Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 90 Percaya padaku


__ADS_3

" Reina di mana fin?" ucap Revan dengan ngos ngosan.


" Loh kok lo tanya balik? bukankah lo yang nyuruh Reina nyusul ke Hotel Kenanga ya? Reina sudah pergi dari 30 menit yang lalu van." ucap Fina dengan bingung menatap Revan.


" Apa? aku tidak pernah menyuruh Reina kemanapun bahkan dari tadi pagi ponselku aku mode silent, mana mungkin aku menghubunginya" ucap Revan yang semakin menambah rasa khawatir pada dirinya.


" Jangan bercanda kamu van" ucap Fina dengan wajah yang langsung memucat mendengar perkataan dari Revan.


" Apa wajahku terlihat seperti orang sedang bercanda fin?" tanya Revan dengan nada yang kesal kepada Fina.


" Oh tidak"


...Revan kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan Fina menuju Hotel Kenanga....


...Revan membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan tinggi kemudian memencet layar di mobilnya dan mendial nomor Wili di sana....


Call on


" Wil pergi ke Hotel Kenanga sekarang dan cari Reina di sana sampai ketemu." ucap Revan kemudian langsung memutus sambungan telponnya.


...Setelah menelpon Wili Revan kemudian mencoba menelpon kembali ponsel Reina namun tetap saja tidak terhubung dan hanya terdengar suara operator telpon di sana....


...Revan benar benar kesal di buatnya, ini adalah kali pertama Revan begitu mengkhawatirkan seseorang selain keluarganya Reina benar benar sudah memporak porandakan dan masuk kedalam hati Revan serta membuatnya sangat terikat....


...Di tengah ketegangan dan rasa khawatir yang di rasakan Revan tiba tiba terdengar nada dering dari ponsel Revan dan terlihat pada layar nomor yang tidak terkenal di sana, tidak ada sedikitpun niatan Revan untuk menjawabnya dan hanya membiarkan nomor tersebut hingga hilang dengan sendirinya....


...Ketika mobil Revan sudah sampai di pelataran Hotel Kenanga Revan membiarkan mobilnya begitu saja terparkir di depan lobi hotel tersebut....


...Di sana Wili sudah menanti kedatangan tuannya itu, tidak usah di tanya mengapa Wili datang lebih awal dari Revan karena memang jarak Hotel Kenanga dengan perusahaannya lebih dekat daripada jarak antara toko milik Reina dengan Hotel Kenanga....


Wili menuntun Revan menuju ruang kontrol hotel tersebut untuk melihat kamera pengawas di seluruh lingkungan hotel.

__ADS_1


" Tuan saya sudah mencari nyonya Reina di seluruh ruangan tetapi hasilnya nihil namun ketika saya melihat kamera pengawas saya menemukan sesuatu tentang nyonya Reina." ucap Wili menjelaskan kemudian mulai meminta operator CCTV untuk memutar rekaman mulai dari awal kedatangan Reina ke hotel mereka.


...Pada kamera pengawas Reina terlihat keluar dari lift dan menuju ke restauran di pandu dengan seorang wanita yang tentu saja Revan dan Wili tidak mengenalnya....


" Apakah dia pegawai di hotel ini?" tanya Revan


" Bukan tuan, saya sudah bertanya kepada pihak hotel namum mereka juga tidak tahu siapa wanita itu." ucap Wili menjelaskan


...Revan kemudian kembali mengarahkan pandangannya pada kamera pengawas dan di sana Revan melihat Reina tengah menikmati cake beserta segelas jus namun, detik berikutnya yang terjadi Reina tampak gelisah dengan sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri seperti mencari sesuatu, adegan selanjutnya yang terlihat di sana Reina sudah pingsan dan di bawa ke luar oleh dua orang bertubuh tegap dengan wanita yang tadi mengantar Reina ke meja nomer 12 melangkah mengikuti di belakang pria tersebut....


" Apa hari ini restoran sedang di booking?" tanya Revan ketika melihat seluruh ruangan di sana kosong dan hanya menampilkan Reina di sana.


" Betul pak sudah di booking atas nama Sita dengan pembayaran tunai" ucap salah satu staf Hotel Kenanga


" Sial " ucap Revan sedikit emosi


...Di tengah tengah emosi Revan yan memuncak deringan ponsel miliknya terdengar kembali membuat Revan segera mengambilnya dari saku jasnya berharap Reina yang menelpon, namun ketika ponselnya sudah di tangan yang tertera di sana adalah nomor asing tidak terkenal yang tadi menghubunginya ketika berkendara, Revan lantas mereject panggilan tersebut dan kembali fokus melihat rekaman di depannya....


" Baik tuan" ucap Wili kemudian melangkah pergi untuk melaksanakan tugas dari Revan.


...Revan kemudian melangkah keluar dari ruang kontrol dan berjalan menuju lobi tepat di mana Revan tadi memarkirkan mobilnya....


...Revan memasuki mobilnya kemudian menunduk dan meletakkan kepalanya di atas setir mobilnya sebentar....


" Reina kamu sebenarnya dimana?" ucap Revan dengan nada frustasi.


...Saat menyenderkan kepalanya di setir lagi lagi ponsel Revan berdering mengejutkan Revan yang tengah setengah melamun....


Revan melihat layar di mobilnya dan lagi lagi nomor asing tadi yang menghubungi Revan.


" Apa sih maunya orang ini" ucap Revan dengan emosi.

__ADS_1


...Tak lama kemudian terdengar bunyi notifikasi pesan dari nomor tersebut dengan rasa kesal dan emosi Revan memencet layar seukuran buku di sebelah setir mobilnya, ketika di buka yang nampak pada pesan tersebut adalah titik koordinat seperti gps pada google map yang membuat Revan mengerutkan keningnya....


...Revan kemudian mendial nomor tersebut dan detik berikutnya terdengar suara yang tidak asing terdengar di sana....


" Halo Revan akhirnya lo menghubungiku juga, gue berkali kali menghubungimu tapi sepertinya lo sangat sibuk" ucap penelpon di seberang sana yang ternyata adalah Fina.


" Iya aku minta maaf karena tidak mengangkat teleponmu, btw titik koordinat apa yang kau kirim padaku?" tanya Revan langsung tanpa ingin membuang waktu.


" Itu adalah lokasi keberadaan Reina, kamu bisa percaya padaku dan mengikutinya " ucap Fina dengan yakin.


" Apa kamu yakin akan hal ini fin?" tanya Revan sekali lagi karena dalam pikirannya Wili saja masih butuh proses sampai saat ini untuk mencari keberadaan Reina tapi Fina dengan mudahnya memberikan lokasi Reina, tentu Revan tidak sepenuhnya percaya karena Revan tidak ingin hanya membuang waktu sia sia dalam pencarian ini.


" Percayalah padaku van nanti aku akan menjelaskan semuanya, tidak ada waktu lagi Reina membutuhkan bantuanmu sekarang" ucap Fina


" Baiklah aku akan pergi " ucap Revan kemudian memutus sambungan telponnya.


...Revan kemudian mengemudikan mobilnya mengikuti titik koordinat yang diberikan oleh Fina. Sambil mengemudi Revan lantas mendial nomor Wili dan menghubunginya....


" Halo tuan, saya sedang melacak arah perjalanan mobil tersebut menuju ke....." ucap Wili namun belum selesai sudah di potong oleh Revan.


" Tidak perlu wil aku sudah mengirim titik koordinat kepadamu pergi ke sana dengan beberapa anak buah kita, aku sedang menuju ke sana" ucap Revan dengan tidak sabaran


" Baik tuan aku akan bergegas ke sana." ucap Wili


" Iya, segera bergerak" ucap Revan kemudian mematikan sambungan teleponnya.


...Revan kemudian fokus mengemudikan mobilnya menuju arah sesuai titik koordinat yang diberikan oleh Fina....


" Kamu sabar ya Rein aku akan segera datang, tunggu aku Rein" ucap Revan pada diri sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2