Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku

Bisakah Kau Buka Hatimu Untukku
Bab 38 Sikap manis Revan


__ADS_3

...Suasana di rumah sudah cukup gelap sepertinya semua orang sudah terbang ke pulau impian masing masing. Reina berjalan perlahan menuju ke dapur ketika sampai di dapur ia langsung membuka lemari pendingin untuk mencari makanan, saat tengah asik memilih beberapa desert yang ada pada lemari pendingin tiba tiba dari belakang seseorang datang dan langsung memegang pundaknya. Reina yang di pegang pundaknya seketika tegang ia jadi merasa seperti berada di film film horor yang ia tonton....


" Tangan siapa nih, mana gelap lagi tau gitu aku tadi nyalain lampu." ucap Reina dalam hati saat mendapati pundaknya di pegang seseorang.


...Lama Reina diam mematung saking takutnya sampai tiba tiba tangan yang di pundaknya melingkar ke arah pinggangnya dengan kepala yang condong ke sebelah kiri Reina, kemudian terasa hembusan nafas hangat serta suara seakan akan membisikkan sesuatu....


Glekkk


Reina menelan salivanya dengan kasar bukan karena melihat hantu melainkan karena sosok yang melingkar pada pinggangnya adalah Revan.


" Apa yang kamu lakukan tengah malam begini" ucap Revan dengan nada berbisik tepat di telinga sebelah kiri Reina.


Bulu kuduk Reina menegang mendapati hembusan nafas Revan menerpa area sensitifnya.


" Apa yang terjadi dengan pria ini? kenapa tiba tiba bersikap begitu manis, aku kamu sejak kapan? biasanya juga kan kau, nona, gadis bodoh aneh" ucap Reina dalam hati namun tetap diam mematung.


Revan yang melihat Reina tetap diam mematung kemudian mencium pundak Reina dan melepas lingkaran tangannya.


" Terima kasih" ucap Revan sambil melepas tangannya dari pinggang Reina.


Reina yang mendengar ucapan itu keluar dari mulut si tuan angkuh Revan lantas berbalik dan menatap Revan penuh dengan tanda tanya.


" Terima kasih untuk apa?" ucap Reina


" Sudah lupakanlah, apa kamu lapar?" ucap Revan mengalihkan pembicaraan.


...Reina yang memang sedang lapar hanya mengangguk dan berjalan menuju meja makan sambil membawa desert yang sudah di pilihnya dari lemari pendingin tadi....


Revan kemudian mengikuti Reina duduk disampingnya sambil memandangi Reina yang tengah asik makan.


" Kamu yakin hanya makan makanan ini saja, apa kamu bisa kenyang?" ucap Revan lagi


" Tenanglah makanan manis meski ia terlihat kecil tapi itu sangat mengenyangkan." ucap Reina sambil terus asik makan tanpa memperdulikan Revan yang terus menatapnya.

__ADS_1


" Apa kamu bisa makan perlahan, jika melihatmu seperti ini mengingatkanku pada Saina." ucap Revan sambil tangannya membersihkan noda krim di sudut bibir Reina kemudian menjilatinya.


Reina yang melihat adegan tersebut lagi lagi hanya diam dan kebingungan tentang perubahan sikap Revan.


" Apa tadi kepala nya terbentur? apa yang terjadi? no no Reina apa kamu lupa ini rumah mertuamu tentu saja yang Revan lakukan hanya akting ingat hanya akting jadi stop berhalu ok stop Reina." ucap Reina dalam hati sambil diam mematung dan masih memandangi Revan.


Revan yang melihat ekspresi terkejut Reina sangat lucu kemudian tersenyum, dan detik selanjutnya Revan berdiri dan langsung memberi kecupan singkat pada bibir Reina kemudian langsung pergi naik ke atas.


" Jika sudah langsung pergi tidur, jangan begadang ingat itu." ucap Revan sambil meninggalkan Reina.


Deg deg deg deg


Reina diam mematung dengan mulut menganga menatap kepergian Revan. Apa yang dilakukan Revan kali ini benar benar membuat Reina salah tingkah.


" Jantungku bisa kah kau berhenti melompat? jangan terlalu berharap jadi stop terus melakukan lompatan di dalam." ucap Reina dalam hati sambil terus bengong mengikuti arah langkah kaki Revan sampai Revan menghilang dari pandangannya.


.................................


" Revan tertawa? seorang Revan tertawa. Apa ini benar benar mimpi, jika memang ini mimpi bukankah ini sangat indah?" ucap Reina dalam hati sambil terus memperhatikan Revan yang masih tertawa.


" Baiklah sudah cukup, kamu mandilah aku akan turun dan membawa kan kamu sarapan." ucap Revan kemudian bangkit dari ranjang.


" tunggu tidak perlu aku ikut turun saja." ucap Reina kemudian akan bangkit dan mengikuti Revan.


" Apa kamu akan pergi dengan keadaan seperti itu?" ucap Revan sambil menunjuk ke area leher Reina.


...Reina yang bingung dengan arah yang di tunjuk Revan kemudian bangkit berdiri lalu pergi ke arah cermin, namun ketika sampai di depan cermin betapa terkejutnya Reina ketika melihat begitu banyak tanda cinta di area leher dan juga tulang selangkanya....


" Revvvvvvvaaaaaannnnnnnnnn, apa kau tidak bisa lebih ganas lagi dari ini?" ucap Reina dengan nada kesal sambil melotot ke arah Revan.


Revan yang ditatap hanya tertawa kecil kemudian berlalu meninggalkan Reina untuk menuju meja makan.


Revan kemudian berjalan menuruni anak tangga menuju ke arah dapur untuk mengambil sarapan dan membawanya ke kamar.

__ADS_1


" Pagi ma, kenapa mama sendirian dimana papa dan Saina?" ucap Revan yang melihat Lila seorang diri tengah sarapan di meja makan.


" Papamu tadi pergi main golf bersama rekan bisnisnya dulu sedangkan Saina tadi tertidur pulas sekali jadi mama tidak tega untuk mengganggunya tadi." ucap Lila menjelaskan pada Revan.


" ohh "


" Reina mana van, tidak ikut turun untuk sarapan" tanya Lila dengan bingung karena tidak melihat Reina turun bersama dengan Revan.


" Ada di atas ma, ini Revan lagi ambil sarapan untuk Reina dan membawanya ke atas." ucap Revan sambil memegangi nampan berisi makanan.


Lila yang melihat tingkah laku putranya tersebut hanya tersenyum, perlahan Lila seperti melihat Revan yang dulu kembali di tengah tengah mereka.


" van duduk dulu sini mama ingin berbicara sebentar." ucap Lila sambil menepuk pelan sebuah kursi agar anaknya duduk di situ.


Revan mengikuti arah yang ditunjukkan Lila dan duduk di sana.


" Nak apa kau sudah mencintai Reina?" tanya Lila langsung pada intinya.


...Revan diam sejenak memikirkan pertanyaan Lila, Revan sebenarnya juga tidak tahu jika ia ditanya tentang cinta hanya saja ketika Revan berada di dekat Reina entah mengapa ia sangat nyaman apalagi kini bibir serta tubuh Reina sudah menjadi candu untuknya. Jika di tanya lagi apa yang Revan rasakan entah itu namanya cinta atau hanya nafsu Revan belum bisa memastikan itu....


Lila yang melihat Revan tampak berpikir hanya tersenyum, ia tahu sebenarnya Revan sudah mulai membuka hatinya untuk Reina hanya saja Revan belum menyadari hal itu dan masih bingung akan perasaannya.


" Aku juga tidak tahu ma, namun Revan akan berusaha untuk mencintai Reina karena Revan tahu Reina berbeda jauh lebih baik daripada Iriana." ucap Revan kepada sang mama.


" Nak sudahlah lupakan Iriana, jangan pernah kamu memulai sesuatu dengan perbandingan karena hal itu akan berakhir menyakitkan nantinya" ucap Lila menasehati anaknya.


" Mama tenang saja Revan kali ini bersungguh sungguh, Revan naik ke atas dulu ya" ucap Revan kemudian bangkit berdiri menuju kamarnya.


Lila melepas kepergian putranya dengan senyum mengembang.


" Aku tahu kamu mencintai Reina nak, mama selalu berdoa semoga kamu selalu bahagia." ucap Lila pada diri sendiri sambil terus menatap kepergian Revan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2