
Mansion milik Revan
...Revan terlihat tengah duduk termenung menunggu Reina di ruang tamu cukup lama....
" Apa perempuan selalu saja selama ini hanya untuk berdandan?" ucap Revan pada diri sendiri sambil terus melirik jam di pergelangan tangannya.
...Tak lama kemudian dari arah atas Reina terlihat perlahan menuruni anak tangga dengan menggunakan sepatu kets yang di padu padankan dengan dress bermotif bunga tanpa lengan dengan panjang selutut membuatnya tampil begitu cantik dan modis meski tengah berbadan dua....
" Ayo van kita berangkat" ucap Reina mengulun senyum sambil membawa topi pantai di tangannya berjalan mendekat ke arah Revan.
...Revan yang melihat penampilan Reina tentu langsung terpesona meski perut Reina sudah mulai membuncit namun hal itu justru menambah aura kecantikan Reina semakin terpancar....
" Hentikan Rein!" ucap Revan yang lantas membuat Reina langsung menghentikan langkahnya dengan bingung.
" Ada apa van?" tanya Reina dengan wajah bingung menatap ke arah Revan.
" Ganti bajumu! itu terlalu terbuka" ucap Revan dengan nada tegas sambil menunjuk Reina dari atas ke bawah.
...Mendengar hal itu Reina lantas berputar dan memperhatikan pakaiannya namun terlihat biasa saja baginya, kecuali lengannya yang sedikit terekspos karena memang dress tersebut di disain tanpa lengan dengan panjang selutut....
" Di mana letak terbukanya van? bukannya aku juga selalu mengenakan pakaian seperti ini?" tanya Reina sambil menunjuk pakaiannya.
" Sudahlah Rein jangan banyak protes, ganti saja dengan baju yang lebih panjang oke" ucap Revan lagi
...Mendengar ucapan Revan lantas membuat Reina langsung cemberut namun tetap melangkah kembali ke kamar untuk mengganti bajunya....
...20 menit kemudian Reina kembali keluar dari kamar, Reina mengganti pakaiannya yang menurut Revan terbuka dengan memakai long dress dengan motif bunga bunga besar dan berbahan sifon yang menambah kesan elegan ketika dipakai oleh Reina....
" Begitu lebih bagus Rein, ayo kita berangkat." ucap Revan dengan senyum merekah di mulutnya.
__ADS_1
" Tapi.... jika sepanjang ini akan sangat ribet nantinya ketika basah terkena air van" ucap Reina lagi mencoba merayu Revan siapa tahu akan berubah pikiran.
" No... jika susah nanti kita akan beli yang baru untukmu agar tidak terlalu ribet nantinya" ucap Revan lagi dengan entengnya.
" Terserah anda pak" ucap Reina pada akhirnya menyerah karena sulit sekali untuk membujuk Revan.
" Ayolah jangan cemberut gitu kita kan otw ke pantai, senyum dong" ucap Revan sambil merayu Reina sedangkan Reina yang di rayu hanya memasang senyum yang di paksakan ke arah Revan yang tentu saja langsung membuat Revan terkekeh geli melihatnya.
........................................
Sementara itu di mansion milik Permadi
...Saat Permadi dan Fajar tengah hanyut ke dalam pembicaraan dari luar ruangan terdengar suara pintu di ketuk dan tak lama setelah pintu terbuka seorang asisten rumah tangga nampak berjalan mendekat dari arah luar....
" Permisi tuan diluar ada tamu yang mencari anda" ucap art tersebut
" Siapa?" tanya Permadi
" Baiklah suruh dia masuk kesini " ucap Permadi
" Baik tuan " ucap art tersebut kemudian melangkah pergi sambil menutup kembali pintu ruangan tersebut.
" Aku harus mengurus yang satu ini, kau bersantailah dulu nanti aku akan menghubungimu" ucap Permadi pada Fajar agar memberinya ruang dengan tamu yang baru saja datang berkunjung.
" Baik tuan" ucap Fajar yang langsung mengerti kode dari Permadi.
...Tak lama setelah kepergian Fajar tamu yang di tunggu oleh Permadi perlahan melangkah masuk dan berjalan mendekat ke arahnya....
" Ada apa lagi?" tanya Permadi dengan menatap lurus ke arahnya.
__ADS_1
...Tamu tersebut lantas tersenyum dan mendekat ke arah Permadi kemudian melingkarkan tangannya ke leher Permadi dan duduk di pangkuannya....
" Tidak ada aku hanya membutuhkanmu" ucap tamu tersebut yang tidak lain adalah Erika.
" Apa kau yakin? asal kau tahu karena permintaanmu itu Gerald jadi membenciku" ucap Permadi sambil menghela nafas panjangnya terlihat seperti menyesal melakukannya namun tidak bisa berbuat apapun.
" Aku sudah menduganya perempuan itu benar benar rubah, tidak hanya mantan suami anakku bahkan Gerald pun ia buat seperti mengejar ngejarnya, bukankah perempuan sepertinya pantas untuk disingkirkan?" ucap Erika dengan setengah berbisik di telinga kiri Permadi kemudian mengecup leher Permadi sekilas yang tentu saja langsung membuat Permadi tersenyum.
" Entahlah aku tidak terlalu yakin karena mengingat Gerald begitu tergila gila padanya, bukankah idemu terlalu ekstrim? bagaimana jika Gerald akan benar benar marah dan membunuhku?" ucap Permadi sambil menatap ke arah Erika.
" Tenanglah, dia itu anakmu harusnya dia yang menurutimu bukan malah sebaliknya. Apa sekarang kau takut padanya?" ucap Erika sambil terus mengecupi leher Permadi kemudian membuka perlahan kancing baju Permadi satu persatu hingga tak tersisa.
" Kau benar sayang" ucap Permadi sambil mulai mencumbu Erika dan m*l***t bibir merah darah milik Erika yang sudah membuat fokus Permadi buyar sedari tadi.
...Permadi lantas berdiri dengan menggendong Erika kemudian menaruhnya ke sofa panjang dan melanjutkan aksinya kembali....
" Bukankah kau terlalu bersemangat sayang" ucap Erika sambil menghapus noda lipstik di dagu Permadi kala mendapati pewarna bibir merah darah miliknya sudah berada tidak pada tempatnya dan berceceran hampir di seluruh dagu Erika dan Permadi.
..." Kau selalu bisa membuatku melayang bahkan hanya dengan mendengar suara indah mu itu" ucap Permadi dengan senyum menyeringai....
" Aku akan menganggap hal itu sebagai pujian, karena aku sangat menyukainya." ucap Erika setengah berbisik ke telinga Permadi dan kemudian dengan perlahan tangan Erika meraba area leher dan tengkuk milik Permadi dan menjambak rambutnya perlahan kemudian mulai mencumbu area leher milik Permadi yang lantas membuatnya melayang dengan servis yang di berikan oleh Erika.
...Keduanya terhanyut ke dalam bujuk rayu setan untuk menikmati surga dunia tanpa adanya status pernikahan diantara mereka, tidak ada satupun dari mereka yang ingin menyudahi kegiatan panas ini, bahkan penyatuan berkali kali mereka lakukan di atas sofa ruang kerja milik Permadi yang menjadi saksi bisu atas apa yang tengah Permadi dan Erika lakukan di sana....
" Apa kita akan terus melakukan penyatuan di sini sayang? aku sudah tidak memakai sehelai benangpun, bagaimana jika ada seseorang tiba tiba masuk ke sini?" ucap Erika di tengah kegiatan panas mereka.
" Mereka tidak akan berani masuk, kau tenanglah kita nikmati saja semuanya perlahan" ucap Permadi dengan santai
" Baiklah jika itu mau mu" ucap Erika sambil tersenyum menatap ke arah Permadi.
__ADS_1
...Pada akhirnya Erika dan Permadi melanjutkan kegiatan panas mereka tanpa memperdulikan tempat dan waktu, meski keduanya sudah tidak lagi muda namun hasrat dan nafsu mereka selalu saja menggebu gebu layaknya gelora jiwa muda....
Bersambung