Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 117 Bagai di tusuk berpuluh puluh pisau tajam


__ADS_3

...Sementara itu sedari tadi perjalanan menuju rumah Erika, Shella nampak gelisah akan suatu hal yang mengganjal hatinya sedari tadi....


...Padahal jarak antara rumah mereka dan rumah Erika hanya beberapa langkah saja namun entah mengapa bagi Shella malah terasa sangat jauh dan berat....


" Haduh... bener gak ya jalan yang ku ambil kali ini" tanya Shella dalam hati pada diri sendiri.


...Iskandar yang tak mendengar suara sang istri lantas melirik sekilas, kemudian berhenti kala melihat wajah istrinya yang nampak pucat dengan beberapa bulir keringat membasahi dahinya....


" Apa kita urungkan saja bu?" tanya Iskandar kala melihat keadaan istrinya.


...Shella yang di beri pertanyaan tersebut lantas mendongak menatap wajah Iskandar dalam dalam, jujur saja jika di suruh memilih tentu saja Shella akan mengiyakan pertanyaan Iskandar namun sayangnya ucapan Revan tempo hari terus terngiang di kepala Shella membuat Shella lagi lagi harus meredam keinginannya untuk mundur....


" Tidak yah tekad ibu sudah bulat kita lanjutkan saja seperti rencana semula" ucap Shella mengangguk dengan mantap.


" Baiklah jika itu keputusan ibu mari kita lanjutkan" ucap Iskandar


...Baru saja Iskandar mengatakan hal itu dari arah halaman rumah terdengar suara yang tidak asing di pendengaran mereka berdua....


" Apa anda anda sekalian akan terus bermesraan di depan rumah orang? tidak kah kalian malu?" ucap suara tersebut yang tak lain adalah Iriana.


Mendengar hal itu lantas membuat Shella dan Iskandar menoleh ke sumber suara.


Deg


" Kenapa tutur bahasanya berubah 360 derajat dari waktu di rumah tempo hari? apakah Iriana sudah mengetahui segalanya?" ucap Iskandar dalam hati yang terkejut akan tutur bahasa putri sulungnya itu.


" Apa yang terjadi? mengapa Iriana berubah?" tanya Shella dalam hati sambil menatap ke arah Iriana.


" Kenapa kalian bingung? bukankah kata kata ku benar nyonya dan tuan Iskandar?" ucap Iriana lagi


" Kami ke sini ingin menemui ibumu, apakah Erika ada di rumah?" ucap Shella dengan nada yang rendah.

__ADS_1


" Sayangnya ibuku tidak ingin menemui kalian" ucap Iriana ketus


" Setidaknya tanyakan dulu pada ibumu bahwa kami ingin bertemu" ucap Iskandar lagi


" Aku bilang tidak ya tidak! lagian untuk apa lagi sih kalian mengusik hidup kami? apakah kejadian masa lalu belum cukup untuk kalian? dan kini kalian ingin merampas sesuatu lagi dari kami? dasar serakah" ucap Iriana dengan dingin


...Bagai di tusuk berpuluh puluh pisau tajam hati Iskandar ketika mendengar putri yang dulu di timang nya seakan kini berubah menjadi orang asing yang sangat membenci dirinya....


...Bukankah ini sungguh kejam? ...


" Dia sangat membenciku?" ucap Iskandar dalam hati


" Nak bukankah kata katamu terlalu menyakitkan bagi kami?" ucap Shella dengan nada yang lembut.


" Lebih menyakitkan mana? kata kataku barusan atau perasaan ibuku di waktu dulu ha?" ucap Iriana dengan nada dingin di setiap kalimatnya.


" Setidaknya jagalah tutur bahasa mu Iriana aku ini adalah...." ucap Iskandar namun tergantung tak bisa meneruskan ucapannya.


" Anda apa? kenapa anda berhenti? apa begitu sukar sebutan itu anda ucapkan untuk saya?" ucap Iriana yang mengerti akan ucapan Iskandar yang menggantung tersebut.


...Mendengar ucapan Iriana lantas membuat Iskandar langsung menoleh menatap ke arah Iriana seakan tak percaya akan ucapan yang keluar dari mulut Iriana....


"Apa? apa anda terkejut akan ucapan saya.. pa..pa" ucap Iriana dengan menjeda kalimat papa yang lantas membuat ekspresi Iskandar semakin terkejut menatap ke arahnya.


" Kenapa jadi begini? bukankah niat awal kami datang kesini untuk meluruskan segalanya? kenapa malah semakin runyam" ucap Shella dalam hati yang sadar suasana semakin memuncak.


...Sedangkan Iskandar yang mendengar panggilan tersebut hanya terdiam mematung dengan bibir yang keluh tidak bisa berkata apapun....


" Kamu salah paham tentang kami Iriana, dengarkan dulu penjelasan ka..." ucap Shella ingin menengahi keduanya namun ucapannya dipotong terlebih dahulu oleh Iriana.


" Anda hanya orang luar disini! jangan ikut campur urusan kami, tidak kah cukup anda mengambil segalanya dari saya dan mama saya? kini anda menginginkan apa lagi?"ucap Iriana dengan nada datar namun penuh penekanan di setiap ucapannya.

__ADS_1


Mendengar hal itu lantas membuat Shella bungkam seribu bahasa ia tak bisa menyangkal namun juga tidak bisa mengiyakan ucapan Iriana.


" Iriana jaga ucapan mu" ucap Iskandar masih dengan nada rendah berusaha sebisa mungkin mengontrol emosi serta hatinya yang sudah hancur sedari tadi.


" Kenapa ? bukankah ucapan ku benar? he....... aku melupakan sesuatu bahwa anda lebih memilihnya dulu daripada mama ku, aku yakin kali ini anda juga akan melakukan hal yang sama padaku kan?" ucap Iriana dengan nada sinis


...Tidak ada jawaban apapun dari Iskandar maupun Shella yang malah semakin membuat Iriana emosi melihat keduanya yang hanya diam saja sedari tadi....


" Lihat kan? apa anda tidak lihat ? karena anda papaku oh bukan maksudku dia mengabaikan ku dan lebih memihak anda! " teriak Shella cukup keras sambil menunjuk ke arah Shella


" Nak kami bisa menjelaskannya, kita bicarakan semuanya dengan kepala dingin ok" bujuk Shella ketika melihat Iriana yang sudah emosi dalam setiap kata dan ucapannya.


" Bicara? apa lagi yang perlu kalian bicarakan kepada kami ha? kini aku jadi yakin akan satu hal, tingkah laku Reina pasti menurun dari anda! ibu dan anak sama sama suka merenggut kebahagian orang lain sesuka hati mereka tanpa memikirkan hati orang orang yang tersakiti karena perbuatan mereka" ucap Iriana setengah berteriak sambil menatap tajam ke arah Shella.


" IRIANA!" bentak Iskandar tiba tiba yang lantas mengejutkan Shella maupun Iriana di sana.


" Dia membentakku?" ucap Iriana dalam hati yang terkejut akan bentakan Iskandar barusan.


" Yah...." ucap Shella sambil menggelengkan kepala perlahan ketika melihat Iskandar sudah berada di ambang kesabarannya.


...Cukup lama ketiganya terdiam sampai kemudian Iriana berkata lagi....


" Ada apa? anda ingin memarahi saya? anda punya hak apa? anda bukan siapa siapa bagi saya, jadi hentikan tatapan tersebut karena saya membencinya" ucap Iriana sambil menatap tajam ke arah Iskandar.


...Iskandar yang sudah gelap mata lantas tanpa sadar langsung mengangkat tangannya ke atas akan menampar Iriana namun gagal karena mendengar panggilan dari Shella....


" Yah ..." ucap Shella yang tahu bahwa Iskandar akan menampar Shella.


...Iriana yang akan di tampar awalnya sedikit shock dan terpaku cukup lama sampai ia memberanikan diri melawan Iskandar....


" Ada apa ? bukankah anda ingin menampar saya? ayo silahkan lanjutkan, kenapa anda berhenti di tengah tengah jalan? kalau begitu ayo tampar saya tampar saya " ucap Iriana sambil menunjukkan pipinya agar mudah untuk ditampar oleh Iskandar

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2