Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 27 Iriana kembali ?


__ADS_3

Sementara itu di Perusahaan P&R Group


" Sudah kau selidiki semuanya Ren ? " Ucap Gerald pada asistennya.


" Iya tuan, sudah bisa di pastikan bahwa informasi tersebut adalah benar. " Ucap Reno pada tuannya sambil menyerahkan sebuah map yang berisi informasi yang di minta oleh Gerald.


Gerald kemudian menerima map tersebut dan membukanya sambil tersenyum.


" Kirim beberapa foto ini ke kediaman Iskandar pastikan bahwa ibu Reina yang menerimanya secara langsung. Ingat aku tidak ingin kegagalan untuk kali ini, bukankah kau masih sayang dengan nyawamu Ren? " Ucap Gerald dengan penekanan di setiap kata katanya.


" Ya tuan sesuai dengan perintah anda." Ucap Reno kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan Gerald.


Setelah kepergian Reno dari ruangannya Gerald lantas mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


Call on


" Halo " ucap seseorang di seberang sana.


" Bukannya besok adalah keberangkatan mu? " Ucap Gerald pada seseorang di seberang sana.


" Ya baby apa kau sudah merindukanku? " Ucap si penerima telpon.

__ADS_1


" Aku hanya merindukan tubuhmu tidak lebih jadi jangan terlalu besar kepala. Bukankah harusnya aku yang menanyakan hal itu ha? Tidakkah kau merindukan Revan setelah berpisah cukup lama I r i a n a ? " Ucap Gerald dengan menekan setiap perkataan nya pada si penerima telepon yang tidak lain adalah Iriana mantan istri Revan.


" Tidak .. aku... aku hanya mencintaimu dan kepulangan ku ke Indonesia pun juga hanya karena merindukanmu." Ucap Iriana dengan nada terbata bata karena niat kepulangannya ke Indonesia terbaca jelas oleh Gerald.


" Persetan dengan cintamu itu, kau pikir selama ini aku tidak tahu semua kelakuanmu Iriana. Aku diam hanya karena merasa hubungan kita atas dasar menguntungkan tidak lebih. Jika kau berbuat ulah dan mengacaukan rencana ku siap siap saja apa yang akan aku lakukan padamu. " Ucap Gerald memperingatkan Iriana di seberang sana kemudian langsung memutuskan panggilan telpon tersebut.


" ....... " Sedangkan Iriana hanya bisa menelan saliva nya kasar mendengar ancaman Gerald tersebut.


Call off


" Kita lihat saja jika sampai ****** itu berbuat sesuatu pada Reina ku, aku tidak akan segan membalasnya berkali kali lipat. " Ucap Gerald pada diri sendiri.


......................


" Bisakah kau tidak mengebut, sebenarnya apa masalahnya hingga kau sangat marah? Kita bisa membicarakannya baik baik. " Ucap Reina dengan sedikit takut karena Revan mengendarai mobil dengan kecepatan kencang tanpa memperdulikan Reina. Ditambah lagi dengan raut wajah Revan yang sudah seperti akan menerkam seseorang.


...Mendengar perkataan Reina Revan hanya meliriknya sambil tersenyum smirk kemudian melajukan mobilnya lagi dengan kencang dan meliuk liuk ke kanan dan ke kiri seakan sengaja untuk membuat Reina ketakutan....


" Revan ada Saina juga di sini, jika kamu ingin mati mati saja sendiri jangan bawa bawa kami." Ucap Reina yang langsung membuat Revan tersadar bahwa tindakannya adalah salah, perlahan lahan hati Revan sedikit luluh dan mulai menurunkan kecepatannya.


" Huu ternyata membawa nama Saina cukup ampuh juga untuk menghentikan aksi gila pria ini. " ucap Reina dalam hati.

__ADS_1


" Oke jika aku memang salah aku benar benar minta maaf. Pertama aku tadi pagi memang mengajak Saina ke toko, bukankah aku sudah mengatakannya saat sarapan? dan yang kedua tentang mall tadi Saina mengeluh perutnya lapar jadi aku memutuskan untuk mengajaknya makan ke mall sekalian menemaninya main di play ground. Sudah apa ada lagi kesalahan saya bapak Revan? bisakah anda untuk membuka mulut? " Ucap Reina panjang lebar menjelaskan permasalahan yang Reina pahami sedikit garis besarnya padahal yang sebenarnya terjadi Revan marah karena ia cemburu pada Reina yang bisa tertawa lepas bersama pria lain bukan karena Reina dan Saina pergi ke mall.


Mendengar hal itu lantas Revan langsung menepi kan mobilnya dan melihat ke arah Reina dengan tatapan tajam bak singa yang siap menerkam mangsanya.


" Hanya itu lalu bagaimana kau menjelaskan tentang Putra?" Ucap Revan yang langsung nyolot kepada Reina. dengan tatapan tajam.


" Apa apa hubungannya dengan Putra? Tunggu tidak mungkinkan dia cemburu? Seorang Revan? Dengan gadis seperti ku? mimpi." Ucap Reina dalam hati sambil mengerutkan kening bingung mendengar pertanyaan Revan.


" Oke untuk urusan Putra aku tidak sengaja bertemu dengannya. Apa kau akan percaya jika aku mengatakan itu? " Ucap Reina dengan nada yang mencoba untuk tetap waras dalam menghadapi pria arogan dan egois di depannya ini.


" Bukannya aku selalu bilang jika pernikahan kita sungguhan di mata semua orang? Apa kau tidak bisa berakting? Bagaimana jika seseorang yang mengenalmu sebagai nyonya Revan sedang duduk di mall dengan seorang pria sambil tertawa? Apa yang akan mereka pikirkan? Tidak kah kau memikirkannya. " ucap Revan dengan nada emosi.


" Sssstttttt Saina sedang tidur pelankan sedikit suaramu." Ucap Reina pada Revan dengan menempelkan jari telunjuk ke bibir Reina sendiri.


Setelah Revan cukup tenang barulah Reina mulai bicara.


" Tuan Revan yang terhormat apa kau lupa jika pernikahan kita hanya di hadiri oleh kerabat terdekat saja? Tidak akan ada yang tahu jika aku ini istrimu kecuali saudara saudara mu itu. Oh ya untuk akting tenang saja lagi pula kau tidak lihat aku membawa Saina bersamaku, apa lagi Saina yang selalu memanggilku dengan sebutan mami tanpa aku jelaskan sekali pun mereka juga akan tau jika aku sudah menikah, tidakkah kau juga bisa melihat cincin di tanganku? Lalu apa lagi yang kau khawatirkan ha? " Ucap Reina dengan nada perlahan sambil menekan emosinya yang terus menerus ingin meledak jika berhadapan dengan Revan.


" Oke semua yang kau katakan memang benar, tapi apa kau lupa bahwa kau isteri seorang Revan Alexi Mahendra, setidaknya hindari untuk bertemu pria lain agar tidak menjadi gosip yang berkembang nona." Ucap Revan tak ingin kalah.


" Ya ya ya tuan Revan Alexi Mahendra aku minta maaf jika aku membuat masalah, lain kali aku akan mempertimbangkannya dulu oke. Sekarang bisakah kita pulang ke rumah saja aku sangat lapar ini sudah hampir sore hari ramen yang aku pesan pun belum ku sentuh tadi. Semua cacing di perutku sudah mengajak demo mulai tadi." Ucap Reina sambil memasang muka melasnya sehingga Revan yang tadinya akan marah kini mengurungkan niatnya dan berganti dengan senyuman tipis di bibirnya.

__ADS_1


Revan kemudian melajukan kembali mobilnya untuk pulang ke mansion mereka.


Bersambung


__ADS_2