
...Revan memasuki ragunan bersama Reina setelah membeli tiket. Reina begitu menikmati setiap pemandangan yang di suguhkan di sana berbagai satwa juga tampak di kiri dan kanan, benar benar menyenangkan bisa melihat mereka dalam jarak dekat seperti ini meski terhalang dengan pagar besi namun masih tetap bisa di nikmati, apalagi Reina dan Revan datang di hari kerja sehingga jumlah pengunjung tidak terlalu padat membuat Reina bisa dengan puas menikmati setiap hal yang di suguhkan di sana....
...Revan menatap Reina dengan tersenyum karena baru kali ini Revan melihat seorang wanita bisa sebahagia ini ketika di ajak pergi ke ragunan biasanya kebanyakan wanita akan lebih bahagia saat di ajak ke mall untuk shopping namun Reina benar benar kebalikannya....
" Sungguh unik, ternyata membuatmu bahagia sesimpel ini ya Rein di saat semua perempuan memuja uang kamu malah dengan bahagianya hanya dengan pergi ke ragunan, benar benar unik aku baru mengetahui sisi lain dari seorang Reina." ucap Revan dalam hati sambil terus mengikuti Reina.
...Saat Reina tengah berbinar menatap berbagai satwa di sekelilingnya tiba tiba tangan kekar Revan menariknya, Reina yang tidak siap dengan gerakan mendadak dari Revan lantas langsung terhuyung dan menabrak dada bidang milik Revan....
" Revan ada apa sih kenapa tiba tiba sekali kamu menarikku." ucap Reina dengan bete karena sikap Revan.
" Rein tidakkah kamu memperhatikan sekitar? lubang segede itu saja kamu tidak nampak, bagaimana kalau kamu tiba tiba terjatuh atau bahkan keseleo karena tidak memperhatikan jalanan sekitar." ucap Revan dengan galak
...Reina kemudian menoleh ke arah lubang yang dimaksud dan ternyata itu hanya lubang dengan ke dalaman mungkin sekitar 5 cm dengan luas 60 cm benar benar lubang kecil dan tidak berbahaya sama sekali....
...Mengetahui hal itu Reina lantas menatap lubang tersebut secara bergantian dengan Revan lalu menatap Revan lagi dengan tatapan tidak mengerti dengan sikap posesif Revan kali ini....
" Van itu bahkan hanya lubang se emprit, tidak akan mungkin membuatku keseleo atau jauh mungkin mentok hanya oleng sedikit, santai aja van kenapa kamu terlalu over thinking sih." ucap Reina sedikit kesal.
" Rein tidak ada pengulangan atau kita akan pulang." ucap Revan tidak ingin di bantah.
" Iya iya aku minggir nih sambil lihat jalan, dasar dikit dikit ngancem doang bisanya." ucap Reina sambil menghindari lubang tersebut.
...Reina kemudian menuruti kata kata Revan dan melanjutkan langkahnya sampai pandangannya terhenti pada sekelompok kelinci yang sedang menikmati sayuran dengan lucu....
" aaaaaa Revan kelinci" teriak Reina kemudian berlari menuju ke arah kelinci tersebut.
" Rein jangan lari " ucap Revan saat melihat Reina berlari kegirangan menghampiri kelinci kelinci itu.
" Astaga benar benar si Reina " ucap Revan dalam hati sambil berlari mengejar Reina.
...Ketika sampai di sana Reina sudah berjongkok ingin mengelus kelinci tersebut karena memang pembatas yang di gunakan pada kelinci tersebut hanya setinggi kurang lebih lutut orang dewasa sehingga Reina hanya cukup sedikit membungkuk jika ingin mengelusnya....
" Reina hentikan!! kamu tahu bulu kelinci banyak mengandung kuman bisa saja bulunya nanti menempel ketika kamu elus dan masuk ke mulutmu. Kamu sedang hamil Rein setidaknya jangan melakukan hal hal yang membuatku spot jantung oke." ucap Revan yang melihat tangan Reina sudah menjulur ke dalam ingin mengelusnya.
__ADS_1
" Tapi aku ingin mengelusnya van hanya mengelusnya sebentar, boleh ya boleh ya." ucap Reina
" Tidak! lagi pula di sini tidak boleh menyentuh hewan apapun, apa kamu tidak mengerti? kita kesini kan mencari Saina dan ibu kenapa kamu malah bermain." ucap Revan dengan tegas.
" Jahat" ucap Reina kemudian kembali berdiri dan menatap Revan dengan mata yang melirik tidak suka.
...Revan yang melihat lirikan Reina hanya bisa menghela nafas panjang. Revan harus benar benar menambah stok sabarnya untuk menghadapi Reina karena Reina benar benar berbeda dengan kebanyakan wanita di luaran sana bahkan Revan lebih mirip mengasuh anak gadis sekarang daripada istrinya....
" Sudah, sekarang kita lanjut dan pergi menyusul Saina juga ibu oke" ucap Revan dengan nada lirih kemudian menggandeng tangan Reina agar tidak berlari lari lagi seperti tadi.
...Reina menghentakkan kakinya dengan kesal Revan benar benar berubah 360 derajat apalagi sesudah pemeriksaan kandungan tadi pagi, sikap Revan lebih posesif dalam segala hal dan itu membuat Reina risih tapi juga tidak bisa menolaknya....
...Revan dan Reina melanjutkan berkeliling sambil memandangi sekitar mencari Saina dan Shella, sebenarnya Revan dan Reina juga tidak tahu pasti di mana tepatnya mereka piknik yang Revan dan Reina tahu hanya ragunan dan alhasil mereka berdua berkeliling hampir semua tempat di ragunan tapi anehnya mereka tidak menemukan Saina maupun Shella di manapun....
" Van apa kamu yakin ibu, ayah dan Saina ada di sini dan belum pulang?" ucap Reina tiba tiba karena sedari tadi tidak mendapati mereka di mana pun.
" Aku juga tidak tahu pasti di mana mereka, coba kamu telpon ibu sekarang." ucap Revan
Reina kemudian merogoh ponsel di sakunya dan mendial nomor ibunya.
" Halo nak" ucap Shella di seberang sana
" Halo bu, ibu di mana? kenapa Reina cari di manapun ibu tidak ada?" ucap Reina
" Emang kamu di mana sekarang nak" ucap Shella
" Aku sedang di ragunan bersama Revan menyusul kalian." ucap Reina lagi
" Astaga kenapa kamu tidak telpon dulu, ibu dan ayah tidak jadi ke sana karena Saina mengatakan ingin menaiki wahana seperti di layar tv alhasil kami pergi ke dufan." ucap Shella menjelaskan
"........." Reina yang mendengar itu tidak bisa berkomentar apapun karena ini juga salah Revan dan Reina sendiri karena tidak menelpon terlebih dahulu sebelum memutuskan pergi.
" Halo nak?"
__ADS_1
" Eh iya bu, yasudah kalau begitu have fun ya bu" ucap Reina pada akhirnya.
" Iya kamu juga nak"
Call off
...Revan yang melihat ekspresi Reina setelah menelpon langsung bisa memahami situasinya tentu saja ada yang tidak beres atau kemungkinan terbesarnya mertuanya itu memang tidak mengajak Saina kesini....
" Bagaimana?" tanya Revan karena Reina tidak kunjung mengatakan apapun selain menghela nafas panjang.
" Mereka tidak jadi ke sini karena Saina ingin naik wahana seperti di tv jadilah ayah dan ibu mengajaknya ke dufan." ucap Reina pada akhirnya.
" So....." ucap Revan
" Ya sudah begitu saja, apa lagi?" ucap Reina dengan nada yang datar.
...Revan yang mendengar tanggapan Reina santai tidak bertanya lagi. Namun beberapa menit kemudian Reina tiba tiba tertawa yang membuat Revan langsung menolehnya....
" Apanya yang lucu?" tanya Revan dengan bingung
" Tidak ada hanya saja ketika kita sudah hampir mengelilingi semua spot kenapa kita baru terpikir untuk menelpon ibu? harusnya dari awal kita sudah menelponnya jadi tidak perlu berkeliling tanpa hasil hahahahaaha" ucap Reina dengan di selingi tawa yang receh.
" Apakah itu lucu menurutmu?" tanya Revan yang masih bingung.
" Tentu saja itu lucu bahkan aku sekarang sedang menertawakan kebodohan kita, apalagi lihat mukamu itu ekspresi bingungmu sungguh sangat lucu dan menggemaskan." ucap Reina kemudian mencubit gemas kedua pipi Revan.
...Revan yang mendapat cubitan itu sedikit terkejut tapi kemudian tersenyum simpul menatap ke arah Reina....
" Rein jangan sampai aku melakukannya di sini." ucap Revan dengan senyum yang mengandung arti.
...Reina yang mendengar hal itu langsung menghentikan gerakan tangannya kemudian mundur satu langkah dan langsung menutupi dadanya dengan menyilangkan tangan membentuk huruf X....
" Dasar mesum" ucap Reina dengan nada yang kesal karena Revan selalu mengaitkan segala hal dengan pikiran kotornya.
__ADS_1
Bersambung