
...Revan sampai di rumahnya sekitar 25 menit kemudian, ia lantas memarkirkan mobilnya ke garasi lalu bergegas memasuki mansion karena tak sabar untuk menemui Reina....
...Ketika sampai di dapur Revan melihat mbok Yem sedang memasak untuk makan malam....
" Loh tuan muda ke kantor, saya pikir tuan muda sedang pergi jalan jalan bersama nyonya." ucap mbok Yem kala melihat Revan datang dari arah luar lengkap dengan jas kerjanya.
...Revan yang mendengar ucapan mbok Yem lantas menghentikan langkahnya dan menatap mbok Yem dengan penuh tanda tanya....
" Saya tadi pergi bekerja mbok, memangnya Reina tidak ada di kamar mbok?" ucap Revan sambil berharap cemas menanti jawaban mbok Yem.
" Dari saya pulang ke pasar hingga tuan muda datang sekarang mansion ini kosong, nyonya Reina tidak terlihat sama sekali saya kira malah kalian pergi berlibur berdua" ucap mbok Yem
...Mendengar hal itu Revan langsung bergegas setengah berlari menuju ke arah kamar mereka berdua....
" Apakah terjadi sesuatu pada Reina?" ucap mbok Yem sambil melihat kepergian Revan.
...Revan membuka kamarnya dengan tergesa gesa hingga tanpa sadar membanting pintu kamarnya dan mencari Reina di sana, namun saat Revan sampai di dalam suasana kamar begitu gelap tanpa penerangan....
" Rein apa kamu di dalam kamar mandi?" tanya Revan sambil mengetuk pintu kamar mandi.
...Karena tidak ada jawaban juga, Revan lantas membuka pintu kamar mandi dan mengecek Reina di dalam sana namun lagi lagi tidak Revan temui di sana....
" Rein... aku mohon jangan membuatku takut, kamu di mana Rein" ucap Revan pada diri sendiri sambil mengelilingi setiap sudut kamar berharap menemui Reina di sana namun tetap saja hasilnya nihil.
...Tak hilang akal Revan kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan kerjanya untuk mengecek rekaman cctv mansionnya....
...Perlahan Revan memutar rekaman cctv mansionnya di saat ia berangkat bekerja, Revan melihat dengan teliti gerak gerik Reina hingga Reina keluar dari mansionnya dengan tergesa gesa....
" Reina mau pergi kemana?" tanya Revan pada diri sendiri ketika melihat Reina menyetop taksi di depan.
...Revan kemudian lantas mengambil ponselnya dan mulai mendial nomor Wili di sana....
" Halo wil" ucap Revan di saat telponnya sudah terhubung dengan Wili.
" Iya tuan" jawab Wili
" Cari rute taksi dengan nomor plat yang aku kirim padamu, aku butuh hasilnya segera" ucap Revan dengan dingin.
" Apa ada yang terjadi tuan?" tanya Wili
" Reina hilang Wil, segera kau selidiki taksi tersebut." ucap Revan dengan nada sendu
__ADS_1
" Baik tuan" ucap Wili kemudian terdengar sambungan telpon terputus dari sana.
...Setelah menghubungi Wili, Revan lantas bergegas kembali mengambil kunci mobilnya dan menuruni tangga hendak pergi....
" Tuan anda ingin pergi kembali, apakah tidak ingin makan malam dulu?" tanya mbok Yem yang melihat Revan akan pergi.
" Mbok taruh saja semua makanannya di lemari karena mungkin saya tidak akan pulang, Reina menghilang mbok" ucap Revan dengan nada sendunya.
" Astaga... bagaimana mungkin?" ucap mbok Yem dengan terkejut.
" Entahlah mbok saya juga tidak tahu, maka dari itu saya akan pergi mencarinya." ucap Revan
" Baiklah hati hati dijalan, semoga nyonya Reina segera di temukan" ucap mbok Yem
" Iya mbok doakan saja, saya pergi dulu mbok" ucap Revan kemudian melangkahkan kakinya keluar mansion dan mulai melajukan mobilnya tanpa arah dan tujuan.
" Reina kamu di mana?" ucap Revan dalam hati sambil terus memperhatikan jalanan berharap menemukan Reina di sana walaupun itu mustahil karena dengan keadaan Reina yang hamil besar tidak mungkin ia berkeliaran di jalanan dengan jalan kaki.
...........................
Sementara itu di kediaman Iriana
...Nampak Erika sudah di balut perban dan sedang beristirahat dengan bersandar di ranjangnya....
" Tidak perlu mama baik baik saja, lihatlah hanya beberapa luka kecil" ucap Erika sambil tersenyum menatap ke arah anaknya.
" Apa mama yakin? ini bukan luka kecil ma.." ucap Iriana lagi
" Iya tenanglah" ucap Erika meyakinkan Iriana
" Baiklah lah terserah mama saja, pokoknya jika mama merasa tidak enak mama tinggal panggil Iriana saja, oh ya Iriana mau keluar dulu sebentar mau manggil tukang untuk mengeluarkan mobil mama dari dalam sungai." ucap Iriana
...Mendengar hal itu Erika lantas tersentak dan langsung mencegah Iriana agar tidak melakukannya....
" Jangan sekarang!" ucap Erika dengan nada setengah berteriak yang mengejutkan Iriana yang hendak pergi melangkah.
" Ada apa ma? bukankah lebih cepat lebih baik, mumpung belum ada polisi yang datang jika polisi sudah ikut campur masalah akan semakin runyam." ucap Iriana
" E..... anu.. besok saja ya saat ini sudah malam kita istirahat dulu" ucap Erika mencari alasan
" Ma..." ucap Iriana ingin protes namun keburu di potong oleh Erika.
__ADS_1
" Sudahlah, lebih baik kamu ambil makan karena sekarang mama tengah lapar" ucap Erika lagi
" Apa mama yakin?" tanya Iriana lagi
" Iya ....sudah sana" ucap Erika
...Iriana lantas melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambilkan Erika makanan....
" Pasti ada yang di sembunyikan oleh mama, aku yakin itu ..... " ucap Iriana dalam hati menerka merka.
****************
...Sementara itu Revan sedari tadi sore hanya terus berputar putar mengelilingi jalanan tanpa arah dan tujuan....
" Reina kamu di mana? jika bukan di rumah mama, bukan juga di rumah ibu, lalu kamu di mana? ini sudah hampir tengah malam Rein, apa kamu tidak kedinginan di sana? apa kamu baik baik saja Rein? beri aku petunjuk agar aku bisa menemukanmu" ucap Revan dengan putus asa sambil menepikan mobilnya di pinggir jalan.
...Saat Revan di landa kebingungan mencari keberadaan Reina ponsel miliknya tiba tiba saja berdering yang langsung menyadarkan Revan dari lamunannya....
" Bagaimana Wil? apa kau sudah mendapatkan rutenya?" tanya Revan setelah menggeser ikon warna hijau di layar ponselnya.
" Sudah tuan, saya sudah mengirimkan rutenya ke ponsel anda, sekarang saya juga sedang perjalanan menuju ke sana." ucap Wili menjelaskan
" Baiklah kalau begitu aku akan segera menyusul mu ke sana" ucap Revan sambil memutus sambungan telponnya.
" Aku pasti menemukanmu Rein, di manapun itu aku harap kamu bertahan sampai aku berhasil menemukanmu." ucap Revan kemudian menjalankan mobilnya kembali menuju lokasi yang di kirim oleh Wili.
...Sementara itu Wili sampai di lokasi pemberhentian terakhir taksi tersebut atau tempat di mana Reina turun terakhir kali yaitu kafe kenanga, namun sayangnya saat Wili sampai di sana kafe sudah tutup sedari tadi, karena memang sekarang yang sudah lewat tengah malam atau sekitar pukul 2 dini hari, bukankah wajar jika sebuah kafe sudah tutup pada waktu itu....
" Bagaimana Wil?" ucap Revan sambil melangkah mendekat ke arah Wili.
" Sudah tutup tuan, tidak ada jalan lain selain kita menunggu hingga pagi hari dan meminta rekaman cctv pada pihak kafe." ucap Wili menjelaskan
Mendengar hal itu Revan lantas mendadak geram.
" Kamu bilang pagi? aku saja bahkan tidak tahu kondisi Reina sekarang seperti apa? sedangkan kau dengan santainya mengatakan menunggu hingga pagi? apa kau tidak memakai otakmu ha?" ucap Revan dengan setengah berteriak ke arah Wili dengan frustasi.
" Tuan tenanglah, jika tuan seperti ini anda tidak akan bisa berpikir jernih" ucap Wili yang mengerti akan kegelisahan Revan.
" Wil... Reina dan anakku pasti sedang kedinginan sekarang! mereka tidak akan bisa menunggu hingga pagi..... pikirkan sebuah cara! jika kau hanya mengatakan menunggu hingga pagi itu bukanlah sebuah solusi" ucap Revan dengan nada frustasi
" Tenanglah tuan, saya akan mencoba mencari cara lain" ucap Wili sambil menangkan Revan agar tidak kalut.
__ADS_1
Bersambung