pun ikut merasakannya sedari tadi.


" Kenapa diam? kamu takut melihat kenyataan anak pelakor" ucap Erika menyindir Reina agar mau ikut dengannya.


...Mendengar Shella terus menerus dipojokkan pada akhirnya Reina menyetujui usulan Erika....


" Baiklah saya akan menuruti keinginan anda... anda berangkatlah lebih dulu biarkan saya menyusul anda dengan menggunakan taksi" ucap Reina


" Tidak perlu! itu terlalu membuang waktu kamu ikut saja dengan ku, akan aku tunjukkan mana sesuatu yang benar dan mana sesuatu yang salah" ucap Erika dengan tersenyum penuh arti sambil menatap ke arah Reina.


" Tapi ....." ucap Reina tertahan karena jujur saja ia sungguh mencurigai setiap gerak gerik yang di lakukan Erika.


" Ayo ikut aku jangan membuang waktu lagi" ucap Erika dengan menarik tangan Reina agar mengikuti langkahnya.


" Jika kamu tidak ingin meninggalkan Revan secara sukarela aku akan membuatmu meninggalkan Revan dengan caraku." ucap Erika dalam hati sambil melangkahkan kakinya menuju mobilnya.


" Semoga saja setiap langkah yang aku ambil bukanlah suatu kesalahan, Revan aku benar benar mencintaimu" ucap Reina dalam hati sambil pasrah mengikuti langkah kaki Erika.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2