
...Setelah pergulatan panjang dengan Gerald malam harinya Iriana pulang ke rumahnya dengan suasana hati yang lesu....
...Iriana masuk ke dalam rumah dan mendapati ibunya tengah bersantai sambil menonton acara tv kesukaannya....
" Baru pulang Iriana?" tanya Erika kala mendapati putrinya tengah menutup pintu.
...Iriana tidak menjawab pertanyaan Erika namun langsung menghampiri Erika dan duduk bersamanya....
...Iriana memeluk tubuh Erika dari samping kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Erika dengan manja....
" Ada apa hem? datang datang kok langsung lesu begitu? coba cerita sama mama ada masalah apa?" tanya Erika dengan nada lembut sambil mengelus rambut Iriana yang tengah bersandar di bahunya.
...Tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Iriana, Iriana masih bingung antara cerita atau tidak dengan ibunya....
...Cukup lama Iriana terdiam yang semakin membuat Erika penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Iriana sampai kemudian Iriana teringat akan foto pernikahan ibunya yang ia temukan kemarin....
Iriana lantas mengangkat kepalanya kemudian menatap kearah Erika.
" Ma boleh Iriana bertanya sesuatu?" ucap Iriana dengan menatap lurus mata ibunya.
" Baiklah"
...Mendengar persetujuan dari ibunya Iriana kemudian mengeluarkan foto dari dalam tasnya dan langsung ia tunjukkan kepada Erika....
Erika terkejut ketika melihat foto apa yang di tunjukkan Iriana padanya.
" Katakan siapa dia ma? " ucap Iriana sambil menunjuk pria di foto tersebut
"............"
" Apa dia ayahku ma?" tanya Iriana yang lantas membuat Erika langsung menatap tak suka pada Iriana.
" Hentikan omong kosong itu, bukankah mama sudah pernah katakan bahwa papamu itu sudah mati sejak 5 tahun yang lalu." ucap Erika dengan nada yang naik membuat Iriana sedikit terkejut mendengarnya.
" Jika ayah, papa atau apapun sebutannya itu benar benar sudah mati lantas siapa pria yang tinggal tepat di seberang rumah kita ma, apakah dia hantu atau arwah yang gentayangan?" ucap Iriana
Erika yang mendengar ucapan putrinya itu lantas langsung menatap Iriana dengan tajam.
__ADS_1
" Tahu dari mana kamu dia tinggal di seberang?" ucap Erika
" Jadi benar ma? dia benar benar papaku?" ucap Iriana lagi karena Erika tak kunjung menjawab pertanyaannya dan hanya mengalihkan pembicaraan.
" Mama tanya tahu dari mana kamu dia tinggal di sana?" ucap Erika lagi dengan nada yang kian emosi.
" Iriana tidak sengaja melihatnya kemarin ma karena Iriana penasaran Iriana pergi ke sana untuk memastikan apakah dia benar orang yang sama dengan pria yang di foto itu. " ucap Iriana pada akhirnya
Erika lantas semakin tersulut emosi kala mendengar penuturan Iriana.
" Lancang kamu Iriana, apa sekarang kamu ingin bersamanya? sana pergi kamu temui dia pergi dan katakan bahwa kamu anaknya dan sebut juga pelakor itu ibu, bukankah itu indah keluargamu telah lengkap?" ucap Erika sambil menarik tangan Iriana ingin menyeretnya keluar.
...Iriana menahan dengan sekuat tenaga seretan ibunya dengan air mata yang mulai berlinang membasahi pipinya....
...Setelah Iriana berhasil melepas tarikan ibunya Iriana lantas langsung bersujud dan memegang erat kaki ibunya itu agar tidak membuangnya....
" Maaf ma, Iriana minta maaf jangan seperti ini ma, Iriana mohon kita selesaikan baik baik" ucap Iriana sambil terus memegang kaki Erika dengan air mata yang berlinang.
" Bukan kah kamu sangat ingin tahu tentang pelakor dan pria itu kan? sana pergi tanya sendiri padanya aku yakin dia pasti akan tertawa kala mendapati kau mengemis seperti ini " ucap Erika
...Erika yang mendengar penuturan anaknya lantas menatap Iriana dengan iba kemudian memegang pundak anaknya dan menariknya perlahan untuk berdiri. Diusapnya perlahan rambut Iriana dengan sayang sambil sesekali mengusap air mata Iriana....
" Ternyata kasih sayang seorang ibu singgel yang juga merangkap sebagai ayah masih belum cukup untuk seseorang anak walau ia sudah tumbuh dewasa." ucap Erika dalam hati sambil menatap Iriana dalam dalam.
" Bukan tidak boleh nak hanya saja ibu terlalu sakit hati dengan pria itu." ucap Erika pada akhirnya dengan nada sedikit lebih lunak.
Iriana kemudian menatap kedua manik mata ibunya itu mencari kejujuran.
" Apakah luka itu terlalu dalam bu? hingga ibu begitu membencinya" ucap Iriana dengan perlahan.
...Erika diam cukup lama tidak menjawab pertanyaan anaknya sampai kemudian terdengar helaan nafas panjang dari Erika....
" Mama benar benar kecewa nak karena dia tega teganya membohongi mama selama 5 tahun lamanya bahwa ia telah memiliki istri lain di belakang mama secara diam diam, bayangkan saja nak 5 tahun 5 tahun itu bukan waktu yang sebentar itu sangat lama dan dia berhasil menyembunyikannya selama itu, bukankan itu terlalu kejam untuk ibu?" ucap Erika dengan air mata yang sudah berlinang.
...Iriana yang mendengar penuturan Erika tentu saja sakit hati Iriana tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi padanya. Iriana yang melihat Revan menikah lagi dengan Reina saja sangat marah meski mereka sudah bercerai sedangkan ibunya nyata nyata masih menjadi istri sah ayahnya namun ia sudah di madu tanpa persetujuannya, jelas itu rasanya akan sangat sakit dan kecewa....
" Maaf ma Iriana benar benar tidak tahu akan hal itu, jika Iriana tahu tentu Iriana tidak akan sudi bahkan untuk sekedar menyebut namanya Iriana minta maaf ma" ucap Iriana sambil mengusap air mata ibunya.
__ADS_1
….................................
...Sementara itu setelah makan malam Reina dan Revan memutuskan untuk langsung pergi ke kamar mereka menikmati waktu berduaan....
...Reina menyusup ke dalam dada bidang milik Revan mencari kehangatan di sana sedang Revan tidur terlentang dengan kepala Reina di atas dadanya....
" Van..." ucap Reina
" hemmm"
" Jika terjadi sesuatu padaku apa kamu tetap mau menerimaku?" ucap Reina tiba tiba
...Revan yang mendengar hal itu lantas mengerutkan keningnya bingung dengan pertanyaan yang Reina berikan....
" Apa maksud mu Rein?" ucap Revan yang tidak tahu arah pembicaraan Reina.
" Tidak ada aku hanya bertanya saja, tidak bisakah kamu menjawabnya?" ucap Reina sambil mendongak menatap ke arah Revan.
Revan berpikir cukup lama mencerna setiap perkataan yang keluar dari mulut Reina.
" Apa menjawabnya begitu sulit ya? pasti kamu akan pergi kan? kamu pasti akan cari yang lain atau kemungkinan terbesarnya kamu akan kembali kepada Iriana." ucap Reina dengan nada merajuk kemudian memindahkan kepalanya dari dada bidang Revan dan langsung tidur membelakangi Revan.
...Revan yang melihat Reina merajuk tentu hanya menghela nafas panjangnya karena selain pertanyaan Reina yang aneh tingkah Reina pun ikut aneh....
Revan memegang pundak Reina kemudian membalikkan tubuh Reina perlahan agar menatap ke arahnya.
" Kenapa kamu merajuk hem, tenang saja tentu aku akan tetap bersamamu seburuk apapun kondisimu itu jadi jangan terlalu berpikir yang aneh aneh lagi, tidakkah kamu kasian dengan bayi kita karena ibunya terlalu negatif dalam segala hal" ucap Revan memberi pengertian kepada Reina dengan lembut.
Mendengar hal tersebut tentu Reina langsung tersenyum sambil mengelus perutnya itu yang sudah mulai ada perubahan sedikit demi sedikit.
" Maafkan mami ya dek, mami janji tidak akan berpikir negatif lagi." ucap Reina sambil mengelus perutnya.
Revan yang melihat Reina kembali tersenyum lantas langsung memeluknya dan mengelus rambut Reina perlahan.
" Begini lebih bagus Rein, sekarang ayo kita tidur tidak bagus seorang ibu hamil tidur terlalu malam" ucap Revan sambil mengecup puncak kepala istrinya.
Bersambung
__ADS_1