Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 130 Bukankah hanya serpihan kaca?


__ADS_3

Perusahaan MD Enterprise


...Revan terlihat baru saja memasuki ruangan kerjanya, rapat hari ini benar benar alot Revan sama sekali tidak terpikirkan ide apapun kali ini, pikirannya seperti buntu dan hanya di penuhi dengan Reina, hatinya begitu tidak tenang seperti gelisah namun tidak tahu apa alasannya....


...Revan mendudukkan bokongnya pada kursi kebesarannya, masih ada beberapa berkas lagi yang tersisa untuk Revan pelajari kemudian baru bisa pulang dan menemui Reina....


...Revan mulai mengambil beberapa berkas di mejanya namun entah tersenggol atau bergeser, foto Reina yang terletak di sebelah berkas tersebut tiba tiba saja jatuh dan pecah, kaca foto berserakan di mana mana, Revan sungguh terkejut karena foto Reina yang tiba tiba saja terjatuh, Revan lantas kemudian langsung jongkok untuk membersihkannya....


" Mungkin tadi tersenggol oleh tanganku, bukannya hanya foto yang pecah? semua akan baik baik saja" ucap Revan dalam hati menenangkan.


...Jujur saja sebenarnya hati Revan benar benar tidak tenang, Revan terus terusan kepikiran tentang Reina, hanya saja Revan berusaha sebisa mungkin untuk menetralkan hatinya bahwa semua baik baik saja....


" Reina....awwww" ucap Revan dengan lirih saat mengambil foto milik Reina di lantai, namun sayangnya tangannya tergores karena pecahan kaca yang berserakan saat ia hendak membersihkannya.


" Kenapa aku sangat tidak tenang sedari tadi? ada apa ini sebenarnya?" ucap Revan masih dengan posisi berjongkok sambil memegangi foto Reina yang sudah terlepas dari bingkainya.


...Ketika Revan tengah bertanya tanya tentang apa yang tengah terjadi padanya hari ini, dari arah pintu terdengar suara Wili yang mengejutkannya....


" Tuan apa yang sedang anda lakukan?" tanya Wili sambil membawa beberapa berkas di tangannya.


...Mendengar suara Wili, Revan lantas langsung bangkit berdiri dan meletakkan foto Reina di atas meja....


" Ada apa wil?" tanya Revan sambil menatap ke arah Wili yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.


" Ini ada beberapa berkas yang harus anda pelajari dan tanda tangani tuan" ucap Wili sambil menyerahkan beberapa map ke arah Revan.


" Apakah semua berkas berkas ini urgen?" tanya Revan


" Ya tuan, besok sudah harus saya bawa, apakah tuan ada urusan yang lebih penting? jika tuan ingin pergi aku bisa mengirimkan berkasnya ke rumah anda dan tuan bisa pulang sekarang." ucap Wili memberikan solusi kepada Revan karena jujur saja Wili juga melihat raut kegelisahan di wajah Revan sedari tadi hanya saja Wili tidak tahu apa penyebabnya.


" Tidak perlu wil, aku tahu pekerjaan mu berat belakangan ini... tenanglah aku akan menyelesaikannya dengan cepat hingga kau tidak perlu bekerja terlalu keras, bukankah kau juga ingin pulang cepat?" ucap Revan dengan sedikit senyum yang di paksakan.


" Aku sungguh tidak apa tuan, itu sudah menjadi tugasku.. anda bisa pulang sekarang" ucap Wili yang tersentuh akan ucapan Revan.

__ADS_1


" Tuan benar benar berubah menjadi pribadi yang lebih perduli dengan lingkungan sekitar, nona Reina benar benar berhasil membuat tuan menjadi lebih baik." ucap Wili dalam hati


" Sudahlah... kau pergi saja aku akan menyelesaikan ini dulu." ucap Revan lagi tanpa ingin di bantah.


***********


...Sementara itu setelah Erika berhasil mendorong mobilnya hingga jatuh ke sungai, Erika berusaha mencari jalan keluar dari jurang tersebut dengan langkah yang tertatih tatih dan tubuh yang berlumuran darah....


" Bagaimana aku pulang, tidak mungkin aku memanjat ke atas dengan tubuhku yang seperti ini." ucap Erika sambil melihat sekujur tubuhnya yang berasa remuk redam akibat kecelakaan tadi.


...Erika lantas merogoh ponselnya yang terletak di saku celananya berharap ponselnya tidak mati ataupun rusak karena hantaman di dalam mobil tadi....


" Ah kumohon jangan mati.." ucap Erika sambil mencoba menghidupkan ponselnya yang sudah mati dengan kaca yang sudah retak hampir di seluruh layar ponselnya.


...Beberapa menit Erika mencoba menghidupkan ponselnya pada akhirnya ponsel tersebut menyala namun dengan layar ponsel yang redup dan beberapa retakan yang terlihat semakin jelas kala ponsel di hidupkan. Erika bergegas mendial nomor Iriana di sana sebelum ponselnya kembali mati....


" Halo" ucap Erika ketika sambungan telponnya sudah di jawab oleh Iriana.


" Jemput mama di jalan tol km 56 sekarang" ucap Erika dengan singkat tanpa menjelaskan.


" Mobil mama mogok?" tanya Iriana


" Sudahlah cepat kesini, mama tunggu di bawah" ucap Erika kemudian mematikan sambungan teleponnya.


...Iriana benar benar tidak mengerti maksud ucapan Erika, untung saja tol km 56 tidak jauh dari posisinya sekarang jadi Iriana memutuskan langsung berangkat menuju ke sana....


...Iriana mengemudikan mobilnya menuju tempat yang di katakan Erika, namun ketika sampai di sana Iriana tidak melihat adanya Erika kecuali pembatas jalan yang rusak di ujungnya seperti sudah tertabrak sesuatu....


...Iriana mendial nomor ibunya kembali mencoba bertanya di mana tepatnya posisi Erika....


" Halo ..mama dimana?" tanya Iriana sambil menatap sekeliling.


" Mama di sini.." ucap Erika

__ADS_1


" Di sini dimana? bisakah mama mengatakan lebih jelas lagi?" ucap Iriana sedikit kesal karena Erika terlalu bertele tele.


" Mama di bawah, kamu lihatlah ke arah kiri bagian bawah" ucap Erika


...Mendengar hal itu Iriana lantas melihat ke arah kiri dan yang ia temui di sana hanyalah sebuah jurang yang banyak di tumbuhi rerumputan dan pohon....


" Ma.... jangan bilang mama yang menabrak pembatas jalan dan jatuh ke bawah jurang" ucap Iriana menduga duga jika mengikuti arah petunjuk yang di ucapkan Erika.


" Iya sesuai dugaan mu, sekarang cari cara bagaimana mama bisa naik ke atas atau paling tidak cara untuk mama keluar dari sini." ucap Erika dengan santainya.


" Ha...? bagaimana caranya Iriana turun ke bawah sana ma...?" ucap Iriana


" Ya cari cara dong Iriana... berpikirlah sedikit jangan hanya diam saja" ucap Erika dengan nada sedikit kesal.


" Oh astaga bahkan mama sudah jatuh ke dalam jurang setinggi ini tapi masih saja aku mendengar suara teriakannya di telpon, apakah mamaku seorang samson? hanya saja aku tidak mengetahuinya?" ucap Iriana dalam hati yang mendapat omelan dari Erika.


" Halo apa kamu mendengar mama?" tanya Erika lagi


" Iya iya akan Iriana usahakan secepatnya." ucap Iriana dengan sedikit kesal.


******************


Sementara itu di perusahaan Md Enterprise


...Revan baru menyelesaikan semua pekerjaannya sekitar pukul 5 sore, setelah di rasa semuanya sudah selesai Revan lantas segera bergegas untuk pulang dan menemui Reina....


" Wil aku serahkan sisanya padamu" ucap Revan sambil menepuk pelan bahu Wili yang tengah duduk di kursinya.


" Baik tuan, hati hati di jalan" ucap Wili


" Semoga hanya firasat ku saja yang buruk, aku berharap tidak terjadi apa apa, tuan Revan adalah orang yang baik.... bukankah orang baik layak untuk bahagia?" ucap Wili sambil menatap kepergian Revan hingga hilang dari pandangannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2