Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 94 Menghapus tanda


__ADS_3

" Kamu istriku Rein apapun keadaanmu aku akan menerimanya, bukankah kamu menanyakan hal itu kemarin? dan inilah jawabannya aku mencintaimu Rein sungguh mencintaimu Reina mentari...." ucap Revan tepat dibawah guyuran shower yang membasahi mereka berdua.


...Reina yang mendengar ucapan Revan lantas menangis dengan keras melepaskan semua bebannya, Reina benar benar bingung haruskah ia senang atau sedih di saat saat seperti ini....


" Tenanglah Rein aku akan selalu bersamamu dan anak kita, itu janjiku" ucap Revan lagi sambil mengecup kening Reina dengan khidmat.


" Tapi aku benar benar kotor van, bukankah kamu juga bisa melihatnya sendiri." ucap Reina lagi sambil sesenggukan.


...Mendengar ucapan Reina,Revan kemudian lantas menempelkan keningnya dengan kening Reina cukup lama sambil memegang kedua pipi Reina, keduanya saling merasakan hembusan nafas masing masing di bawah dinginnya air yang membasahi tubuh mereka....


" Dengar Rein sekotor apapun kamu di mata semua orang aku akan tetap berada di sisimu percayalah" ucap Revan lagi lagi meyakinkan Rein


...Sedangkan Reina yang mendengarkan itu hanya bisa menangis dan menangis tanpa henti....


...Revan lantas menatap manik mata Reina yang sudah tak berbentuk karena terlalu banyak menangis dalam dalam kemudian membenarkan anak rambut Reina yang sudah basah dan menutup wajah Reina....


" Coba ku lihat dimana saja bajingan itu menjamahmu biar aku yang akan menghapus semua jejaknya" ucap Revan dengan air mata yang mengalir namun masih terukir senyum di bibirnya.


" Apa itu akan berhasil van?" tanya Reina kemudian seakan tidak percaya dengan ucapan Revan barusan.


" Tentu saja, apa kamu mau mencobanya Rein?" ucap Revan dengan yakin.


...Mendengar ucapan Revan, Reina lantas mengangguk sebagai tanda jika ia setuju dengan usulan Revan....


...Revan kemudian mengucap bismillah dalam hati mencoba sebisa mungkin memantapkan hatinya dan mulai m*l***t bibir Reina secara perlahan, Reina yang mendapat l*m***n dari Revan seketika terhenyak karena ciuman Revan kali ini tampak berbeda bagi Reina, bibir Revan seakan bergetar kala menyentuh bibir Reina....


" Revannnn, aku tahu kamu pasti juga sangat terluka akan musibah yang menimpaku ini" ucap Reina dalam hati dengan air mata yang terus turun membasahi pipinya.


...Revan mulai bergerak ke bawah menyesapi area leher Reina yang terdapat banyak bekas tanda cinta di sana perlahan tapi pasti....

__ADS_1


...Revan lantas bangkit berdiri dan langsung membuka kemeja bagian atasnya kemudian membuangnya sembarangan sambil memasuki bathub dimana sudah ada Reina di dalamnya....


...Revan mencondongkan tubuhnya ke arah Reina untuk melanjutkan kegiatan panas barusan, sesuai dengan janji Revan pada Reina, Revan lantas mulai menyesap satu persatu tanda yang di tinggalkan Putra di tubuh Reina....


...Revan bergerak dengan sangat pelan namun dengan ritme yang memabukkan sesekali Reina tampak menikmati setiap sentuhan serta hisapan yang Revan lakukan di tubuhnya, ditambah lagi dengan guyuran air shower yang dingin membuat pergulatan panas mereka cukup menyenangkan....


...Ketika Revan sudah merasa menghapus semua jejak di tubuh Reina, Revan lantas menghentikan pautannya lalu menatap Reina dalam dalam....


" Sudah selesai Rein semua akan baik baik saja percayalah padaku Rein" ucap Revan kemudian memeluk dengan erat tubuh Reina ke dalam dekapannya.


" Terima kasih van karena kamu masih mau menerimaku" ucap Reina dengan nada lirih.


...Mendengar perkataan Reina, Revan lantas mengangguk kemudian tersenyum menatap ke arah Reina....


...Setelah pergulatan yang cukup panas di kamar mandi tadi keduanya lantas memutuskan untuk pergi tidur, Reina mendekap tubuh Revan begitu erat seakan akan tidak mau berpisah dari Revan, Revan yang bisa merasakan dekapan erat dari Reina lantas mengusap perlahan punggung Reina naik turun berharap dapat memberikan ketenangan bagi Reina....


...Revan membetulkan posisi selimut hingga menutupi seluruh tubuh Reina menyisakan hanya kepala Reina yang menyembul keluar setelah itu barulah Revan turun dan melangkah pergi ke ruang kerjanya....


...Ketika Revan tengah menuruni anak tangga dering ponsel miliknya menghentikan langkah Revan menuju ruang kerjanya, Revan mengambil ponselnya dan menggeser ikon berwarna hijau di layar ponselnya....


" Halo" ucap Revan pada si penelpon yang ternyata adalah Fina sahabat Reina.


" Bagaimana keadaan Reina van? apa lo berhasil menemukannya? dia baik baik saja kan?" celoteh Fina yang tentu saja membuat Revan dengan reflek sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya saat mendengar suara cempreng milik Fina.


" Tenang lah fin, aku sudah berhasil menemukan Reina dan Reina sekarang sedang tidur jadi lo tidak perlu khawatir." ucap Revan


" Oh syukurlah kalau begitu" ucap Fina yang merasa lega mendengar jawaban Revan.


" Btw dari mana lo bisa dapat titik koordinat itu?" tanya Revan penasaran

__ADS_1


" Oh tentang itu, gue memberikan Reina bross milikku yang di dalamnya sudah di lengkapi dengan gps, jadi ketika itu di gunakan kita dapat mengetahui lokasi si pengguna bross." ucap Fina dengan santai


" Apa benda itu rancangan mu?" tanya Revan lagi


" Tentu saja tidak, mana bisa gue bikin begituan. Hanya saja gue punya seorang adik dan ia sangat menyukai hal hal yang berbau penelitian dan menciptakan alat alat baru yang bisa dibilang cukup berguna juga sih, dan bross yang kuberikan pada Reina kemarin adalah salah satu penemuannya." ucap Fina dengan nada santai.


" Oh begitu rupanya, sampaikan rasa terima kasihku pada adikmu Fin katakan juga padanya jika ia berminat untuk bergabung dengan perusahaan ku, MD enterprise selalu terbuka untuknya." ucap Revan dengan tulus sebagai bentuk rasa terima kasihnya.


" oh, sungguh van?" ucap Fina dengan kegirangan


" Ya, jika adikmu bersedia" ucap Revan lagi


" Baiklah akan aku sampaikan padanya, kalau begitu sampai jumpa" ucap Fina sambil kemudian memutus sambungan telponnya.


...Setelah Fina mengakhiri telponnya Revan lantas melanjutkan langkah kakinya kembali menuju ke ruang kerjanya.Ketika sampai di sana Revan lantas langsung duduk sambil mengeluarkan ponsel miliknya dan mendial nomor Wili di sana....


" Halo tuan" ucap Wili diseberang sana.


" Apa kau sudah melakukan perintahku Wil?" ucap Revan pada Wili


" Sudah tuan hanya saja Putra tetap bungkam dalam penyelidikan dan tidak mau membuka mulutnya serta mengatakan siapa itu tuan besar" ucap Wili menjelaskan situasi di sana.


" Lakukan apapun untuk membuatnya membuka mulut Wil, jika perlu siksa dia" ucap Revan dengan amarah yang sudah memuncak.


" Tentu tuan saya pasti akan melakukannya" ucap Wili dengan yakin.


" Aku serahkan semuanya padamu" ucap Revan sambil kemudian memutuskan sambungan teleponnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2